Suluk, Menesteskan Air Mata Memohon Ampunan

                                   Suluk, Menesteskan Air Mata Memohon Ampunan

Suluk merupakan salah satu kegiatan pada bulan Ramadhan yang hampir rutin dilaksanakan oleh Dayah Darul Nizdam Desa Tanoh Anoe Kecamatan Teunom Aceh Barat. Kegiatan ibadah  yang diadakan bertepatan saat santri sedang libur adalah sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun,  sejak pesantren itu didirikan pada tahun 1942.
Menurut Abd Latif (27) dan M Diah (26) dua peserta suluk  termuda dari 300 peserta di pesantren Darul Nizdam, melalui ibadah suluk mereka menemui ketenangan  jiwa dan saat meneteskan air mata untuk memohon ampunan dari Allah atas doa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Kedua peserta suluk itu menceritakan meski dalam pelaksanaannya tidak dibolehkan santapan makanan berdarah untuk menghindari timbulnya nafsu syahwat bukan suatu rintangan bagi dua pemuda itu untuk melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Setelah kami melaksanakan suluk seakan-akan diri kita semakin dekat dengan Ilahi dan tak akan mengulangi lagi perbuatan yang menyimpang dari ketentuan agama”  katanya.
Sebab, katanya , dalam melaksanakan suluk hampir 24 jam kita selain beribadah secara berjamaah seperti berzikir membaca Al qur’an dan bertahlil serta bertahmid. Kita juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sendirian di bilik masing-masing. Pada saat kita menyendiri di situlah kita meneteskan air mata memohon ampunan Allah, “jelas Abd Latif.

Pimpinan pesantren Darul Nizdam.Tgk Muslim HK kepada Serambi mengatakan, kegiatan suluk di pesantren yang ia pimpin diadakan setiap tiga kali setahun,  masing masing suluk Haji, Suluk Maulid dan Ramadhan. Suluk Haji berlangsung selama  sepuluh hari sejak 1 hingga 10 Zulhijjah.
Sementara suluk Maulid mulai yang berlangsung selama 20 hari diadakan pada bulan Safar. Dan, suluk yang terakhir pada bulan Ramadhan  dimulai 21 Syakban hingga 30 Ramadhan. Untuk suluk bulan Ramadhan dibagi dalam tiga tingkat yaitu 40 hari, 30 hari, 20 hari, dan 10 hari.
Biasanya, pesrta suluk paling ramai pada bulan Ramadhan yang jumlahnya mencapai 500 orang yang terdiri dari orang tua,  wanita dan pemuda dari berbagai daerah. Namun pada pelaksanaan suluk Ramadhan kali ini jumlah pesertanya agak sedikit berkurang hanya 300 orang akibat masyarakat sedang sibuk turun kesawah.
Menurut Tgk Muslim HK,  para peserta yang melaksanakan ibadah suluk di pesantren Darul Nizdam bukan saja   berasal dari kecamatan Teunom. Melainkan mereka datang dari luar daerah seperti Laweueng Pidie, Pulau weh Sabang,  Aceh Utara malah ada dari Aceh Tenggara.
Bagi calon peserta suluk , kata Tgk Muslim mereka terlihat dulu harus menyerahkan perbekalan makanan yaitu beras 4 bumbu,  uang Rp 1500 untuk masa sepuluh hari kepada pihak pengurus dapur umum ,sementara jika peserta yang mengikuti suluk 40 hari mereka baru menyerahkan 16 bumbu be serta uang lauk pauk Rp. 6.000 ribu.
Kegiatan selama melaksanakan suluk kepada peserta dibagi dalam dua paket kegiatan meliputi ibadah seusai berbuka puasa hingga pagi hari para peserta suluk terus melakukan ibadah yang paling berat baik secara berjamaah maupun menyendiri. Kegiatan ibadah secara berjamaah seperti melaksanakan shalat tarawih, berzikir, membaca Al-Qur’an dan shalat tahajjud. Sementara kegiatan menyendiri para peserta bebas melaksanakan ibadah sesuai dengan peraturan suluk.

Sedangkan paket kegiatan yang diadakan pada pagi hari yang disebutkan dengan masa  istirahat mereka diwajibkan melakukan gerak badan,  membersihkan bilik dan lingkungan ,  mencuci pakaian masing-masing. Kegiatan ini berlangsung sampai dengan siang hari. Setelah itu, para peserta suluk kembali melaksanakan ibadah secara berjamaah seusai shalat zhuhur dan ashar.

Kesemua  paket kegiatan tersebut, yang berlangsung secara rutin selama masa suluk semata-mata bertujuan untuk mendekat diri dengan Allah sambil berdoa agar pada hari kebangkitan kelak mendapat tempat di  surga. (zahrial)
(Sumber: Serambi Indonesia, 3 Maret 1994 hlm  7).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s