Surat UU.Hamidy ( 11 ) – Pengarang 58 buku tentang Jagat Melayu Raya

Bung T.A. Sakti yang baik,

Saya telah menerima surat Bung bertanggal  9 Juli  2007, serta kiriman lainnya, terutama surat kabar Serambi Indonesia, yang memuat tulisan saya “Aceh sebagai Pusat Bahasa Melayu” pada Ahad 8 Juli 2007. Terima kasih atas segala kebaikan Bung. Dan sekali lagi saya pesankan, tolong diambil penghargaan (honor) atas tulisan itu, serta Bung gunakan bagi kepentingan kreativitas kita, terutama untuk biaya surat menyurat yang juga amat kita perlukan.

Saya termenung membaca berita yang Bung tulis. Bagaimana Bung menderita berupa mendapat cobaan berupa penyakit.  Bagaimana pun juga, Bung lebih arif dari saya, bahwa penyakit bagi orang mukmin ditimpakan Allah untuk menjadi ujian, karena Allah Swt akan memberikan ganjaran yang lebih besar atas kesabaran hamba-Nya. Sementara itu, juga sebagai penghapus dosa si hamba. Saya juga tidak sepi daripada cobaan itu, baik penyakit yang menimpa diri saya, maupun lewat keluarga saya. Dan tak perlulah saya menceritakan tentang itu, karena kalau disebutkan seakan-akan kita bertanding musibah pula.

Dari jauh saya mendoakan semoga keadaan ini akan menmabha (menambah)  tinggi makam Bung di sisi Allh, serta akan semakin  mempertajam hatinurani membaca kebesaran dan kemahakuasaan Allah, atas jagad raya serta makhluknya. Saya tidak meragukan keteguhan Bung dalam hal ini. Musibah demi musibah telah Bung lalui dengan ridha ( tenang ) sebagai bukti kekuatan iman yang Bung miliki.

Sekarang saya kirimkan tulisan dengan tajuk “ Aceh Gudang Hikayat Nusantara “. Saya pikir lebih baik kita serahkan lagi kepada Serambi Indonesia. Tapi jika Bung punya pilihan lain, saya tidak keberatan mengikuti pilihan Bung. Insya Allah, saya akan menurunkan lagi paling kurang dua tulisan: – Pesan-pesan Hikayat Aceh

-Hikayat Aceh sebagai Muatan Lokal.

Saya berharap tulisan saya akan menggerakkan semangat para penulis di Aceh untuk memperhatikan lagi hikayat Aceh, yang begitu kaya akan berbagai nilai. Kalau mereka mau menulis seperti tulisan pendek yang saya buat, niscaya reputasi   h i k a y a t   akan bersinar lagi. Nanti kita bisa buat kumpulan tulisan pendek serupa itu, atas dukungan Pusat Bahasa Banda Aceh, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata serta Pemda  NAD, kira-kira seperti buku kecil yang saya kirimkan ini. Tolong satu buah buku ini  diberikan kepada Redaksi Serambi. Akhirul kalam, semoga Bung lekas sembuh. Amin

Wassalam

UU Hamidy

13-7-2007

(Catatan kemudian: Sekitar 10 hari lalu, UU.Hamidy menerbitkan buku beliau yang ke 58. Judulnya belum saya tahu. Sebenarnya, dari senarai buku yang pernah saya baca, UU.Hamidy telah menghasilkan   60 buah  karya  tulis,  namun  3 di antaranya belum tercetak. Sebab itulah selama ini saya sebutkan saja 57 buku (yang sebagiannya tergabung  bersama orang lain). Bale Tambeh, 8 Maret 2012 pkl. 5.36 wib., sore, T.A. Sakti ).


 

 

 

 

SENARAI KARYA UU. HAMIDY

Yang telah diterbitkan:

 

   1.  Bahasa Melayu Riau

Cetakan I, BPKD, Pekanbaru, 1973

Cetakan II, Pustaka AS, Pekanbaru, 1975.

 

2.  Anzib Lamnyong Gudang Karya Sastra Aceh,

Pusat Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Aceh, 1974

 

3.   “Peranan Cerita Rakyat Aceh”

dalam buku Segi-segi Sosial Masyarakat Aceh,

Oleh Alfian (ed.) LP3ES, Jakarta, 1977.

