Menanti Prodi Bahasa Aceh di Unsyiah

Menanti Prodi Bahasa Aceh di Unsyiah

Progam Studi Bahasa Aceh di FKIP Universitas Syiah Kuala merupakan satu Prodi yang telah lama din anti-nantikan. Pihak yang menanti tidak hanya civitas academika Unsyiah, melainkan juga seluruh masyarakat Aceh yang sangat cinta akan bahasa Aceh . Penantian lama itu belum di ketahui kapan berakhirnya.
Di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain umumnya telah membuka program studi bahasa daerah. Seperti IKIP Medan, IKIP Bandung, USU, UGM dan beberapa PTN lain. Lantas, bagaimana dengan Unsyiah yang telah berusia seperempat abad lebih ? Mengapa Prodi Bahasa Aceh sampai saat ini belum dibuka?
Dua masalah di atas merupakan persoalan yang patut dikaji dan diteliti lebih lanjut.
Unsyiah merupakan jantung masyarakat Aceh. Oleh karena itu, perhatian masyarakat sangat jelas terlihat dalam memajukan dan meningkatkan kualitas mahasiswanya, pun kuantitas fakultas dan jurusannya.
Beberapa tahun lalu telah dibuka lagi Fakultas MIPA yang meliputi empat jurusan, yaitu Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi. Di FKIP dibuka pula Program Studi Kesenian.
Secara langsung pembukaan fakultas dan Prodi tersebut tentulah memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Aceh, bahkan untuk Indonesia. Sebab, para alumni tersebut tidak hanya menerapkan ilmunya di Aceh.
Mengapa Bahasa Aceh?
Apapun alasannya setiap daerah harus berupaya melestarikan kebudayaan daerahnya. Hal ini merupakan satu tanggung jawab yang tidak ringan. Salah satu unsur budaya daerah adalah bahasa daerah. Bahasa tersebut merupakan ciri kedaerahan dan menjadi identitas spesifik. Pengertian ciri khas kedaerahan kita artikan di sini secara positif.
Bahasa Aceh sebagai bahasa daerah berhak untuk hidup dan berkembang sesuai dengan perkembangan dan pemikiran penuturnya. Bahasa Aceh juga punya kedudukan dan fungsi yang sama dengan bahasa daerah lain di seluruh nusantara. Jika demikian, maka otomatis bahasa Aceh juga mempunyai hak untuk hidup, berkembang, dan dilembagakan pada satu lembaga negeri. Maksudnya, ia harus ditumbuh kembangkan dari waktu ke waktu . Sehingga ia tetap menjadi asset yang berguna dan viral bagi daerahnya.
Salah satu langkah yang paling tepat adalah dengan membuka Prodi Bahasa Aceh di Unsyiah. Sehingga nantinya diharapkan beberapa kendala yang selama ini terjadi di masyarakat akan dapat teratasi perlahan-lahan . Persoalan yang mencuat saat ini terutama di bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Aceh di sekolah-sekolah akan bisa diantisipasi.
Beberapa fenomena yang timbul di masyarakat yang kurang konprehensifnya pengajaran bahasa Aceh di sekolah, antara lain:
* Para siswa menjadi verbalisme.
Maksudnya hanya dapat menggunakan bahasa Aceh secara lisan dalam kontek bahasa pasaran. Mereka sama sekali tidak mampu menggunakan bahasa Aceh dalam bentuk tulisan. Persoalan ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bahasa Aceh di masa yang akan datang. Sungguh riskan rasanya, jika kita mengembangkan satu bahasa, sementara kita tidak punya kemampuan menggunakan bahasa tersebut dalam bentuk tulis.
* Tidak jelasnya mana konsep bahasa Aceh yang standar.
