Hikayat Malem Dagang – Terjemahan 3

371. Dinamakan negeri Lhokseumawe
Karena pekerjaan Brahim Bapa
Tujuh buah kadoet mengambil pasir
Diisi oleh Brahim Bapa

372. Tujuh kadoet sudah dikumpulkan
Seolah-olah seperti gunung besar
Yang menjadi sebab diambil pasir
Dikatakan begini wahai baginda raja

373. Brahim Bapa kuat sekali
Terkenal hingga keseluruh dunia
Diambil pasir tujuh kadoet
Menjadi laut yang sangat dalam

374. Terkenal hebat keseluruh negri
Hingga terdengar pada raja
Ketika terdengar pada raja kafir
Mereka datang tiba ke mari

375. Hendak melihat bagaimana bentuknya
Mau melihat bagaimana rupanya
Katanya terkenal kuat sekali
Ketika sampai kemari raja kafir
Dia naik ke darat cepat-cepat

376. Ketika sampai kedarat semua
Ditanya dimana Brahim Bapa
Brahim Bapa di Lhokseumawe
Tidak dikenal oleh raja

377. Diperlihatkan pasir yang digasak
Inilah pekerjaan Brahim Bapa
Waktu dilihat pasir tujuh kadoet
Raja gemetar takut seperti gempa

378. Antara orang yang punya negri
Pekerjaan tangannya saja bukan main
Raja kafir kecut ketakutan
Lari kelaut kedalam bahtera/kapal

379. Itulah penyebab asal mulanya
Lhokseumawe diberi nama
Lhoksemawe nama negri
Karena pekerjaan Brahim Bapa

380. Itu apa Po Ja di sebelah sana
Negri apa itu namanya?
Daulat tuanku syahi ‘alam
Yang sanggup menggenggam alam dunia

381. Disebelah sana ampun kuketahui
Namanya begini Sawang Peukula
Waktu datangnya Putri Leubu
Di sini menabur Peukula Jawa

382. Ampun tuanku beribu ampun
Benih kayu berasal dari Jawa
Kalau baginda tanya nama negrinya
Samtalira nama negrinya

383. Mengapa dinamakan Pase
Nama anjng Brahim Bapa
Dia memelihara seekor anjing
Si Pase diberikan nama

384. Raja pergi dari Seumawe
Berangkat lagi baginda raja
Mengarungi Kreung Seumawe
Berangkat ke Meuraksa

385. Rakyat berduyun-duyun banyak sekali
Berangkat ke Jambo baginda raja
Raja berangkat cepat-cepat
Ke kuwala Pase beristirahat

386. Ketika sampai ke Jeumahan
Berhenti di sana sebentar
Di Jeumahan rakyat berduyun-duyun
Ke Blang Nibong mereka pergi

387. Bagindapun sampai ke Kuwala Keureutoe
Beristirahat sebentar di sana
Dari Kuwala Keuretoe beliau berangkat
Sudah tiba ke Lapang

388. Berangkat dari situ…………………..
Ke Ceureumen Gajah lalu berangkat
Raja berangkat dari Ceuremen Gajah
Lalu pergi ke Piyah Dale

389. Berangkat dari sana menuju Blang Lhok
Sesampai di Lhok beliau beristirahat
Berangkat dari sana………………………
Lalu pergi ke Ulee Nipah

390. Ketika sampai ke Jambo Aye
Beliau berpikir buat rencana
Baginda bertanya pada Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia

391. Siapa yang pantas diangkat Panglima Perang
Hulubalang mana yang bertuah
Bagaimana kalau Panglima Pidie
Orang yang hebat pada raja

392. Biar kita angkat panglima itu
Namanya begini Maharaja Indra
Panglima Pidie berbicara
Orang hebat pada raja

393. Ampun tuanku beribu ampun
Sembah hamba orang yang hina
Panglima Pidie jangan diangkat sebagai panglima perang
Saudara sedikit tanpa uang tak cukup syarat

394. Tak ada wali dan kerabat
Tak ada yang tolong kalau dia panglima
Kalau mati waktu berperang
Tak ada saudara yang membela

395. Sedikit orang yang bersedih
Tak ada yang mengasihi tanpa saudara
Panglima mati rakyatpun pulang
………………………………………….

396. Ampun tuanku yang baik hati
Angkat yang lain sebagai panglima
Siapa juga panglima perangku
Dimana orang yang mau jadi panglima

397. Kalau tak ada yang lain
Kuangkat engkau lahir batin
Tuanku kalau kita angkat panglima perang
Hulu balang yang baik /hebat

398. Tuanku kita angkat Malem Dagang
Sudah biasa berperang
Malem Dagang sangat ditakuti
Kumisnya lebat mukanya bundar

399. Lagian badannya sangat kekar
Suaranya lantang
Banyak wali saudara –saudara kerabat
Banyak yang tolong kalau dia panglima

400. Banyak abang banyak adik
Banyak yang menggantikan dia panglima
Setelah dipikir saudara dan wali
Ada tiga ratus yang sasa(setara)

401. …………………………………
…………………………………
…………………………………….
……………………………………

402. Kalau sudah berdiri dan berlutut
Tak pernah surut suku panglima
Dialah yang pantas sebagai panglima perang
Hulu balang yang hebat

403. Lalu berkata Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia
Ampun tuanku beribu ampun
Sembah hamba pacai yang hina

404. Jangan angkat tuanku Malem Dagang
Cucuku sedang beranjak dewasa
Seandainya mati cucuku sayang
Tak ada yang gantikan panglima lain

