Hikayat Malem Dagang -Terjemahan 2

251.
Parang dikiri bermata bengkok
Orang meureudu turun dari gunung
Semuanya mengikat pinggang

252. Ketika sampai di ujung pantai
Tuan muda duduk beristirahat
Mereka beristirahat sekejap
Bermufakat dengan bicara

253. Hai abang payung abang tuanku
Bagaimana caranya menghadap raja
Entah kita akan dibunuh mati
Tak tahu bagaimana mengahadap raja

254. Ketika orang meureudu sangat bodoh
Umpama ……….turun dari rimba
Bagaimana ini abang payung
Kita ketakutan menghadap raja

255. Seandainya di bunuh mati
Lalu bagaimana, tak usah menghadap raja
Kalau begitu wahai tengku
Pada kami ada usulan

256. Kita ini orang lemah
Kita pergi ke Dayah Tanah
Biar kita pergi jarang-jarang
Berangkat ke keunaleung pada Ulama

257. Kasihi kami dan sayangi
Menemani kami ke simpang menghadap raja
Kesana kita pergi pada Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia

258. Sudilah anda meramaikan meureudu
Untuk menghadap baginda raja
Karena kami baru saja tiba
Kami baru pulang dari rimba

259. Seratus tiga puluh tua dan muda
Negri ini diketuai oleh satu orang
260. Ketika sampai pada Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia
Kuja Pakeh di Menasah

261. Setelah tiba di Menasah
Teungku syiahpun menyapa
Wahai cucu-cucu
Mau dibawa kemana jagung dan ketela

262. Hendak dibawa kemana cucu badan
…………..
Bukan bawaan untuk ucapan
Tapi persembahan untuk baginda raja

263. Andai teungku mengasihi dan menyayangi kami
Temani kami ke simpang menghadap raja
Tujuh hari sudah tuanku disini
Baru hari ini kami menghadap

264. Entah Po Ja dibunuh mati
Tidak mengerti/paham menghadap raja
Walaupun begitu cucu badan /sayang ?
Aku mau pergi bersama kesana

265. Jangan takut jangan malu
Kan ada yang bicara dengan raja
Beliua lebih di bidang kerajaan
Daku kesukaan bidang agama

266. Beliua lebih paham adat
Kalau hukum Allah aku rajanya
Bukan raja ini saja aku menghadap
Biasa ku daulat semasa muda

267. Mengapa malu dan kutakuti
Seumur hidupku sudah empat raja
Bila begitu Po Ja badan
Ambil pakaian biar kita kesana

268. ……………
Diambil kain dan kopiyah
Baju jubah bersorban besar
Diambil tongkat dengan semambu[semacam kayu untuk membunuh musuh]

269. ………………..
Memang Ja Pakeh sangat hebat
Ja Pakeh sudah tiba di simpang
……………….

270. Kala itu Ja Paluh mengatur sembah
Tangan di angkat atas kepala
Beberapa saat tangan dia angkat

Raja berdiam diri tanpa bicara

271. cucu berkeringat basah dengan badan
Namun tidak di hiraukan jua
Bukan main kasak kusuk[berbisik]
Dibakar matahari memedihkan mata

272. Dari pagi hingga siang
Raja diam tanpa bicara
Kuja Pakeh sakit hati
Guru yang lebih ulama hebat

273. Ja Pakeh marah bukan main
Kuja Pakeh sangat marah /murka
Matanya merah seperti biji saga
………………

274. wahai cucu cucu sayang
Hempaskan gadung dan ketela

275. Jangan takut jangan malu
Mari pulang bersamaku
Jika ku pulang cucu ke kampung
Biar dipuntungin tanganku sembah raja

276. Bila ku pulang cucu kekampung
Biar di gergaji takkan kusembah raja
Andai bisa aku tinggal di negri Aceh
Kalau tidak kupergi ke negri berar

277. Kalau tidak kupulang kenegri Madinah
Pada tempat ibu bapa kekal baka
Untuk apa aku tinggal di Meureudu
Seperti ini kita diperlakukan disiakan