Ini tidak hanya menyangkut dialek, melainkan juga kosa katanya. Hal ini juga menjadi satu masalah besar, terutama jika bahasa tersebut digunakan di media-media cetak dan elektronik. Misalnya saja di terbitkan buku pelajaran bahasa Aceh untuk sekolah (SD, SLTP, SLTA), muncul beberapa masalah terutama bagi siswa yang tidak menguasai dialek bahasa Aceh yang dipakai pada buku tersebut. Jadi, perlu satu kesepakatan final. Dengan demikian, muncullah satu dialek Aceh yang dibakukan.
Untuk merealisasikan masalah ini perlu adanya kesadaran yang tinggi dari segenap masyarakat Aceh. Kata sepakat merupakan titik final. Dengan kata lain, rasa ‘etnis sentris’ kabupatenan harus dihilangkan, digantikan dengan rasa memiliki dan bertanggung jawab dengan bahasa daerah.
* Adanya perbedaan kemampuan guru dalam mengajar bahasa Aceh.
Hal ini memang suatu yang wajar, karena guru yang mengajar bahasa Aceh bukanlah guru yang professional. Jadi tidak pernah menempuh pendidikan secara khusus. Guru yang mengajarkan bahasa Aceh , adalah guru yang dianggap bisa berbahasa Aceh dan bisa mengajar. Pokoknya tidak soal, apakah guru IPA, IPS, Bahasa Indonesia, atau guru Agama. Fenomena ini jelas sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan kecakapan siswa di bidang bahasa dan sastra Aceh.
Tiga masalah tersebut merupakan hal yang perlu dipikirkan dan dirumuskan cara penyelesaiannya. Satu langkah yang paling tepat, akurat adalah mengusulkan agar Prodi Bahasa dan Sastra Aceh secepatnya dibuka di Unsyiah. Lantas timbul pertanyaan: Program (sastra) apa yang harus dibuka dan siapa pula yang menjadi tenaga edukatif di Prodi baru tersebut?
Tenaga Pengajar
Melihat fenomena dan eksistensi bahasa Aceh di masyarakat saat ini, maka hal yang harus dilakukan adalah membuka Program Diploma Kepentingan Prodi Bahasa Aceh. Langkah ini akan lebih cepat dan tepat untuk mengantisipasi gejala-gejala yang tidak menguntungkan perkembangan Bahasa Aceh.
Alumninya diharapkan akan mampu menciptakan kondisi yang lebih baik dibandingkan saat ini. Hal yang paling penting dilaksanakan adalah mendidik para siswa agar trampil menggunakan bahasa Aceh, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Jadi, materi-materi yang diajarkan hendaknya lebih ditekankan pada hal yang sifatnya kebutuhan praktis.
Selanjutnya , siapa-siapakah yang bertindak sebagai tenaga edukatif di program studi tersebut? Menurut penulis ada satu cara yang mungkin dapat ditempuh untuk menjaring tenaga pengajar yang dibutuhkan.
Pertama, pihak universitas dapat melakukan pengumuman kepada khalayak. Sehingga, orang-orang yang mempunyai kemampuan di bidang bahasa dan sastra Aceh berhak mengikuti tes. Bila ia memenuhi persyaratan, berhak sebagai tenaga pengajar tidak tetap (dosen lepas).
Selain itu, sudah tentu ada beberapa tenaga pengajar Unsyiah yang mempunyai kemampuan menonjol dalam bidang bahasa dan sastra Aceh. Jika hal ini memang ada, perihal tenaga mengajar tidak menjadi masalah lagi. Jadi, tinggal menyusun kurikulum yang cocok dengan kebutuhan masyarakat.
Sampai kapanpun kita dan seluruh masyarakat Aceh, tetap mengharapkan dibukanya Program Studi Bahasa dan Sastra Aceh di Unsyiah, atau lebih bagus lagi didirikannya sebuah Fakultas Sastra. Hal ini sangat beralasan, karena kita tidak ingin ketinggalan dari provinsi-provinsi lain dan kita pun tak merelakan generasi muda Aceh semakin sulit meggunakan bahasa ibunya, baik secara lisan maupun tertulis. (ansor tambunan)

