Hikayat Malem Dagang – terjemahan 1

Bismillahirrahmanirrahhim
1. Ajaib subhanallah
Dengar kukisah raja-raja
Masa kerajaan Meukuta Alam
Raja bernama Iskandar Muda

2. Raja adil amat sangat
Memerintah rakyat dalam dunia
Beragam emas banyak sekali
Semua ada pada Sarpada

3. Macam-macam gelang dan anting
Beribu pasang pun tersedia
Macam-macam kain hitam dan putih
Yang paling indah kain Manggis

4. Jenis keuneukha dan sukaleut
Kain sungkit tak terhingga
Jenis hamee dengan Asahan
Selain berpuluh-puluhan yang kasar

5. Beragam jenis lainnya
Semua ada pada sang raja
Pada masa itu sangat makmur
Apa yang diinginkan tersedia

6. Negeri luas pasar pun ramai
Bermacam bangsa datang ke sana
Banyak kapal datang untuk berdagang
Macam-macam barang pun dibawa

7. Beberapa kapal dari India
Membawa tembakau besi melila
Beberapa kapal Malabar (di India)
Dari Gujarat dan Benggala

8. Beberapa kapal Pigu
Semua berkumpul dengan kuwangkang Cina
Beberapa Gurap dari Bintan
Dengan suruhan dari raja

9. Beberapa bahtera dari Anggo
Membawa malo dengan kesuma
Beberapa kapal membawa cangkir
Kerikal dulang piring besar

10. Beberapa kapal dari Kedah
Membawa dagangan kain merah
Selatan timur dan barat
Macam-macam barang dibawanya

11. Mulai dari Aceh sampai ke barat
Termasyhur sangat Sri Paduka
Sekian lama memerintah
Tak ada satu pun mara bahaya

12. Tak berapa lama kemudian
Tiba Putri Pahang dipersembah untuk raja
Setelah tiba Putri Pahang
Bergoncanglah alam dunia

13. Kala itu bersama Raja Raden
Orang baik baten teguh setia
Cepat-cepat masuk ke Dalam
Menghadap janjungan Raja Mahkota

14. Meukuta Alam bertanya
Raja bernama Iskandar Muda
Dia berbicara dengan kedua orang itu
Memeriksa dari negeri mana

15. Ditanyakan nama dan keturunan
Bagaimana sampai ke Pulau Ruja
Saya bertanya wahai adinda
Dari negeri mana hingga sampai kemari

16. Kedua orang itu lalu menjawab
Menjelaskan pengkhabarannya
Ampun tuanku daulat junjungan
Dari negeri Banang kami tiba

17. Mengarungi tujuh lautan
Hari ini tiba pada Sarpada
Nama hamba Raja Raden
Begitulah tuan dipanggil nama

18. Saudara hamba Raja Si Ujud
Namanya disebut di atas dunia
Kami sampai kemari memeluk agama

19. Ampun tuanku kasihi dan sayangilah
Terimalah kami berdua hamba Baginda
Kru seumangat adikku sayang
Semua kita ini adalah hamba Allah Ta’ala

20. Masuk Islam Raja Raden
Orang baik batin teguh setia
Sebagai tanda ia masuk Isalam
Diberi Putri Pahang kepada Raja

21. Setelah Islam Raja Raden
Dikawinkan dengan saudara baginda
Lalu diberikan tempat bermain
Diberi tanah dengan Istana

22. Diberi dendayang dengan mahligai
Tempat tinggal Putri dengan Raja
Beberapa lama kemudian
Si Ujud datang sampai kesana

23. Dia datang dari negeri jauh
Tujuh kapal dibawa bersamanya
Lima kapal berbaju besi
Segala negeri sanggup diperanginya

24. Dua kapal berbaju perak
Kemanapun pergi tiang suasa
Dinding Bukot sangat indah
Semua emas bertahtakan permata

25. Tali teumirang perak setanggi
Sebagian disepuh dengan suasa
Kemudinya saja sangat luas
Daunnya perak batang suasa

26. Kapalnya tuan sangat madani
Tujuh bantal dalam gumtia
Lima negeri digenggam sendiri
Tiga bambu jintan hitam jumlah ketuanya

27. Seratus sembilan puluh raja
Dia yang angkat sepanjang masa
Kapal berhenti di pelabuhan
Hampir dekat bibir kuala

28. Sangat bijak Putri Pahang
Putri cerdik ahli bicara
Disuruh rakyat jarang-jarang
Diajak ‘hadang’ dengan bala tentera

29. Dianjurkan bawa kelapa dengan tebu
Buah-buahan tiada terkira
Itulah Putri sangat dermawan
Dengan hidangan berlaksa-laksa
30. Setelah sampai lalu didekati
Kemudian mengatur sembah semuanya
Serta diambil dengan hidangan
Jenis makanan yang citarasa

