Historiografi Lokal Di Aceh Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang

ABSTRAK

Judul Tesis : Historiografi Lokal Di Aceh Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang
Nama Penulis/NIM : T. Abdullah / 25131881-2
Kata Kunci (Keywords) : Historiografi Lokal, Aceh, Hikayat Malem Dagang.

Hikayat Malem Dagang (HMD) merupakan salah satu bentuk dari historiografi tradisional. HMD menceritakan peristiwa perjalanan Iskandar Muda bersama para panglima dan pasukan Aceh dalam melakukan penyerangan ke negeri Johor. Untuk mendapatkan bagaimana sebenarnya peristiwa sejarah tersebut yang digambarkan dalam hikayat ini, maka penulis membuat penelitian dengan judul “Historiografi Lokal Di Aceh, Studi Terhadap Hikayat Malem Dagang”. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang perkembangan peristiwa sejarah dan historiografi lokal di Aceh dari HMD dan keakuratan peristiwa sejarah yang terdapat dalam HMD.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah kritis, dimana pada tahap awal dilakukan penentuan sumber primer dan pengumpulan sumber sekunder, melakukan pemilahan data baik secara intern dan ekstern, kemudian menganalisa sumber data dan pada tahap akhir membuat kesimpulan dalam bentuk penulisan sejarah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di samping mengandung unsur-unsur mitos, HMD juga memuat informasi sejarah yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Ekpansi Aceh ke Johor benar-benar telah terjadi pada tahun 1613 dan 1615. Armada pasukan Aceh menyeberangi laut Selat Melaka menuju Johor dengan menumpangi kapal-kapal layar yang dikomandoi kapal induk “Cakra Donya”. Tokoh-tokoh yang tercantum dalam HMD yang menggunakan nama samaran seperti Raja Raden, Raja Si Ujud, Ja Pakeh, Malem Dagang, dan Panglima Pidie; kesemuanya adalah tokoh sejarah. Sebagian mereka masih dikenali nama asli yaitu Raja Abdullah dengan gelar Sultan Abdullah Mu’ayat Syah sebagai Raja Raden dan Raja Mansur dengan gelar Sultan Alauddin Ri’ayat Syah III bagi Raja Si Ujud. Begitu pula perkawinan Sultan Iskandar Muda dengan Putroe Phang, Peran Putroe Phang sebagai salah satu tokoh penting dalam hubungan Aceh dengan negeri Pahang juga sesuai dengan fakta sejarah. Tempat-tempat yang disebutkan dalam HMD adalah benar adanya, di antaranya seperti Melaka, Johor, Pahang, Johor Lama, Guha, Ladong, Krueng Raya, Meureudu, Jambo Aye, dan lain-lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s