278. Waktu didengar perkataan begitu
Dua orang bujang lari pada raja
Daulat tuanku syahi alam
Sembah hamba duli paduka

279. Ketahuilah tuanku Ja Pakeh Madinah
Dengan amarah amat sangat
Bila sudah pulang kekampung
Biar di puntungin takkan menyembah raja

280. Kalau sudah pulang kekampung
Biar digergajipun takkan menyembah raja
Disuruh hempaskan gadung dan buah keladi
281. Untuk apa tinggal dinegri Aceh
Biar kupindah kenegri yang besar
Kalau tidak pulang kenegri Madinah
Tempat ibu bapa kekal baka /yang tetap

282. Untuk apa tinggal di Meureudu
Seperti ini kita diperlakukan disengsarakan
Kalau begitu wahai bujang
Pergi kembali pada Ja Madinah

283. Pergi katakan pada Ja Pakeh
Aku tak murka lagi
Engkau pungut gadung dan keladi
Kita muliakan Ja ulama

284. Suruh duduk Ja Madinah
Karena Allah takkan murka
Ketika di dengar sabda begitu
Bujang pergi menyampai pada Ja Madinah

285. Setelah tiba pada Ja Madinah
Guru yang lebih ulama besar
Kedua tangan lalu diangkat
Disuruh tinggal Ja Ulama

286. Diambil gadung dan keladi
Dimuliakan Ja ulama
Ja Pakeh duduk dibawah pohon ketapang
Dia berhadapan dengan raja

287. Apa yang sedang dikerjakan teungku
Jauh-jauh hari engkau tak datang
Tujuh hari kami disini
Baru hari ini kulihat muka

288. Mengapa begini engkau meuredu
Kami tidak diberlakukan sebagai raja
Orang meuredu tidak
Sangat angkuh seperti sibaka?

289. Apa yang dikerjakan Ja teugku
Tujuh hari kami di simpang
Tak seorangpun tiba kemari
Andai tak mau aku menjadi raja
Antarkan kehutan buanglah kerimba

290. Andai tak bisa diperintah negri
Angkatlah pengganti olehmu Ja
Ja Pakeh dengar sabda begitu
Berderaian turun air mata

291. Ampun tuanku syahi alam
Yang menggenggam alam dunia
Bukan tuanku salah kami
Kesalahan itu ada pada paduka

292. Mengapa tak mengangkat hulubalang
……………………………………
……………………………………
……………………………………..
297. Bagaimana membawa orang Meuredu
Sudah baginda lihat keempat panca indra
Bagaimana tuanku membawa kami
Semua istri mati tua dan muda

298. Ampun tuanku daulat janjungan
Darimana rezeki dirimba raya
Kadang-kadang mereka kepingin pisang
Ke Sarah mancang tak ada yang cari

299. Kadang-kadang kepingin keladi
Ke Sarah Gajah tak ada yang cari
Kadang-kadang mereka kepingin jagung
Ke gle puntong tak ada yang cari ANA

300. Kadang-kadang mereka pergi ke gunung
Tak ada orang menghadang kijang
Seandainya mereka tinggal sendiri
Pontang-panting mati dalam rimba

301. Bertemu gajah dengan badak
Akan terpencar keseluruh rimba
Jangan gundah teungku Ja pada para istri
Ada pada kami jalan keluarnya

302. Jangan gundah Ja teungku
Setiap waktu ada untuk membeli nasi

303. Dibeli kasab dengan ………………….
Dikumpulkan dijadikan kain
Kapan saja orang Meuredu turun/pergi
Pakaiannya merah canti-cantik rupa
304. Kadang-kadang Po Ja kusuruh pulang
Diberi pengganti kain sutra

305. Kuberi kain tiga-tiga kayu
Kusuruh bagi- bagikan semua rata
Katakan begitu pada para wanita /istri
Salam kami tua dan muda

306. Siang malam jangan biarkan mereka tidur
Bekerja keras mereka berjaga ?
Kalau tak ada Po Ja nanti kuambil
Kukuliti kulit punggung pengganti kain

307. Ja Pakeh pulang cepat-cepat
Lalu kembali dengan segera
Lalu diambil emas semua
Dia berbicara pada semuanya

308. Wahai cucu tangkai hati
Jangan tidur lagi ayo bangun
Kami cucu dibawa bersama
Takkan ada yang mengajari lagi

309. Andai kami dibawa bersama
Tinggallah tuan semuanya
Tiap orang diberi emas sepuluh
Itulah makanan dari raja

310. waktu itu raja berangkat
Semua rakyat berduyun-duyun
Rakyat berangkat teratur semua
Ke kacapuri ke…………………..

