Ada Dugaan Kuat Gadjah Mada Dimakamkan di Lampung Barat

Ada Dugaan Kuat Gadjah Mada
Dimakamkan di Lampung Barat

Serambi Bandar Lampung
Berdasarkan penelusuran sejarah dari berbagai sumber dengan dukungan bukti – bukti benda peninggalan maupun legenda dalam masyarakat, ada dugaan kuat bahwa Maha Patih Gadjah Mada memang dimakamkan di Pugung Tampak, Lampung Barat.
Ahli sejarah Universitas Lampung, Dr Husin Sayuti mengatakan di Bandar lampung, baru – baru ini, beberapa hipotesis yang secara otomatis akan menumbangkan hipotesis yang selama ini ada, menyebutkan bahwa menurut kitab Negarakertagama selesai disusun.
Pernyataan itulah kata Husin Sayuti, membuat para ahli sejarah yakin bahwa Gadjah Mada telah wafat dengan tenang, tetapi di mana dimakamkan tidak dijelaskan dan tidak ada satu tempat pun di Jawa menunjukkan Gadjah Mada diperabukan.
Husin Sayuti yang juga Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Lampung menegaskan bahwa hipotesis yang selama ini mendasarkan pada Kitab Negarakertama makin meragukan.
Alasannya, katanya, karena reputasi Mpu Prapanca dikenal dekat dengan Gadjah Mada tetapi kurang disukai Raja Hhyam Wuruk. Selain itu Prapanca baru kembali dari pembuangan sehingga ada dugaan ia mengatakan Gadjah Mada telah meninggal untuk menjaga stabilitas Kerajaan Majapahit sekaligus mencoba membuat raja senang.
Karena itu untuk melakukan analisis harus berdasarkan hipotesis baru bahwa pada tahun 1364 Patih Gadjah Mada belum wafat tetapi menghindar pergi dari Majapahit, jelas Husin Sayuti.
Setelah pergi dari Majapahit, kemungkinan besar lari ke Sumatra, tidak ke Sulawesi atau Lombok yang dikabarkn memiliki peninggalannya, tetapi sulit dibuktikan.
Sedangkan kepergian ke Sumatera punya alasan kuat, karena Gadjah Mada mempunyai sahabat Adityawarman yang pada saat itu berada di Sumatera dan menjadi raja di Pagaruyung, ujar Husin Sayuti.

Sungai Musi
Gadjah Mada, urai Husin Sayuti, menuju ke Sumatera melalui Selat Bangka ke Sumatera Selatan, kemudian menyusuri Sungai Musi, masuk ke Sungai Ogan dan ke Sungai Kelekar . kemudian kembali lagi keluar Sungai Ogan, masuk ke Sungai Musi. Dari Musi kemungkinan besar menuju Sungai Komering karena pada saat itu sudah banyak penduduk Lampung yang pindah ke Sumatera Selatan.
Akhirnya ia memperoleh tempat yang aman di Pugung Tampak, Lampung Barat dan dimakamkan di sana. “tapi dugaan itu masih perlu dibuktikan dengan berbagai penelusuran, karena memang tidak ada bukti Gadjah Mada wafat di Majapahit, melainkan raib ke luar Jawa dan seterusnya Sumatera, “tegasnya.
Sebelumnya, antara yang sempat ikut menelusuri kebenaran makam Gadjah Mada di Lampung Barat memperoleh temuan legenda turun temurun mengenai riwayat perjalanan Gadjah Mada beserta isteri, anak dan menantunya yang akhirnya singgah dan dimakamkan di makam Kesugehan, Desa Pugung Tampak, Kec. Pesisir Utara, Lampung Barat.
Keluarga yang mengaku pewaris turun temurun peninggalan barang milik Gadjah Mada, sekaligus yang mengurus makam Kesugehan juga menunjukkan beberapa barang yang masih disimpan yaitu meriam sundut (pistol), topi alas mahkota, tempat rokok piring makan, dan talam/ nampan yang dipercaya milik Gadjah Mada.
Mereka juga menyebutkan berbagai barang lain yang masih disimpan maupun yang tersebar di beberapa tempat dan diidentifikasi sebagai benda peninggalan yang dibawa Gadjah Mada beserta anak isterinya. (ant)

 

*Sumber: Serambi Indonesia, Jum’at,  2 oktober 1992 halaman 6.

Iklan