*Sumber: Serambi Indonesia, Senin, 3 Januari 1994, halaman 9(Kampus)

Iklan

Ketika delapan tahun menjadi Blogger

Ketika delapan tahun menjadi Blogger:

18 Juni 2009 – 18 Juni 2017-06-18

Ayo, Menuliskan Aceh di Internet:
Judul “Ayo Menuliskan Aceh di Internet” merupakan poster pengumuman yang dipajangkan panitia seminar internet di samping barat depan Gedung AAC. Dayan Dawod Darussalam, Banda Aceh  pada bulan Juni 2009, delapan tahun yang lalu!. Sampai hari ini, saya masih menggunakan judul itu setiap saya memperingati hari keterlibatan saya dalam Dunia Blogger yang sebenarnya kurang saya pahami itu. Jadi walaupun saya sudah bergelut delapan tahun, tapi saya merasa masih dalam taraf ikut-ikutan, tidak tahu maknanya, apalagi faedah dan kerugiannya.
Ada pihak yang mengajak saya untuk memperoleh uang dari kegiatan blogger ini, tetapi banyak pula teman-teman yang melarang saya mencari uang lewat urusan blogger. Namun, yang  amat  membingungkan saya, kenapa pembaca luar negeri yang paling banyak membaca isi blog ini adalah dari negara Amerika Serikat!. Mudah-mudahan ke depan akan ada orang yang dapat dipercaya menjelaskan soal itu!.
Berikut ini saya muat cuplikan (bagian kecil)  dari sebuah kitab yang tidak utuh lagi. Siapa pengarang kitab ini hingga sekarang tidak jelas, namun menurut pengamatan saya  ia ditulis/disalin ulang oleh Tuwanku Raja Keumala, karena pada penutupnya selalu tercantum gampong Kedah, Kuta Raja. Isinya  berupa nadham dan syair-syair agama peninggalan ulama-ulama Aceh terdahulu. Sebagian dari nadham ini memang disebut pengarangnya, yaitu Teungku Chiek Di Reubee(sekarang di Kecamatan Delima, Pidie).

بسم الله الرحمن الرحيم
(ألِفْ) الله ۑن اشارة نما اسم ذات * سنن محمفون جنس أسْمَا دڠن صِفَاتْ
(Aleh) Allah nyan isyarah nama Isem Zat * sinan meuhimpon jeuneh Asma deungon Sifat
سى يڠ تيلك دڠن ذِهِن بك اسم ۑن * ۑتا توهن خَالِقُ الْعالمَ ددالم ۑن
Soe nyang tilek deungon zihen bak Isim nyan * nyata Tuhan Khaliqul ‘alam didalam nyan
(ب) اشارة بَهاَءُ لله بائك توهن * يڠ مصفة دڠن جميل كائلؤ كن
(Ba) isyarah bahaullah bayek Tuhan * nyang meusifeuet deungon Jamil keu elokan
هنا بنديڠ ڠن تلادان موتا فسَا * سكالى ٢ مها سوچى توهن يڠ اسَا
Hana bandeng ngon teuladan meita peusa * sikali kali maha suci Tuhan Nyang Asa
(ت) اشارة تَوْبَة بك الله نبك دوشا * ظاهر
باطن رجوع بك توهن كتاڽوهمبا
(Ta) Isyarat taubat bak Allah nibak deesya * lahe baten ruj’uk bak Tuhan geutanyoe hamba
تاۑسل درى يوه ڬوه تتوف فنتو توبة * ماس هيدوف كهلوم تالوب دالم جرات
Ta nyeusai droe yoh goh teutop pinto taubat * masa hudep gohlom talob dalam jeurat
(ث) ثَوَابْ بتهت هارف نبرى فهلا * أوليه توهن دوم عمل صالح تا كرجا
(Tsa) tsawab beuthat harap neubri pahla * uleh Tuhan dum ‘amal saleh ta keureuja
بى مكوريس دالم ذِهنْ فوبوة معصية
ايڠت كدوشا بك آخر ماس دودو مكريت
Bek meugureh dalam zihen peubuet maksiet * ingat keu deesya bak akhe masa dudoe meugriet
(ج) جَلَّ الله ۑن اشارة كبا سران توهن * تهت اماره سى يڠ بنته بك سورهن
(Jim) Jalallah nyan isyarah keubeusaran Tuhan * that amarah soe nyang bantah bak surohan
ايڠت ٢ جلال توهن هى بديمان * بئ فجاته نجس بك توبه معصية كتوهن
Ingat ingat jalal Tuhan he budiman * bek peujatoeh najih bak tuboeh maksiet keu Tuhan
(ح) حَليم توهن كريم كما سه نتهت * كتاڽى همبا نبرى كارنۑا فى يڠ حاجة
(Ha) Halim Tuhan karim geumaseh neu that * geutanyoe hamba neubri karonya peue nyang hajat
لوم نصبر هن نعذاب لم دنيا ۑى * يڠدرهكا تمر نشكسا فا كى دودى
Lom neu saba han neu adeup lam donya nyoe * nyang darohaka teuma neu syeksa page dudoe
(خ) خَلِيفَهْ فوتالله ڬنتى بك أومة * نبڠكيت نبى سى فتورى جالن عبادة
(Kha) Khalifah Poteu Allah gantoe bak umat * neu bangket Nabi soe peuturi jalan ibadat
نابئ سيست دوم كتاۑى أومة دومنا * نكبه ڬنتى نبي دودى شيخ علماء
Nabek sisat dum geutanyoe umat dumna * neukeubah gantoe Nabi syiah ulama
(د) دنياۑى سيكرا هيلڠ بئ تهت عجب * هن تريب لَما دوق لم دنيا فيوه سكجف
(Dai) Donya nyoe sigra hilang bek that ‘ajab * hantreb lama duek lam donya piyoh sikeujab
يڠ كتنتوت بك كتاڽى ميتا بكل * مسَا جنى بئ جد دودى تمر مۑسل
Nyang geutuntut bak geutanyoe mita beukai * masa jinoe bek jeuet dudoe tameu nyeusai
(ذ) ذَلِيلْ بتا كتهوى درى تهينا * مولا فهون جادى نبك ائر هاۑى توهن فينا
(Zai) Zalil beuta keutahwi droe teuhina * mula phon jadi nibak ie hanyi Tuhan peuna

