ADIC, Acara Tahunan untuk Kemajuan Aceh

ADIC, Acara Tahunan untuk Kemajuan Aceh

Aceh Development International Conference (ADIC) kembali digelar di Malaysia. Konferensi internasional ini bertujuan untuk mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dan strategis dari pakar berbagai disiplin ilmu untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik dan lebih maju.
Acara ini diadakan setahun sekali oleh mahasiswa Aceh di Malaysia. Pertama sekali digelar di Universitas Putra Malaysia (UPM) Serdang, Selangor tahun 2010. Kemudian di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Bangi, Selangor tahun 2011, dan Universiti Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM) Gombak, Selangor tahun 2012. Sedangkan tahun ini ADIC digelar di Academy of Islamic Studies, University of Malaya (API UM) Kuala Lumpur sejak 26-28 Maret 2013.
ADIC kali ini terlaksana berkat kerja sama Academy of Islamic Studies, University of Malaya, International Association of Acehnese Scholars (IAAS), dan Acehnese Student Association (ASA), organisasi mahasiswa Aceh yang sedang belajar di University of Malaya. Acara ini juga didukung oleh organisasi-organisasi mahasiswa Aceh di universitas-universitas lain di Malaysia, antara laian, Badan Kebajikan Pendidikan Mahasiswa Aceh Universitas Kebangsaan Malaysia (Bakadma UKM), Tanah Rencong Student Acehnese (Tarsa UIA), dan Persatuan Pelajar ACEH Universiti Putra Malaysia.
Sponsor ADIC kali adalah The Aceh Club Kuala Lumpur, organisasi masyarakat Aceh yang dipimpin Profesor Tansri Dato’ Seri Sanusi bin Junid dan juga pengusaha Aceh di Malaysia maupun Indonesia. Konferensi ini dibuka oleh Waki Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf. Seusai dibuka pada 26 Maret, konferensi diisi dengan plenary session dengan menghadirkan tiga pemateri, yaitu Prof Dr. Alyasa’ Abubakar(Guru Besar Ilmu Fikih IAIN Ar-Raniry Banda Aceh) dengan topik Syariat ISLAM dan Pembangunan Aceh Masa Depan. Pemateri kedua, Prof Madya Tatiana Denisova (Guru Besar Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam di Academy of Islamic Studies, University of Malaya) dengan topik Aceh sebagai Pusat Perkembangan Islam: Sejarah, Nilai dan Cabaran (Tantangan) Masa Kini. Pemateri terakhir adalah Dr Badrul Hisham bin Muhammad Jan (Dosen Teknik Kimia University of Malaya) dengan topik Commercial-ization in Research Development.
Seusai pleno, dilanjutkan dengan penampilan Tari Saman oleh mahasiswa Aceh yang kuliah di Universiti Kebangsaan Malaysia. Tari asal Aceh ini mampu memukau para peserta dan undangan.
Ketua ADIC 2013, Iskandar Ibrahim ikut menyampaikan sambutan, demikian pula Profesor Dato’ Dr. Mohd Yakub Zulkifli Mohd Yusoff selaku pengarah APIUM, dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia. Seusai makan siang dan shalat dhuhur barulah dimulai presentasi oleh para pemateri yang datang dari berbagai daerah, baik dari Aceh (IAIN Ar-Raniry, Unsyiah, Unimal, UTU, STAIN Malikussaleh), maupun daerah lain di Indonesia seperti IPB, UI dan sebagainya. Juga banyak pemakalah dari universitas Malaya, Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Antarbangsa, termasuk dari India dan Iran.
Jumlah pemakalah yang berkontribusi pada ADIC kali ini sebanyak 120 orang dengan berbagai macam latar belakang keilmuannya. Para pemateri umumnya memaparkan data hasil penelitian mereka yang mungkin dapat diaplikasikan di Aceh untuk menjalankan pembanguan Aceh yang berkelanjutan dan lebih baik.
Para peserta sangat antusias mengikuti ADIC kali ini. Terbukti dengan lonjakan jumlah peserta melebihi dari target panitia. Presentasi makalah-makalah dilaksanakan dua hari dan acara ditutup pada 27 Maret 2013 oleh Prof Dr Tansri Dato’ Sanusi bin Junid.
Pada tanggal 28 Maret sebagai penutup seluruh kegiatan ADIC IV ini peserta dan panitia tur keliling Kuala Lumpur dan Putra Jaya sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Melihat antusiasnya dari peserta ADIC kali ini, maka besar harapan semoga acara ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Semoga rekomendasi-rekomendasi dari hasil diskusi dalam acara ini dapat diaplikasikan oleh pemerintah provinsi dalam membangun Aceh menuju Aceh yang lebih baik. Jangan sampai acara kolosal ini tanpa aplikasi apa-apa.

Catatan: Penulis, adalah Nasruddin Hasan, Guru Darul Ulum Kuta Makmur, mahasiswa Postgraduate Academy of Islamic Studies University of Malaya, melaporkan dari Kuala Lumpur.

( Sumber: Serambi Indonesia, Kamis, 4 April 2013 halaman 1 dan 11).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s