31. Setelah selesai mereka makan
Kemudian ditempatkan di atas Keuta
Lalu dibawa kedarat
Diberi tempat beristirahat

32. Diberi Ladong dengan Peukan
Bersama dengan Krueng Raya
Terakhir dibawa ke istana
Diberi tempat di atas Keuta

33. Diberi celana yang meujunggi
Baju di badan tigabelas kancing
Diberi kain sangat indah
Ragam perak tenunan suasa

34. Diberi bungkusan tapak catur
35. Selama mereka di sana
Tak ada suatu kejadian pun
Kemudian tiba takdirullah
Memberi kesusahan pada Raja Meukuta

36. Si Ujutd datang pada Raja Raden
Orang baik budi teguh setia
Mari Abang pulang kenegeri sana
Kami datang menjemput anda

37. Aku takkan pulang Adik ke negeri
Negeri ini sangat setia
Abang jangan tinggal di negeri Aceh
Kesana pulang ke Malaka

38. Raja Aceh sangat miskin
Raja miskin papa indra
Tiga tahun lamanya tinggal di sini
Emas tiga petipun tak pernah engkau lihat

39. Seandainya Abang tinggal di Malaka
Sehari-hari ada lima
Aku di negeri sangat kaya raya
Hasil rampasan banyak sekali

40. Emas saja tiga gedung
Di bawah anjungan berpuluh gunca
Kain pun banyak puluhan gulung
Berkarung-karung emas tiada terkira

41. Penyangga tiang kapalku sepuhan emas
Tali tangga kuberi perak suasa
42. Dulu dinegri sangat beruntung
Doraih meupayong semua permata
Dalam lorong saja balaiku ada tujuh
Tempat beristirahat bila ku datang

43. Puluhan saudagar kuangkat di pasar
Lebih kaya dari raja anda
Lima kapal berbaju besi
Negeri manapun sanggup kuraba

44. Dua kapal berbaju perak
Kemana kupergi tiang suasa
Dinding bukot sangat indah
Bertahtakan emas permata

45. Tali teumirang perak seutanggi
Sebagian kusepuh dengan suasa
Kanda kapalku sangat hebat
Tujuh balai dalam gumtia

46. Lima negeri aku beristri
Lima putri cantik jelita
Lima negeri sendiri kugenggam
Tak terhingga jumlah ketuanya

47. Seratus sembilan puluh raja di bawahi
Boleh kuangkat kapan pun jua
Mengapa kanda tak kembali ke negeri
Dengan raja ini sangat setia

48. Daripada kafir lebih baik ku Islam
Takkan daku melawan raja
Kanda, engkau suka masuk Islam
Tiada lagi berharga satu tembilang

49. Lebih baik Abang pulang ke negeri
Dengan susah payah adiknya berusaha
Aku takkan pulang ke negeri sana
Negeri yang bermusuhan sepanjang masa

50. Bayam saja kutanam tak pernah bisa kumakan
Negeri bermusuhan sepanjang masa
Kamu berperang Adik,setiap hari
Sangat jahat Adik perbuatanmu

51. Abang duduk saja aku yang berperang
Takkan kusuruh untuk berperang
Ketika musuh datang memerangi negeri
Kuperangi sendiri melawan semua

52. Kamu tinggal dalam mahligai
Aku Adikmu pertahankan kota
Sekian lama aku berperang
Berapa gedubang pertolongan darimu

53. Lebih baik Abang pulang ke negeri
Jangan bertengkar lagi dengan Adinda
Jangan tinggal lagi di negeri ini
Kuperangi nanti binasalah Kanda

54. Andai kutemui raja kupukul-lumat
Rakyatnya jadi kuperjual belikan
Sebagian kuperangi melalui Pasir Putih
Sebagian di sana kuperangi Daya

55. Sebagian kuperangi melalui Pase
Sebagian melalui Singkil sebagian ke Nata
Sebagian kuperangi melalui Meulaboh
Sebagian kuruntuhkan melalui Tripa

56. Sebagian kuperangi melalui kampung
Sebagian kuperangi melalui Pulau Ruja
Sebagian kuperangi melalui Asahan
Sebagian ke Medan melalui Samtalira

57. Keempat penjuru habis kuperangi
Kemana membuang diri raja Kanda
Semua kutawan orang Islam
Sebentar kemudian kuterima harga

58. Yang tak dibeli dengan emas pera k
Apa yang suka dengan kelapa muda
Biar mau dibeli cepat
Dengan buah kelapa kutawarkan

59. Mengapa engkau sangat takabur
Tak sanggup dihancurkan negeri Malaka
Takkan hancur negeri Daku
Tak secupak debu raja Kanda

60. Mengapa dinda berkata begitu
Engkau kira takkan binasa?
Apa yang salah pada raja Aceh
Apa yang lebih raja Malaka!

61. Baru saja sampai engkau kemari
Dengarlah adik kuceritakan
Pihak arif ,dik Putri Pahang
Putri bijak pandai bicara

62. Disuruh turun rakyat jarang-jarang
Engkau ‘dihadang’ dengan bala tentera
Beribu-ribu ikatan tebu
Buah-buahan pun tiada terkira

63. Adik teungku berkawan-kawan
Hidangan pun banyak sekali
Baru saja sampai adik di lautan
Maju mundur menghadap dinda

64. Setelah selesai ,dik , meraka menghadap
Lalu mendekati semuanya
Kemudian diberikan dengan minuman
Serta makanan yang citarasa

65. Setelah selesai ,dik, engkau makan
Kaupun diletakkaan di atas tahta
Kemudian diusung kedaratan
Diberikan tempat untuk memerintah

66. Diberi Ladong dengan Pekan
Diberi kekuasan dengan Krueng Raya
Engkau tawan semua isi pasar
Makanannya habis kau rampas

67. Sudah hebat, adik, dengan pohon pisang
Kau rampas kembali jatuh yang punya harta
Sebagian kalian menarik tebu
Kau hentak dikepala orang berputar?