( ١١ )
ايڠت فوليم بئ وهم درى لبه كتا * نبك يڠلائن تاسيديك فانى أصل مولا
Ingat Polem bek waham droe leubeh gata * nibak nyang laen tasidek pane asai mula
( ر ) رِضْوَانُ كرضأن بن يڠ قضا * نبك توهن كسو كأن داتڠ بَلاَ
(Ra) Ridhwan keu ridhaan ban nyang qadla * nibak Tuhan keu sukaan datang bala
بئنا سوسه بتا تهو درى لم قَبْضَهُ * فرنته توهن هنا جالن تامُخَا لَفَهْ
Bekna susah beuta thee droe lam qabdlahu * peurintah Tuhan hana jalan ta mukhalafahu
( ز ) زَكيهْ ين اشاره درى بسوجى * نبك صفة دوم يڠ جهت ٢ يڠ كبنچى
(Zoe) Zakiah nyan isyarah droe beusuci * nibak sifeuet dum nyang jeuheuet nyang geubanci
مثل عجب سمعه رياء دڠكى كوعه * ظاهر باطن كأدم بيك تابڠيه
Miseue ‘ujob sumeu’ah riya deungki ku’eh * lahe baten keu Adam bek tabeungeh
( س ) سلامة دومنا أومة بسجهترا * دنيا أخرة توهن برى رحمة مكندا ٢
(Sin) Seulamat dumna umat beusijahtra * donya akhirat Tuhan bri rahmat meuganda-ganda
توهن كرنيا فڠكت لبه سبب مليا * نبى محمد نفجد أومة أورڠ مبهڬيا
Tuhan karonya pangkat leubeh sabab mulia * Nabi Muhammad neu peujeuet umat ureueng meubahgia
( ش ) تاشُكُرْ دوم كتابى كفوت الله * كرنيا لا تهت نبك حضرة كهمبا الله
(Syen) Tasyuko dum geutanyoe keu Potallah * karonya lethat nibak Hadlarat keu hamba Allah
نفجد ڬتاۑى نبك عدم مَحَضُ ديلوتن * نبرى معرفة جالن كنل ذات توهن رحمن
Neu peujeuet geutanyoe nibak ‘adam mahadlu dilee tan * neubri makrifat jalan keunal Zat Tuhan Rahman
( ص ) تاصبر دوم كتاۑى نبك بَلَا * نامڠ سمفى كدوم كتاۑى بسر فهلا
(Shad) Tasaba dum geutanyoe nibak bala * nameung sampoe keudum geutanyoe besar pahla
ايڠت كدرى دوم كتاۑى مِلِك الله * فاتوت نحكم بن يڠ كهنداق نفرنته
Ingat keudroe dum geutanyoe milek Allah * patot neu hukom ban nyang kheundak neu peurintah
( ض ) ضَلَالَةُ نفا سيست أوله توهن * كبار ڠسى يڠ نكهنداق كهينأن
(Dlat) Dlalalah neu peusisat uleh Tuhan * Keu beurangsoe nyang neu kheundak keuhinaan
ۑن علامة كظاهران صفة جلال * ايمان ڠن طاعت ۑن علامة صفة جمال
Nyan alamat keulaheran sifeuet jalal * Iman ngon thaat nyan alamat sifeuet jamal
( ط ) اشارة أوبك طَاعَةْ تندا بهڬيا * كفر معصية ۑن علامة تندا چلا كا
(Tha) isyarat ubak Thaat tanda bahgia * kupho maksiet nyan alamat tanda ceulaka
بتا ايڠت دوا علامة هى بديمان * ايكوت لى كتا تندا بهڬيا فو بوة سورهن
Beuta ingat dua alamat he budiman * ikotle gata tanda bahgia peubuet surohan
( ظ ) اشارة أوبك ظالم بئ إِنْنَاىَ * كبار ڠسى لم دنيا ڽي نبك همبا
(Zha) isyarat ubak Zalem bek enanya * keu beurangsoe lam donya nyoe nibak hamba
تا كوة ڬأمبل أورى فا كى عمل ڬتا * كبرى كقصاص كجوك بالس فوارتا
Takot geuambil uroe page ‘amal gata * geubri keu Qishas geucok balaih Po areuta
( ع ) علمو مَعْرِفَة الله تفا تنتو * يڠ هن رامبڠ جك فسنڠ أوبك ڬورو
(‘In) Eleumei Makrifatullah tapeu teuntee * nyang han reumbang jak peuseunang ubak guree
يڠ موافقة أهل السنة ۑن تاا يكوة * يڠ بِدْعَةُ ڠن ضلالة بواڠ أو ليكوة
Nyang mupakat Ahli Sunnah nyan taikot * nyang bideu’ah ngon dlalalah buwang ulikot
( غ ) غَنِى توهنكو ربي كيا لمفه * نبرى كَرَنُيَا دوم كهمبا تهت بَحْرُ الله
(Ghen) Ghani Tuhanku Rabbi kaya limpah * neubri karonya dum keuhamba that bahrullah
دوم كتاڽي لالى كدرى هن تاايڠت * كنعمة توهن مابوق مومڠ دڠن معصية
Dum geutanyoe lale keudroe han taingat * keu niekmat Tuhan mabok mumang deungon maksiet
( ف ) فنا دوم سكلين ها بس بنسا * توڠ عبارة بئلى لذة مالم أورى
(Fa) Fana dum seukalian habeh binasa * tueng ‘ibarat bekle ladat malam uroe