311. Sehari semalam raja disana
Turun kala itu orang Samalanga
Membawa tebu beribu-ribu
Dengan buah-buahan tak terkira

312. Panglima negri ini menghatur sembah
Namanya begini Maharaja
Daulat tuanku syahi Alam
Yang memegang ‘alam dunia

313. Orang samalanga sudah turun semua
Mau disuruh apa mau dibawa kemana
Meukuta ‘alam menjawab begini
Namanya begini Iskandar Muda

314. Berapa banyak kapalmu disini
Katakan pada kami orang keukaya?
Kapal tuanku tanya disini
Lima kapal yang ada disini

315. Bawa segera kapal ke laut
Ikuti dibelakang Cakra Donya
Kasihani dan sayangilah kami
Menemaniku berperang di Johor Lama

316. Bila Allah memberi umurku panjang
Ku susul Si Ujut yang sudah melecehkanku
Yang di laut melempar sauh
Di darat berangkat baginda raja

317. Sehari semalam baginda berpisah
Ketimurlah raja beristirahat
Raja duduk di pinggir sawah
Beliau sembahyang disana

318. Setelah selesai sembahyang
…………………………………..
Ampun tuanku beribu ampun
Sembah hamba pada paduka

319. Ikan sungai timur enaknya tak sama
Andai satu saja dapat dimakan
Seakan-akan sepuluh ekor adanya

320. Setelah mengatakan begitu
Dia berangkat segera waktu itu
Kami ingin makan ikan besar
…………………………………….

321. Semua hulubalang sakit hati
Matanya seperti biji
Semua hulubalang berkemas
Disuruh ambil tempat yang besar-besar

322. Diambil beliung dengan kapak
Kayu di tebang
Waktu itu mereka kerjakan

323. Mencari kulit kokoh yang banyak
Satu-satu isinya segunca
Dijahit tempat sebanyak tiga ratus
Raja menyuruh mengeringkan kuala

324. Carikan tali yang kokoh
………………………………..
Raja turun
Rakyat berhimpun banyak sekali
333. Semua ikan yang terkumpul dibagi-bagi
Dua ekor yang besar untuk tiap orang
Setelah selesai memakannya
Kemudian waktu itu raja berangkat

334. Yang lewat laut melempar sauh
Lewat darat di pimpin raja
Raja berangkat dari sana
Lalu berhenti di Peudada

335. Baginda beristirahat disana
Rakyat bersamanya banyak sekali
Setelah rakyat mandi semua
Berangkat sekarang baginda raja

336. Datanglah rakyat banyak sekali
Ke krueng Kukok baginda raja
Di kreung kukok berduyun-duyun
Ke Jamei Mon baginda beristirahat

337. Berduyun-duyun berangkat dari situ
Turun kebawah beristirhat
Semua rakyat duduk teratur
Di Blang Juli bersuka ria

338. Raja bersabda pada Ja Pakeh
Guru yang hebat ulama besar
Dimana kamu Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia

339. Siapa yang memerintah negri ini
Katakan sekarang Ja Madinah
Inilah tempat raja-raja

340. Bukan kerajaan tuanku disini
Tempat beristirahat raja Deureuma
Ketika kawin dengan Siti Bangsawan
Anak-anakan Meureuhom Peudada
Anak dari raja Peudada

341. Kampungnya disana di Peusangan
Beliau kawin di Meureuhom Peudada
Kapan-kapan tuanku pulang
Beristirahat disini Raja Deureuma

342. Dia berkuasa tuanku ampun
Istananya di Tambun sana
Masa pemerintahan raja itu Po Ja
Berapa tuan harga kainnya

343. Kain dijual tuanku 5 hasta simaih
Tidak banyak diambil laba
Walau begitu Po Ja ku
Biar kami menggandakan

344. Kami menjual tujuh hasta simaih
Tidak kusuruh ambil laba banyak
Kadang-kadang dibeli oleh orang miskin
Biar jadi selimut untuk kedua anaknya

