.. Juru Hikayat dari Krueng Raya!

PERGINYA JURU HIKAYAT DARI KRUENG RAYA

INNALILLAHI wainna ilaihi raji’un. Pengarang hikayat Aceh yang cukup populer, Syeh Rih Krueng Raya, meninggal dunia pada hari Jumat (12/ 4) sekitar pukul 18. 30 WIB di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.

Jenazah almarhum Syeh Rih Krueng Raya yang tutup usia 62 tahun itu dikebumikan di desa kelahirannya Desa Paya Kameng Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar,

Sejak Januari 1997 almarhum menderita tumor ganas. Kamis (11/4) lalu ia dirawat inap di salah satu ruang bedah pria RSUZA. Selain dikenal sebagai pengarang hikayat Aceh, Syeh Rih Krueng Raya juga aktif dalam berbagai kegiatan diantaranya menjadi juru kampanye Golongan Karya pada pemilu lalu.

Syeh Rih Krueng Raya yang memiliki nama asli Tgk Idris bin Tgk Gadeng adalah salah seorang pengarang hikayat Aceh yang cukup populer. Dari tangannya telah lahir puluhan kumpulan hikayat yang diterbitkan oleh sejumlah penerbit di Banda Aceh. Karya-karyanya itu diperjual belikan di toko-toko buku seluruh Aceh.

“Kita telah kehilangan seorang seniman besar, ” kata Drs A Marwan  Daud, pimpinan Sanggar Mandaya Banda Aceh. “Ada beberapa judul hikayat yang sempat sayakoleksi, “kata Marwan Daud yang juga salah seorang “pejabat teras di Taman Budaya Propinsi Daerah Istimewa Aceh.

Salah seorang teman dekat almarhum, Tgk Nur Syam menceritakan, Syeh Rih Krueng Raya rnemiliki enam istri. Tapi hanya dua istri yang rukun hingga akhir hayatnya. Istri-istrinya yang lain dua diantaranya meninggal dan dua lainnya bercerai. Menurut Tgk Nur Syam, istri pertama almarhum bernama Ti Hasanah di Pusong Aceh Utara (cerai) tiga orang anak, isteri kedua Saimah di Kuala Simpang Aceh Timur (cerai) tidak ada anak, isteri ketiga Laila juga di Kuala Simpang (meninggal) tidak sempat ada anak dan isteri keempat Mariati di Bireum Bayeun Aceh Timur (cerai) satu anak.

Sedangkan dua isteri lainnya yang rukun hingga akhir hayatnya adalah Aisyah Gani di Desa Meunasah Tanjong Simpang Mulieng Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara dan Jamaliah di Desa Rawa Itek Panton Labu Kecamatan Jambo Aye Aceh Utara masing-masing dikarunia dua orang anak.

Isteri almarhum yang terakhir Jamaliah ketika ditemui Serambi di kediamannya Dusun Saadah Nomor 111 Desa Lubuk Batee Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar menjelaskan, dirinya kini tinggal bersama dua anak yaitu Ti Kemala (14) dan Hayati (9).

Sejak lima tahun silam mereka tinggal dalam rumah kontrakan di Desa Lubuk Batee dengan biaya sewa Rp 150. 000/bulan. “Saya belum tahu langkah kehidupan kami selanjutnya”,   kata Jamaliah.

Syeh Rih Krueng Raya termasuk pengarang hikayat yang sangat produktif. Salah satu karangannya tentang Laksamana Keumala Hayati diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh tahun 1996. Karyanya yang lain Beusapeue Pakat dalam bentuk buku saku, diterbitkan tahun 1996. Sementara karangannya berjudul Fitnah Bak Ma Ui terbit tahun 1993. Sebetulnya banyak lagi hikayat Syeh Rih Krueng Raya yang sudah terbit.

Dalam Beusapeue Hate (Menyatukan Hati), Syeh Rih Krueng Raya dengan tangkas menguraikan tentang  pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Aceh. la mengibaratkan persatuan itu seperti sebuah sepeda. Yang tak boleh terpisah antara rantai dengan roda.

Nyoe bacut haba Ion tuan karang

Teurimong rakan haba Ion tamse

Peunteng bersatu laju beurijang

Naggroe teuh aman hanle su beude

 

Meunyo dek bungong kong persatuan

Aceh ka aman seunang ka sare

Miseue sepeda kon ka tapandang

Sinan hai rakan ulon boh tamse

 

Yoh goh bersatu karu kon wayang

Rante deungon bhan yoh mantong crebe

Oh ka bersatu laju ka aman

Ureung ateuh nyan peudieng ngon pade

Begitulah. Kini pengarang ternama itu telah pergi. Meninggalkan setumpuk syair yang mudah-mudahan menjadi “mata air” bagi siapa saja. Terpenting, ia menekuni dunia kepengarangan sampai tua. Sampai kemudian maut merenggutnya. (#/flk)

( Sumber: Berita yang diberi ‘kolom khusus’ dalam Harian Serambi Indonesia, Rabu, 16 April 1997 halaman 3 ).

Iklan

Satu pemikiran pada “.. Juru Hikayat dari Krueng Raya!

  1. Amanah bacut pahala meulimpah
    guree meutuah beu ampon dausa
    kubu beu lapang sue’eu beu mudah
    neubrie ya allah leupah bak balaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s