( ١٢ )
ايعت ٢ تكاموات هنا مجن * فيله عمل يڠ جتتْ كبكل تباسا جن
Ingat ingat teuka mawot hana meujan * pileh ‘amai nyang jeuet keu beukai taba sajan
( ق ) قُرْبَه بك فوت الله فهمفر درى * فوبوة طاعة هاتى لذة مالم أورى
(Kaih) Qurbah bagi Potallah peuhampe droe * peubuet thaat hate ladat malam uroe
ۑن كبكل يڠ هن تڠڬل ڬتا هن چرى * نيفهون لم قبور هڠڬا تلالو سمفى بك تيتى
Nyankeu beukai nyan han tinggai gata han cre * niphon lam kubu hingga talalu sampe bak titi
( ك ) كلمه ذ كر الله بئتا لوفا * ۑن تاسبت ايڠت معبود توهن اسَا
(Keueh) Kalimah zikerullah bekna lupa * nyan taseubut ingat makbud Tuhan Asa
هڠڬا مجمفور سبوة كلمه اسَىْ ڠن داره * تفو مسرا ايلير اير متا فنوه لمفه
Hingga meujampu seubut kalimah asoe ngon darah * tapeu meusra ile ie mata peunoh limpah
( ل ) اشارة لِقاء الله فكرى حيلة * دوم كتابى عُه متمڠ ڠن فوت الله
(Lam) Isyarat liqa Allah pakri ilah * dum geutanyoe ‘oh meuteumeung ngon Po Tallah
دوشا لاتهت تكرجا أورى مالم * توهن نحكم دڠن شرع كن ڠن رسم
Deesya lethat takeureuja uroe malam * Tuhan neu hukom deungon Syar’ak kon ngon reusam
( م ) اشارة أوبك مِنَة نعمة توهن * هنئك هڠڬا نعمة متا لائن سكلين
(Mim) Isyarat ubak minat niekmat Tuhan * han ek hingga niekmat mata laen seukalian
هنا دافت جى مقابله أوليه برڠسى * اكن نعمة فرى جى قيمة شكر بك درى
Hana dapat ji meungbalah uleh beurangsoe * akan niekmat proe ji kimat syuko bak droe
( ن ) نِيَه بك شربعة تبڠسا دري * فڠهولو نبى يڠ مولا برى شفاعة دودي
(Nun) Niet bak syari’at tabangsa droe * panghulee Nabi nyang mula bri syafa’at dudoe
دوم أنبياء نكهن دمحشر نفسى ٢ * نبى ڬتابى يڠ كهن دودى َأُمَّتى ٢
Dum Ambiya neukheun di Mahsya nafsi-nafsi * Nabi geutanyoe nyang kheun dudoe ummati-ummati
( و ) وَلَهان سايڠ انسان دالم لالى * أورى مالم عمر كارم دالم روڬو
(Wee) Walahan ayang insan dalam laloe * uroe malam umu karam dalam rugoe
عه كبڠكيت متاجى اليت تندوق أولو * مى مريب٢ ساڠت غريب هنڬج لا ڬو
‘Oh geubangket mata ji ilet tunduk ulee * moe meureb-reb sangat ghareb han got lagee
(ه) هِدَايَه نبك الله فنجوك جالن * كبارڠسى يڠ نكهنداق برى مأيمان
(Ha) Hidayah nibak Allah peutunyok jalan * keu beurangsoe nyang neu kheundak bri meu-Iman
دڠن حكمة نبري هداية أوليه توهن * نكهنداق فظاهر صفة جَمَلُ كائلؤ كن
Deungon Hikeumat neubri Hidayah uleh Tuhan * Neu kheundak peulahe sifeuet Jamal keuelokan
( لاء ) لَاإلهَ إلا اللهُ أمبل كتولن * ين فليت يڠتراڠ چهيا فڠس جالن
(Lam Aleh) Lailaha illallah ambil keu Tuhan * nyang peulita nyang trang cahya peungeuh jalan
فري تأمبل ۑن كتولن أوله ڬتا * داس تكالن جالن لم كلم ڬلب ڬليتا
Proe taambil nyang keu taulan uleh gata * deueh takalon jalan lam klam glap gulita
( ى ) يا الله ياتوهنكو نفلهرا * دنيا أخرة نبري سلامة كامو دومنا
(Ya) Ya Allah Ya Tuhanku neu peulahra * donya akhirat neubri seulamat kamoe dumna
بركة شفاعة نبي محمد سيد ا لانام * كامى سمفى دالم نڠڬرى دار السلام
Bereukat syafaat Nabi Muhammad Saiyidil Anam * kamoe sampe dalam nanggroe Darussalam
( چ ) چابة دري نبك دوشا سكلين * بئ مۑسل أورى دودى نبك توهن
(Ca) Jayeh droe  nibak deesya seukaliyan * bek meunyeusai Uroe Dudoe nibak Tuhan
نفو فنوه كفل عمل دوم بسَارات * سمتران كهلوم داتڠ اڠن بارات
Neu peupunoh kapai ‘amai dum beusarat * seumeutaran gohlom datang angen barat
( د ) دڬاڠن بكل سفر دوم فحاصل * تفا سيكرا ديلو بك بوڠكا كوه كفڠڬل
(Dai) dagangan beukai safa dum peuhase * tapeu sigra dilee bak bungka goh geupangge