 

4.   “Kebijakan Mempergunakan Hikayat di Aceh”

dalam buku Sejarah Masuknya Islam di Indonesia.

Oleh A. Hasjmy, PT. Alma’arif, Bandung, 1981.

 

5.  Riau sebagai pusat bahasa dan Kebudayaan Melayu,

Bumi Pustaka, Pekan Baru,

Cetakan I 1981, cetakan II 1982, dan ke III 1987.

 

6.  Sikap Orang Melayu terhadap Tradisinya Riau,

Bumi Pustaka, Pekan Baru, cetakan I 1981, cetakan II 1982.

 

7.  Pengarang Melayu di Riau dan Abdullah Munsyi,

Pusat Pembinaan Bahasa, Jakarta, 1981.

 

8.  Agama dan Kehidupan dalam Cerita Rakyat,

Bumi pustaka , Pekanbaru, 1982

 

.

9.  Kedudukan Kebudayaan Melayu di Riau,

Bumi Pustaka, Pekan Baru, cetakan I 1981, ke II 1982.

 

10.  Sistem Nilai Masyarakat Pedesaan di Riau,

Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1982.

 

11.  Pembahasan Karya Fiksi dan Puisi,

Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1983.

 

12.  Tradisi Kepenyairan di Indonesia,

Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1984.

 

13.  Pengantar Kajian Drama,

Bumi, pustaka, pekanbaru, 1984.

 

14.  Orang  Patut ( bersama Muchtar Ahmad )

Bumi Pustaka, Pekan baru, 1984.

 

15. “ Sumbangan  Cendekiawan Riau terhadap kebudayaan Nasional Indonesia”

( bersama Hasan Junus ) dalam buku Tradisi Johor Riau,

Dewan Bahasa, Kuala Lumpur, 1985.

 

16. Membaca Kehidupan  Orang Melayu,

Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1986.

 

17.  Kesenian Jalur di Rantau Kuantan Riau,

Bumi Pustaka, Pekanbaru, 1986.

 

18. Dukun Melayu Rantau Kuantan Riau,

Melayulogi, Pekanbaru, 1986, cetakan II 1999.

 

19. Tema Keadilan dan Keberadaan dalam karya Sastra Indonesia,

Bumi Pustaka, Pekanbaru,  1987.

 

20.  Rimba Kepungan Sialang,

Balai Pustaka Jakarta,1987.

 

21. Kasin Niro Penyadap Enau,

Balai Pustaka, Jakarta, 1987.

 

22.  Kesusastraan Islam di Rantau Kuantan,

Payung Sekaki, Pekanbaru, 1988.

 

23.  Sikap dan Pandangan Hidup Ulama di Riau,

UIR Press, Pekanbaru, 1988.

 

24.  Kebudayaan Sebagai Amanah Tuhan,

UIR Press, Pekanbaru , cetakan I 1989, ke II 1992, ke III 1997.

 

25.  Ketakwaan  Orang Melayu,

UIR Press, Pekanbaru, 1989.

 

26.  Perjuangan YLPI di Riau,

UIR Press, Pekanbaru, 1989.

 

27.  Masyarakat dan Kebudayaan di Riau,

Yayasan Zamrud, Pekanbaru, 1990.

 

28.  Indonesia, Malaysia dan Singapura,

Yayasan Zamrud, Pekanbaru, 1990.

 

29.  Estetika Melayu dan Islam,

Yayasan Zamrud, Pekanbaru, 1990.

 

30.  Masyarakat Terasing Daerah Riau di Gerbang Abad XXI,

Yayasan Zamrud, Pekanbaru, 1991.

 

31.  Pengislaman Masyarakat Sakai,

UIR Press, Pekanbaru, 1992.

 

32.  Perantau  Jawa di Daerah Riau,

UIR Press, Pekanbaru, 1992.

 

33.  “Dimensi Bahasa dalam Budaya Melayu”

dalam buku 100 Tahun Bahasa dan Sastra Melayu

oleh S. Othman Kelantan (ed.)

Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 1992.

 

34.  Nilai Suatu Kajian Awal,

UIR Press, Pekanbaru, 1993.

 

35.  Kerukunan Hidup Beragama di Daerah Riau,

UIR Press, Pekanbaru, 1993.

 

36.  Beberapa Aspek Sosial Budaya Daerah Riau,

(bersama Muchtar Ahmad)

UIR Press, Pekanbaru, 1993.