345. Setelah selesai raja bicara begitu
Waktu itu berangkat baginda raja
Raja bangkit turun kebawah
Rakyat berduyun-duyun banyak sekali

346. Banyak sekali rakyat berangkat
Ke negri Peusangan tujuannya
Bagindapun sampai di Peusangan
Berhenti disana di kampung Raja

347. Sehari semalam raja disana
Orang Peusangan datang semua
Mereka turun jarang-jarang
Raja dihadang dengan bala tentera

348. Beribu-ribu membawa tebu
Dan buah –buahan tiada terkira
Panglima Peusangan berbicara
Waktu itu menghaturkan sembah

349. Daulat tuanku syahi ‘alam
Yang menggenggam ‘alam dunia
Orang Peusangan sudah datang semua
Mau dikemanakan disuruh apa

350. Berapa banyak kapal disini
Katakan segera pada kami
Kapal tuanku untung ditanya
Lima kapal yang ada disini

351. Kapal disuruh berlayar kelaut
Ikuti di belakang Cakra Donya
Kalau ada kasih sayang
Temani kami berperang ke Johor Lama

352. ……………………………………………………
……………………………………………………..
Ampun tuanku syahi ‘alam
Sembah hamba duli Sarpada

353. Kami jangan dibawa berperang ketimur
Jangan dibawa ke Johor memerangi Melaka
Kami tuanku tinggalkan disini
Menangkap gajah untuk baginda

354. Baginda mendengar perkataan begitu
Waktu itu berkata pada ketua
Kalau begitu kalian disini
Pada kali ini tak kami bawa

355. Kalian ditinggalkan disini
Menangkap gajah untuk raja kami
Kalau kalian sanggup menangkap gajah
Sebelah gadingnya untuk raja kami

356. Dari sekarang hingga nanti
Sampai berakhir umur dunia
Dihaturkan sembah lagi ketua negri
Biar kami membawa sutra

357. Kalau begitu kalian disini
Tinggal disini tidak kami bawa
Kalian kami tinggal dikampung ini
Memelihara ulat untuk hasilkan sutra

358. Tahukah berapa adat kalian beri
Tiap bulan Haji sitahe sipha
Dari sekarang hingga nanti
Sampai berakhir umur dunia

359. Setelah selesai ketua negri bicara
Sekarang baginda bersabda
Dimana kamu Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia

360. Negri apakah ini Ja teungku
Apa namanya negri ini
Kalau tuanku bertanya pada kami
Yang sebelah ini Gampung Raya

361. ………………………………………………..
………………………………………………..
Yang sebelah sana kami takut mengatakannya
Malu mulut kami ulama

362. Kalau Po Ja malu mulut
Biar kami menamakannya
Tahukah kamu di sebelah sana
Pante Meuse jeh diberi nama

363. Pante Peusangan negri berhutan
Memang seperti itu tuha muda
Dari sekarang hingga akhir
Meuse jeh pante diberi nama

364. Selesai bicara waktu itu
Kala itu Baginda berangkat lagi
Raja arungi Krueng Peusangan
Sampai ke Blang Siti Manja

365. Berangkat dari situ ke Blang Reuncong
Rakyat berhimpun berlaksa-laksa
Di Blang Reuncong berangkat lagi
Rakyat berduyun-duyun beribu laksa

366. Ketika sampai di Lhoksemawe
Beliau berhenti sebentar
Raja berangkat ke Mon Geudong
Lalu ke Pusong beristirahat

367. Kira-kira setelah istirahat sebentar
Masa itu beliau bersabda
Dimana kamu Po Ja Madinah
Aulia Allah teguh setia

368. Negri apa ini Ja teungku
Apa namanya negri ini
Ampun tuanku beribu ampun
Sembah hamba pacai yang hina

369. Kalau baginda percaya kata-kata kami
Seumawe negri diberi nama
Mengapa dinamai dengan Seumawe
Po Ja darimana asal mula

370. Ja Pakeh menjawab dengan segera
Begini silsilah asal mula
Begini tuanku yang kami ketahui
Orang dahulu bercerita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s