Surat UU.Hamidy ( 10 ) – Penulis 57 buku tentang Dunia Melayu Raya

                                                                                   Pekanbaru, Jum’at 8  Juni 2007.

Bung TA Sakti yang baik.

Salam buat Bung sekeluarga,  kiranya taufik  ( petunjuk)  dan hidayah(kelapangan) selalu tercurah kepada Bung, dari Allah Swt,  yang menentukan segala-galanya  di  jagad raya ini. Saya menerima kiriman Bung pada hari Rabu 6 Juni 2007. Setelah saya baca berita dari Bung termasuk tulisan saya yang dimuat, maka pada hari Kamis 7 Juni saya tulis karangan pendek 3 halaman ini dengan tajuk, Peranan Aceh sebagai Pusat Bahasa Melayu.

Tulisan itu segera saya susun, karena Bung membuat surat pembaca tentang peranan Aceh yang sebenarnya cukup menentukan dalam perjalanan bahasa Melayu di rantau Asia Tenggara. Dalam buku kecil saya yang bertajuk, Dari Bahasa Melayu sampai Bahasa Indonesia ( yang sekarang dikiramkan kepada Bung ) telah saya jelaskan, betapa pentingya Aceh dalam belantara perkembangan bahasa Melayu. Jika saya di Riau telah menurunkan buku yang bertajuk Riau sebagai Pusat Bahasa Melayu, cetakan I 1980, cetakan II 1985, cetakan III 1987 dan cetakan IV tahun 2005, maka di Aceh memang layak pula terbit buku yang kurang lebih juga bertajuk serupa itu. Itulah sekarang yang dibidas oleh tulisan saya ini.

Pihak Balai Bahasa Banda Aceh, semestinya sudah lama mengundang Bung minta gagasan dan sekaligus tenaga, karena kemampuan Bung yang cukup mengagumkan ini, akan terbuang sebagian, jika tidak ada peluang untuk menyalurkannya. Seorang di antara tenaga Balai Bahasa itu berasal  dari Riau, yakni Medriosno. Kepadanya sudah saya pesankan, agar Balai Bahasa Aceh ini, tidak sampai menyia-nyiakan tenaga dan kemampuan Bung. Namun sayang, saya tak pernah mendengar bagaimana tanggapannya.

Saya amat tersentuh sekali, membaca berita betapa mesin tik Bung benar-benar tak dapat dipakai lagi. Bung tahu kantor-kantor sekarang ini, sudah beralih kepada komputer. Banyak mesin tik kantor yang tidak terpakai lagi. Coba Bung hubungi beberapa kantor, yang agaknya tidak keberatan menghibahkan mesin ketiknya buat Bung, daripada lapuk menjadi besi tua, atau dijual sebagai barang loak. Andaikan saya  berada  di Aceh, saya tidak akan segan-segan mencarikan mesin ketik buat Bung, melalui orang  yang  saya kenal.

Wahai Ta Sakti, Bung niscaya lebih arif daripada saya. Tidaklah apa-apa yang menimpa diri kita serta jagad raya ini, sebelumnya telah dituliskan oleh Allah dalam kitab yang terpelihara, sebelum Dia melaksanakannya. Hal itu dilakukan Allah kata-Nya dalam Surah Al Hadid kalau tak silaf ayat 21-22, supaya kita jangan terlalu bersukaria dengan apa yang kita peroleh, serta tidak pula terlalu bersedih dengan apa yang  tidak bisa  dicapai. Mudah2an dengan bersandar kepada Allah, kita mendapatkan jalan yang lapang dari dunia menuju akhirat.

                                                                                                                                                       Wassalam

                                                                                                                                                            dto

                                                                                                                                                       UU.  Hamidy

# Saya kirim

2 – 6 – 2007 dgn Tiki

               TA

        27 – 6 – 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s