Sastrawan Aceh: Sunyi di Tengah Keramaian

Sastrawan Aceh: Sunyi di Tengah Keramaian
— Anung Wendyartaka

KARYA-KARYA besar sering kali dihasilkan dari tempat-tempat yang jauh dari memadai. Tengok saja karya legendaris novel petualangan Old Shatterhand dan sobatnya orang Indian, Winnetou, karya Dr Karl May maupun tetraloginya Pramoedya Ananta Toer yang dihasilkan dari balik jeruji penjara. Masih banyak karya-karya besar dunia lain, terutama sastra, yang dihasilkan dari tempat yang jauh dari fasilitas memadai.

Mungkin hanya kebetulan saja apabila salah satu karya besar dalam dunia sastra di bumi Serambi Mekkah Aceh, yaitu Ensiklopedi Aceh, juga dihasilkan dari sebuah mess yang berbentuk rumah petak ukuran sekitar 3 x 5 meter. Rumah tanpa kamar itu terletak di dalam lingkungan Taman Budaya Aceh di kota Banda Aceh, Provinsi Nanggore Aceh Darussalam. Di tempat inilah, Lesik Keti Ara atau lebih dikenal dengan LK Ara (71), salah satu sastrawan Aceh, ditemani istrinya menyusun karya babon, yakni Ensiklopedi Aceh, dalam 2 tahun terakhir ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Gubernur Aceh sekarang, Ir. Irwandi Yusuf, M.Sc Pernah Menikmati Masakan Yuk Harjo-Yuk Mar

44 Tahun Mengabdi untuk Masyarakat Aceh
Semoga Menumbuhkan “Simpul” jalinan Kerjasama Aceh-Yogyakarta
Pengantar
Ini merupakan kisah sejati dua orang kaka-beradik yang menaburkan bakti tulusnya bagi mahasiswa Aceh yang mondok di Asrama Meurapi Dua Yogyakarta. Sang kakak sehari-hari dipanggil Yuk Harjo, Si adik dipanggil Yuk Mar.. Keduanya telah puluhan tahun menyumbangkan karya baktinya buat generasi muda Aceh yang sedang menuntut ilmu di Kota Budaya Yogyakarta. Pergaulan antara mahasiswa Aceh dengan Yuk Harjo dan Yuk Mar; sangat akrab, bagaikan adik dengan kakak, atau bagai anak dengan orangtua. Ini suatu pertanda bahwa perlakuan orang Aceh terhadap “orang lain” di luar klannya cukup manusiawi. Melalui hubungan dan perlakuan seperti ini diharapkan nantinya terjalin kerjasama Aceh – Yogyakarta.
Manisnya pergaulan Yuk Harjo dan Yuk Mar dengan mahasiswa Aceh, ditulis dalam bahasa yang apik oleh Drs. T.A. Sakti, SmHk, mantan penghuni Asrama Meurapi Dua Yogyakarta. Ia juga orang yang pernah menikmati bagaimana lezatnya nasi dan lauk yang dimasak oleh kedua kakak angkatnya itu.

Baca lebih lanjut

Historiografi Lokal Di Aceh Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang

ABSTRAK

Judul Tesis : Historiografi Lokal Di Aceh Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang
Nama Penulis/NIM : T. Abdullah / 25131881-2
Kata Kunci (Keywords) : Historiografi Lokal, Aceh, Hikayat Malem Dagang.

Hikayat Malem Dagang (HMD) merupakan salah satu bentuk dari historiografi tradisional. HMD menceritakan peristiwa perjalanan Iskandar Muda bersama para panglima dan pasukan Aceh dalam melakukan penyerangan ke negeri Johor. Untuk mendapatkan bagaimana sebenarnya peristiwa sejarah tersebut yang digambarkan dalam hikayat ini, maka penulis membuat penelitian dengan judul “Historiografi Lokal Di Aceh, Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang”. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang perkembangan peristiwa sejarah dan historiografi lokal di Aceh dari HMD dan keakuratan peristiwa sejarah yang terdapat dalam HMD.

Baca lebih lanjut

Local Historiography, Aceh, Hikayat Malem Dagang

ABSTRACT

Judul Tesis : Historiografi Lokal Di Aceh Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang
Nama Penulis/NIM : T. Abdullah / 25131881-2
Kata Kunci (Keywords) : Local Historiography, Aceh, Hikayat Malem Dagang

Hikayat Malem Dagang is one of traditional historiographies. Hikayat Malem Dagang (HMD) tells about the journey of Iskandar Muda with the commanders and Aceh army in attacking the Kingdom of Johor. To get the real history of the tale, the writer conducted a study entitled “Local Historiography in Aceh, A Study of Hikayat Malem Dagang”. The purpose of this study was to get a description about the historical development and local historiography in Aceh from HMD and the accuracy of the histories stated in HMD.