( ١٣ )
هِمَّه بتهت فتكوه الت فرلَا يران * اڠن باراة رايا باكة عه جن طوفن
Himmah beuthat peuteugoh alat peulayaran * angen barat raya bakat ‘ohjan topan
( ڠ ) ڠاف اڠكو هَنْدَى تولن هنا ڬنده
عمل هنا دوق لم دنيا هن تامينه
(Nga) Ngpa engkau handai taulan hana gundah * ‘amal hana duek lam donya han taminah
فدوم ٢ توبه سملا كو جروه تهت انده * دالم بومى دوم كفاسى سنن ڬا كبه
Padum2 tuboeh samlakoe jroh that indah * dalam bumoe gum geupasoe sinan geukeubah
( ڤ ) فدوم اڠكو ذات تو بهم سكا لين * هادف متا هاتى كتا بك ذات تو هن
(Pa) Padum engkau zat tubuhmu seukalian * hadap mata hate gata bak Zat Allah
مثل كتيكا داتڠ لۑف توبه كمبالى * أوبك أصل عَدَمُ مَحَضُ ديلو جادى
Miseue keutika datang leunyap tuboeh keumbali *ubak asai ‘adam mahadlu dilee jadi
( ڬ ) ڬالَلَهُ كتا فايه همفون ارتا * تن فائده عهكا سده هيلڠ ۑاوا
(Ga) Geu Allah gata payah himpon areuta * tan paidah ‘ohka sudah hilang nyawa
چيت فنجڠ اڠن ٢ أورى مالم * مقصود تن حاصل أوري فا كى دالم جهنم
Cita panyang angan2 uroe malam * makeusud tan hase uroe page lam Jahannam
( ث )ۑتا الله توهن يڠ اساواجب الوجود * لم فنداڠن أورڠ عَارِفْ امفوث شهود
(Nya) Nyata Allah Tuhan Nyang Asa wajibul wujud * lam pandangan ureueng ‘Areh empunya syuhud
ۑن كتوهن قَدِيمْ سودِيَ سدرى مَعْبُوْد * هنا لائن سبا ڬيڽ يڠ مَقْصُودْ
Nyankeu Tuhan qadim saudi sidroe makbud * hana laen sibagoenya nyang maksud
معنى اشارة رَمُوزْ حرف عهنى تمام * يڠ مناسبة بك عبارة أورڠ عوَامْ
Makna Isyarat rumuz harah ‘ohnoe tamam * nyang meunasabat bak ‘ibarat ureueng ‘awam
بك أورڠ عارف لاتهت لافس معنى دالم * علمو وَهْبى فهم فى زا كى عقل تاجم

