Gara-gara Minuman Keras, Malaysia Hukum Mati 167 Orang Warganya

Gara-gara Minuman Keras, Malaysia Hukum Mati 167 Orang Warganya

Kuala Lumpur, [KNI/AP].

          Pengadilan-pengadilan Malaysia telah mejatuhkan hukuman mati kapada 167 orang karena menyangkut minuman keras, sejak Parlemen menyatujui dijatuhkannya hukuman atas tindak pelangaran seperti itu pada tahun 1985. Demikian dikatakan oleh pejabat tinggi pemerintah.

Dari jumlah tersebut di atas, 51 orang digantung dan sisanya menunggu keputusan naik banding atau eksekusi, demikian dikatakan oleh Wakil Menteri luar Negeri Megat Junid Megat Ayub pada pembukaan  pameran anti-minuman keras hari Selasa.

Sebahagian besar  dari  mereka yang digantung itu adalah orang-orang Malaysia, tetapi dua orang Australia dan sejumlah orang-orang Singapura yang tidak diketahui pasti jumlahnya dan juga orang-orang Muangthai, juga telah di eksekusi. Sejumlah orang-orang Singapura, Muangthai, Philipina dan Indonesia adalah diantara mereka yang tercantum dalam deretan mati, tetapi jumlahnya yang tepat tidak diperoleh oleh para pejabat.  Megat Junid mengatakan , jumlah orang-orang yang ketagihan minuman keras terdaftar di pemerintah; mereka yang tertangkap polisi atau yang menyerahkan dirinya sendiri, sekarang berjumlah 125.967 orang. Para pejabat pemerintah memperkirakan  bagi setiap pencandu yang terdaftar, terdapat empat orang yang belum dideteksi oleh para pejabat. Penduduk Malaysia berjumlah 16,5 juta.

Megat Junid mengatakan, bagi para pekerja yang mengku bahwa dia kecanduan minuman, diberikan cuti dua tahun tanpa diberi gaji dan upah untuk program rehabilitasi dan akan kembali setelah sembuh.

Diantara mereka yang ditahan karena menggunakan minuman keras sejak tahun 1975 terdapat 544 personil polisi, 96 anggauta staf bagian penjara dan 925 personil angkatan bersenjata. Dari jumlah ini, orang 453 polisi, 57 orang staf kepenjaraan ditembak mati

“untuk menunjukkan bahwa pemerintah bersungguh-sungguh dalam memerangi bahaya minuman keras”, demikian dinyatakan oleh Megat Junid.

(Sumber:  Pelita, 5-2- 1988, hlm. X).

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s