Baca lebih lanjut

Ada Dugaan Kuat Gadjah Mada Dimakamkan di Lampung Barat

Ada Dugaan Kuat Gadjah Mada
Dimakamkan di Lampung Barat

Serambi Bandar Lampung
Berdasarkan penelusuran sejarah dari berbagai sumber dengan dukungan bukti – bukti benda peninggalan maupun legenda dalam masyarakat, ada dugaan kuat bahwa Maha Patih Gadjah Mada memang dimakamkan di Pugung Tampak, Lampung Barat.
Ahli sejarah Universitas Lampung, Dr Husin Sayuti mengatakan di Bandar lampung, baru – baru ini, beberapa hipotesis yang secara otomatis akan menumbangkan hipotesis yang selama ini ada, menyebutkan bahwa menurut kitab Negarakertagama selesai disusun.

Baca lebih lanjut

Gara-gara Minuman Keras, Malaysia Hukum Mati 167 Orang Warganya

Gara-gara Minuman Keras, Malaysia Hukum Mati 167 Orang Warganya

Kuala Lumpur, [KNI/AP].

          Pengadilan-pengadilan Malaysia telah mejatuhkan hukuman mati kapada 167 orang karena menyangkut minuman keras, sejak Parlemen menyatujui dijatuhkannya hukuman atas tindak pelangaran seperti itu pada tahun 1985. Demikian dikatakan oleh pejabat tinggi pemerintah.

Dari jumlah tersebut di atas, 51 orang digantung dan sisanya menunggu keputusan naik banding atau eksekusi, demikian dikatakan oleh Wakil Menteri luar Negeri Megat Junid Megat Ayub pada pembukaan  pameran anti-minuman keras hari Selasa.

Baca lebih lanjut

Meunasah Alue dan Legenda P Ramlee

                             Meunasah Alue dan Legenda P Ramlee

“Tanam pinang ditanah rata

tanam kelapa dibukit tinggi

pucuk di awan melambai mesra

akar bertemu di perut bumi!”

 

.
Alangkah puitisnya kata-kata tersebut. Ia memiliki makna yang dalam. Itulah sekerat syair dari sebuah lagu yang pernah dipopulerkan oleh Ahmad Jais – – penyanyi Malaysia – – yang dihapal baik oleh publik Indonesia, terutama di Aceh pada dekade tujuh puluhan.

Baca lebih lanjut

Musabaqah Ke I Dalail Khairat se-Kab. Pidie dibuka Gubernur

       Musabaqah Ke I Dalail Khairat se-Kab. Pidie dibuka Gubernur

Sigli, 22 Juli (Waspada)
Musabaqah Dalail Khairat yang ke 1 tingkat Kabupaten Pidie yang diikuti oleh 23 Kecamatan, dibuka oleh Gebernur Aceh baru-baru ini di Pendopo Kabupaten Pidie. Selain itu sekaligus pula dibuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Shalat Berjamaah yang diikuti oleh sejumlah Remaja Putra dan Putri se Kabupaten Pidie.

Baca lebih lanjut

Hiem Aceh Amat Memprihatinakan Sekarang!

Memprihatinkan, Perkembangan Hiem dalam Masyarakat Aceh

Serambi-Banda Aceh

Teka teki (bahasa Aceh: hiem) sebagai salah satu bentuk sastra lisan dalam masyarakat Aceh, kini nyaris punah akibat semakin longgarnya ikatan adat dan kebiasaan sehari-hari, serta pesatnya teknologi informasi. Selain itu, sikap ketidakpedulian generasi muda terhadap perkembangan sastra lisan, ikut mempengaruhi surutnya tradisi hiem yang sebelumnya cukup populer di Aceh.

Baca lebih lanjut

PECINAN DI MAKASSAR

Catatan: Hari ini Senin, 8 Februari 2016 adalah Hari Libur Nasional, yaitu Hari Raya Imlek. Menurut penjelasan Budayawan Jaya Suprana di MetroTV tadi malam; Libur Nasional HARI RAYA IMLEK adalah anugerah bagi WNI asal Tiongkok semasa Presiden Gusdur. “Tanpa Gusdur mungkin tak ada anugerah itu”, katanya.

 

PECINAN DI MAKASSAR
Warga Tionghoa berharap bisa hidup lebih tenang dan lepas dari ketertutupan
Memasuki kawasan Jalan Ahmad Yani, Makassar, sebuah gapura dengan arsitektur khas berdiri di sebelah kiri jalan, tepatnya pintu masuk Jalan Jampea. Di gapura itu terdapat tulisan dengan huruf kanji dan latin ‘China Town’ atau Kota Cina.

Baca lebih lanjut