405. Walau seribu yang lain diangkat
Tak kusetujui sebagai panglima
Jangan diangkat Malem Dagang
Bayarlah upah memerangi Negri Melaka

406. Tak cukup siare sampai sigantang
Membayar upah berperang ke Johor Lama
Allah jangan dilarang Po Ja jenulang
Malem Dagang biar dia panglima

347. Kalau tak kuangkat Malem Dagang
Tak seorangpun sanggup memerangi negri Melaka
Tak sanggup memerangi negri Banang
Tak ada yang tentang ke Johor Lama

408. Tak ada yang memerangi Johor Bali
Tak ada yang pergi ke negri Goa
Karena Si Ujut sangat kaya raya
Modal rampasan banyak sekali

409. Kalau Malem Dagang kita angkat tuanku
Berapa banyak negri dan imbalan diterimanya
Berapa negri akan diberikan
410. Pada hari ini buatlah perjanjian
Negri mana untuk panglima
Kalau begitu Ja tuanku
Kuberi negri untuk panglima

411. Kalau ketimur sampai Pasi putih
…………………………………………..
…………………………………………….
………………………………………………

412. Kepadanya kuberikan Upeti
Setahun kuberi emas limong bahra
Lagian kuberi gunung Meulaboh
………………….ke Susoh sampai ke Tripa

413. Po Ja kuberi
Sekarang kuberi Pulo Ruja
Kuberi pula Candapati
Sekarang kuberi Gunung Lingga

414. Po Ja kuhibah negri Asahan
Kuberi bersama dengan Samtalira
Biar kami tak punya negri
Cucu kamu biar jadi panglima

415. Pada hari ini Po Ja berjanji
Negri kuberi pada panglima
Sekarang berkata Malem Dagang
Panglima perang……………..

416. Dimana kamu wali dan kerabat
Dekatlah padaku wahai nisa
Mendekat kemari kerabat dan wali
Dengarlah janji kata panglima

417. Keluar semua ketua negri
Empat……………………….
Kutanya siapa yang kita angkat panglima perang
Menyambut tawaran dari raja

418. Sekarang abang sambut negri
Hari nanti jangan bertengkar /berkelahi
Bertengkar berebut-rebutan
……………………………………..

419. Sekarang sambut semua rekan /teman
Waktu dihadapan pemberian raja
Kerabat dan wali berbicara
………………………………………

420. Adik aku tak mau jadi panglima
…………………………………………….
……………………………………………..
………………………………………………..

421. Adikku adik yang pintar
Sambut sekarang teungku padamu
Sekarang engkau panglima perang
Semua Hulubalang memilih kamu

422. Kapan-kapan menemui kesulitan
………………………………………….
Bila ada kasih sayang
Berikan negri pada saudara

423…………………………………….
……………………………………
…………………………………
…………………………………..

424. Kru seumangat abang sayang
……………………………………….
……………………………………….
………………………………………..

425. ………………………………………
429. Apa yang ditakuti berperang sabil
Orang yang memungkiri agama
Masa Nabi memerangi kafir
Tuan kita ‘Ali diangkat panglima

430. ……………………………………………
Malem Dagang yang jadi panglima
Cucu katakan dirimu pada Nabi
Benar dan suci jangan lupa

431. Berkah doa tuan kita ‘Ali
Tuhanku berilah kekuatan
Waktu datang dari negri Madinah
Allah memperlihatkan satu rahasia

432. waktu kutinggalkan negri Madinah
Allah bantu Nabi pelihara
Bangkitlah cucu Malem Dagang
……………………………………………..

433. Diangkat panglima di Jambo Aye
Semua rakyat bersuka ria
Berangkat bersama Malem Dagang
Semua berebutan ingin menandunya

434. Rajapun naik kedalam Gurab
Sangat sigap bersuka ria
Layar di depan sudah ditarik
Dinaikkan dengan layar besar

435. Ditarik dengan tali klat
Gurab pun cepat ke laut
Sudah diberikan layar tengah
…………………………………………..

436. Waktu itu raja berlayar
……………………………
…………………………………..
………………………………….

437. ………………………………….
…………………………………..
…………………………………….
438. Tiga hari tiga malam pelayaran
……………………………………..
Ketika sampai ketengah laut
Negri kelam gelap gulita

439. Melihat kelaut negrinya gelap
Melihat kedarat sama saja
Air laut seperti serabi [bundar]
Tidak tahu dimana negrinya

440. Meukuta Alam merasa ketakutan
Raja kecut berlinang air mata
Beliau bersabda pada Ja Pakeh
Guru yang lebih ulama besar

441. Dimana kita Ja teungku
Entah kenegri mana angin bawa
Ampun tuanku syahi alam
Yang sanggup genggam alam dunia

442. Jangan gundah jangan takut
Mengapa kecut hadirat mulia
Aku melihat dalam surat
Tak ada suatupun yang cedera

443. Kita tunggu selama tiga hari
Sudah sampai kita kemana dikehendaki
Kalau begitu Po Ja Pakeh
Biar kutunggu ujaran anda

444. Kalaupun ingin pulang
Tak tahu negri dimana tempatnya
Tinggal di sini mati laripun mati
Biarlah bersama dengan anda

445. Waktu itu baginda berlayar
Anginpun kencang………………..
Tiga hari tiga malam pelayaran
Sampai ke Asahan baginda raja

446. ………………………………………
………………………………………..
Raja bersabda pada Ja Pakeh
Guru yang lebih ulama besar

447. Negri apa ini Po Ja teungku
Negri apa ini namanya
Tuanku nyoe nanggroe Asahan
Rajanya bernama Raja Muda

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s