Bak ureueng ‘Areh lethat lapeh makna dalam * “Eleumei Wahbi pham pi zaki akai tajam
ممدا دومنى بك كتاڽى سابه ماجم * جد بهڬيا سى يڠ بچا معنا جى فهم
Meumada dumnoe bak geutanyoe saboh macam * jeuet bahgiya soe nyang baca makna jipham
جتوڠ عبارة بن كسبوة دالم نَظَمْ * رُمُورْ حرف هن جى أوبه جى فكارام
Jitueng ‘ibarat nyan geuseubut dalam Nadham * Rumuz harah han jiubah ji peukaram
الحمد الله كاكسده نظم تمام * تمر صلوة اتس نبى سَيِدُ اُلْأَ نَامَ
Alhamdulillah kakeu sudah Nadham tamam * teuma seulaweuet ateueh Nabi Saiyidul Anam
وصل الله على سيِدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Washallallahu ‘ala Saiyidina Muhammad * Wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam
( تمت فدا ٢٣ رجب الفرد ١٣٤٤ كوتاراجا آچيه )
{Tamat pada 23 Rajab alfard 1344 Kuta Raja-Aceh)

Setahun lalu, kitab ini pernah saya bayangkan selesai saya salin dalam bulan Puwasa tahun itu. Namun, akibat cobaan berat yang saya alami dalam setahun penuh ini –mulai Ramadhan 1437 s/d Ramadhan 1438 H – di samping tugas-tugas kampus yang semakin padat, mendetil dan rapi, maka kerja menyalin dan alih aksara kitab ini menjadi terbengkalai. Padahal, kitab yang belum diketahui judul ini, mau saya terbitkan sempena Peringatan 33 tahun musibah di Kalasan-Yogyakarta pada 25 Ramadhan 1405 H yang lalu.

Kepada kaum muslimin dan muslimat yang sedang berpuasa, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diridhai Allah SWT.

Bale Tambeh, 18 Juni 2017/23 Ramadhan 1438 H/23 Puwasa 1438

Pemilik Blog Bek Tuwo Budaya: T.A. Sakti

.