 

37.  “Teks, Pengarang dan Masyarakat dalam Sastra Melayu Riau”

dalam buku Pengarang Teks dan Khalayak, oleh Sahlan Mohd. Saman

Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, 1994.

 

38.  Potensi Lembaga Pendidikan Islam di Riau,

UIR Press, Pekanbaru, 1994.

 

39.  Bahasa Melayu dan Kreatifitas Sastra di Daerah Riau,

Unri Press, Pekanbaru, 1994.

 

40. Kamus Antropoligi Dialek Melayu Rantau Kuantan,

Unri Press, Pekanbaru, 1995.

 

41.  Dari Bahasa Melayu sampai Bahasa Indonesia,

Unri Press, Pekanbaru, 1995, cetakan II 1997.

 

42.  “Islamisasi Melalui Hikayat  Aceh”

dalam Seulawah Antologi Sastra Aceh,

Editor LK Ara, Taufiq Ismail, Hasyim KS,

Yayasan Nusantara,  Jakarta 1995.

 

43.  Orang Melayu di Riau,

UIR Press, Pekanbaru, 1996.

 

44.   Cakap Rampai – rampai Budaya Melayu di  Riau,

Unilak Press, Pekanbaru, 1997.

 

45.  Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji,

Penerbit  Sastra Leo, Medan, 1997.

 

46.  Teks dan Pengarang di Riau,

Unri Press, Riau, Indonesia, 1998.

 

47.  Islam dan Masyarakat Melayu di Riau,

UIR Press, Riau, Indonesia, 1999.

 

48.  Bahasa dan Kreatifitas Sastra,

Unilak Pres, Pekanbharu, 1999.

 

49.Masyarakat Adat Kuantan Singingi,

UIR Press, Pekanbaru, 2000.

 

.50. Kearifan Puak Melayu di Riau Memelihara Lingkungan Hidup,

UIR Press, Pekanbaru, 2001.

 

51.  Riau Doeloe – Kini dan Bayangan Masa Depan,

UIR Press, Pekanbaru, 2002.

 

52. Metodologi Penelitian: Disiplin Ilmu Sosial dan Budaya,

Bilik Kreatif Press, Pekanbaru, 2003.

 

53. Jagad  Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau,

Bilik Kreatif  Press, Pekanbaru, 2003.

 

Yang belum Diterbitkan:

 

54. Kesenian Randai dalam Masyarakat Rantau Kuantan Riau,

( Tesis M.A. pada Universitas Malaya, Kuala lumpur), tersimpan

pada perpustakaan Wilayah Provinsi  Riau

Jalan Thamrin Pekanbaru.

 

55. Peranan Suku Banjar di Inderagiri Hilir,

(hasil penelitian tahun 1982)

tersimpan pada Perpustakaan Wilayah Provinsi Riau.

 

56. Masalah Sosial Budaya dan Teknologi Transmigrasi Lokal Di Riau

( hasil penelitian bersama    Muchtar Ahmad, tahun 1984),

tersimpan pada Perputakaan Wilayah Propinsi Riau.

 

57. Tradisi Akademis Perguruan Tinggi Daerah Riau,

( hasil penelitian tahun 1985)

tersimpan pada Perpustakaan Wilayah Propinsi Riau.

 

58. Naskah Melayu Kuno  Daerah Riau,

(hasil penelitian tahun 1985)

tersimpan pada Perpustakaan Wilayah Propinsi Riau.

 

59. Syair Suluh Pegawai Karangan Raja Ali  Haji,

(hasil penelitian bersama Hasan Junus dan R. Hamzah Junus, tahun 1986)

tersimpan pada Perpustakaan Wilayah Propinsi Riau.

 

60. Beberapa Masalah Pendidikan di Pedesaan Riau,

(hasil penelitian tahun 1996)

tersimpan pada Lembaga Penelitian Universitas Islam Riau, Pekanbaru.

 

 

(Catatan:  1) Sumber kutipan: UU.Hamidy, “Jagad Melayu dalam Lintasan Budaya di Riau”,

Bilik Kreatif Press, Pekanbaru, 2006 halaman 227 – 232.

2) Kutipan di atas disalin komputer oleh dua orang anak saya,  keponakan,  dan saya sendiri.

Bale Tambeh, 9 Maret 2012, pkl. 12.23 wib., T.A. Sakti ).

 

 

 

 

.

 

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s