Menjelang pelaksanaan Universitas Terbuka

Menjelang pelaksanaan Universitas Terbuka

Mahasiswa Mengalahkan Pengajarnya

Dalam Masalah Menulis

Oleh : IR.Cardiyan H.I.S.

ISTILAH  “ Ledakan Pendidikan Tinggi’’ di negara-negara sedang berkembang seperti untuk pertama kali diungkapkan oleh Dr. T.S Park Rektor Universitas Yonsey. Korea Selatan semakin memusingkan para pemikir pendidikan tinggi kita. Pemecahan mendasar agar para lulusan SLA tidak gandrung terhadap gelar universitas belum ditemukan juga dan ini ibarat memimpikan sebuah ’’revolusi Kebudayaan” . Sebagai akibatnya,  pemecahan yang dilakukan hanya tambal sulam dan tidak pernah  tuntas.

Jalan pintas pun ditempuh dengan mendirikan ’’ Universitas Terbuka” yang akan diperkenalkan pada tahun ajaran 1984/1985 mendatang dekat ini. Universitas Terbuka ini setidak-tidaknya dalam segi tempat ( tata Ruang) untuk sementara boleh diharapkan. Tentang bagaimana mutu lulusan dan adakah kesiapan lapangan kerja bagi lulusan kelak, tentu harus kita tunggu terlebih dahulu.

Dengan adanya Universitas Terbuka a.I. mengakibatkan peranan media cetak maupun media elektronik menjadi semakin besar. Hal ini disebabkan sifat dari penyelenggaraan kuliah yang berbeda dengan universitas yang lazim kita kenal selama ini di mana dosen dan mahasiswa harus bertemu langsung sehingga mutlak diperlukan ruang kuliah.

Konsekuensi dari peningkatan peran  media cetak misalnya berarti pengadaan dosen yang pandai dan rajin menulis menjadi berlipat ganda. Dan menulis ini tidak mudah lho! Ini bukan pertanyaan penulis tetapi kata Dr. Budi Darma, sastrawan yang menjadi Rektor IKIP  Surabaya.

Isyu agar dosen-dosen perguruan tinggi (PT) menulis ilmiah populer di media umum sesungguhnya sudah lama dianjurkan orang. Tetapi isyu ini seperti meraih momentum kembali dengan akan hadirnya sesuatu yang baru bagi bangsa Indonesia. Universitas Terbuka itu.

            Kejutan Mahasiswa ITB      

Pada peringatan Lustrum V ITB bulan Maret 1984 ybl, berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya yang lebih eksklusif, kali ini ITB benar-benar memberikan ’’kejutan” melalui suatu pameran besar menampilkan karya tulis mahasiswa  ITB yang dimuat di media masa  yang terjaring antara tahun 1979 – 1983 dan pemilihan skripsi/tugas akhir yang terbaik di masing2  jurusan yang lulus antara tahun 1979-1983.

Menurut Dra. Ai Andaniah Kepala Perpustakaan Pusat (ITB) yang menjadi Wakil Ketua seksi pameran Karya Tulis Mahasiswa dalam penjelasannnya kepada penulis, dari periode itu terjaring  pas 1.000 artikel di 20 media cetak umum mulai dari majalah “Gadis” sampai majalah ’’Prisma’’, dari mulai koran kecil daerah sampai koran-koran raksasa ’’Sinar Harapan”  (terjaring 39), ‘Kompas” (37)  dan ’’Pikiran Rakyat’’ (466).

Dari 1000 artikel terseleksi 789 artikel tahap pertama dari 120 penulis. Akhirnya Dewan Juri yang terdiri dari PWI Pusat dan tenaga dosen ITB memutuskan  66 artikel terbaik masuk nominasi  dengan 30 penulis. Ketiga puluh penulis inilah yang mendapatkan penghargaan Rektor ITB sebagai pembawa panji-panji kebenaran ilmiah dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Bila diolah dalam persentase angka, 120 penulis tetap mahasiswa ITB ini jelas menggembirakan. Dan semua ini artinya ’’mengalahkan” dosen-dosennya sendiri, yang dari keseluruhannya di ITB tidak akan melebihi 25 dosen penulis yang pernah menulis di media umum, apalagi yang namanya menulis secara tetap minimal 1 tulisan per bulan pada periode 1979-1983 jumlahnya pasti berbilang jari dan orangnya itu ke itu juga. Apabila melihat kepada tabel jumlah dosen (terutama yang bergelar doktor) pada lima perguruan tinggi  utama di Indonesia, jelas jumlah dosen penulis terbatas di ITB tetapi  di PT utama seluruh Indonesia pun   penulisnya  itu ke itu juga. Sungguh suatu hal yang tidak sepatutnya terjadi dan oleh karena itu pula perlu dicari faktor-faktor penyebabnya: mengapa para dosen ’’malas” menulis di media cetak umum? ( Lihat Tabel)

Mahasiswa-mahasiswa  ITB yang rajin-rajin menulis telah ’’menyadarkan’’ kita semua.  Dan Rektor ITB selaku Ketua Senat Guru Besar ITB telah menghargai sumbangan pemikiran mahasiswa dalam suatu forum terhormat. Sekarang yang kita tunggu dari ’’menara gading” PT adalah mengalirnya pemikiran dosen-dosen untuk menulis di ’’Universitas Terbuka” Koran dan Majalah Indonesia”. Kalau saja 5 persen dosen-dosen PT di  Indonesia secara tetap menulis di media umum, betapa bermutunya ’’Universitas Terbuka Koran & Majalah” dan semakin pandai-pandailah ’’mahasiswa pembaca”nya…….! ***

__________________________

  • Penulis adalah lulusan departemen Geodesi ITB di Bandung.  Sekarang a.l. menjadi Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Survei & Pemetaan Indonesia ( APSPI) dalam bidang Hubungan Luar dan mejadi Ketua Komite Pendidikan Ikatan Surveyor Indonesia. ( ISI).

 

 

 

 

TABEL: ’’ASSETS  NASIONAL LIMA PERGURUAN TINGGI UTAMA

No.  Perguruan                         Dosen Tetap Bergelar                                            Mahasiswa

___________________

Tinggi                                 Ph.D   Master/Sarjana                                           Program S-1

  1. ITB Bandung 193          520                                                              341
  2. IPB Bogor 132           491                                                             370
  3. UI Jakarta 128        400                                                           11.091
  4. UNPAD Bandung 81        060                                                              9.111
  5. UGM Yogya 65        190                                                            17.703

______________________________________________________________________________

Sumber : 1. Agenda UI 1983, Penerbit FE- UI.

  1. Laporan Rektor ITB pada Lustrum ke V ITB.
  2. Panduan 83-85 IPB Bogor.
  3. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan S-1 83-84 UNPAD.
  4. Daftar Profil 100 Perguruaan Tinggi, Memilih PT dan Jurusannya, Penerbit

Karya Unipress 1982.

(  Sumber:  Sinar Harapan, 13-4-’84 hlm. VI).

 

 

 

Pengadilan Redaktur Sastra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s