68. Pagi sore kau takar keueh
Laksana orang hebat dari raja
Beberapa dik kau memasuki kampung
Hak raja kau ambil tak ada yang lawan

69. Kau potong kayu apa-apa yang kau suka
Yang berkenan dimatamu
Tak ada yang marah orang kampung
Karena dibiarkan oleh raja

70. Walau kayu yang sudah kau tebang
Dibayar utang oleh Po Meukuta /raja
Sebatang kayu dibayar sepuluh
Biar suasana tak keruh tiap-tiap ketua

71. Tak dilawan tak di hardik
Karena dibiarkan oleh raja
Ketika adik dibawa ke istana
Baju di badanmu digantikan
72. Diberi celana yang meujunggi
Baju di badan tigabelas dokma
Diberi kain yang sangat indah
Ragam perak tenunan suasa

73. Diberi baju seperti bidadari
Tengkulok diberi segulung yang besar
Diberi bungkusan bertapak catur
Dengan bohru emas keempat simpulnya

74. Diberi kopiah emas semua
Memperlihatkan kebaktian raja
Dulu kau pakai kulit babi
Sekarang diberi yang harganya sebahra

75. Si Ujud dengar perkataan begitu
Si celaka sangatlah murka
Si Ujut benci dengan amarah
Matanya merah seperti biji saga

76. Engkau suka negeri ini
Istri saja bisa engkau tukar
Orang lain mengambil Putroe Phang
Engkau diberikan mirip biawak

77. Diambil dia sebagai istri
Lalu diganti dengan sang waba
Untung diberikan putroe Aceh
Tak mau jauh engkau dengan raja

78. Mengapa adik berkata begitu
Kau pikir takkan binasa
Jangan bicara lagi hai anjing tua
Engkau tak malu dan sicelaka
79. Mengapa dinda aku kau maki
Tak takutlah engkau pada Neraka ?
Sekarang jangan bicara lagi
Kubunuh mati si celaka

80. Hati Raja Raden sakit sekali
Begini dikatakan pada saudaranya
Tunggulah dikau hai anak durhaka
Besok hari kusuruh sula

81. Raja Raden pergi pulang
Anak celaka lalu berpikir
Si Ujut berkata begini ajarannya
Pada semua rekan yang ada

82. Jangan lalai lagi kita teman
Beres-beres kita pergi
Lempar sauh ? rekan ke lautan
Kesana mundur kita semua

83. Si Ujut keluar ke laut
Pergi merampok tak ada yang melawan
Semua isi pasar habis dirampok
Ladong dibakar dengan Krueng Raya

84. Beberapa ketua dipermalukan
Rumah seribu pengawal Raja
Delapan pukat ditawan di laut
Lima puluh rakan dibawa bersamanya

85. Dua pawang dibunuh mati
Bangkainya digantung dipinggir pantai
Sebagian dipakai kail punggung
Sebagian dikerongkongan dikait muka/wajah
86. Perbuatan Si Ujut tiada cakap/baik
Dimasukkan dalam penjara lalu disiksa
Ketika didengar khabaran begitu
Terdengarlah oleh Keujruen Kuwala(ketua pantai)

87. Lalu ketua masuk kedalam
Menghadap junjungan pada Raja
Ampun tuanku syahi alam
Sembah hamba pada paduka

88. Allah-Allah wahai ketuaku
Entah khabaran apa yang kau bawa
Tuanku Si Ujut sudah dilaut
Dia merampok membabi buta

89. Isi pasar habis direbut
Ladong dibakar dengan Krueng Raya
Beberapa lagi dipermalukan
Rumah seribu pengawal raja

90. Delapan kapal sudah ditawan
Limapuluh kawan dibawa bersama
Dua orang pawang dibunuh mati
Digantung bangkai dipinggir pantai

91. Sebagian diberi kail dipunggung
Sebagian dikerongkongan dikait muka
Perbuatan Si Ujut tidak baik
Dipenjarakan lalu disiksa

92. Raja mendengar perkataan begitu
Lalu menangis bercucuran air mata
Allah –Allah hai Keujruenku
Entah dengan siapa aku berbicara[mufakat]
93. Pergilah turun Keujruen ke pantai
Pergi telusuri ke Kuala
Engkau kumpulkan seluruh rakyat
Kau bermufakat pada tiap-tiap ketua

94. Kau kirim khabar ke Ladong
Kota perkokohkan sampai ke Krueng Raya
Raja pergi pada raja Raden
Orang baik batin teguh setia

95. Ketika sampai di halaman istana
Berdiri sendiri di atas………….
Sejenak raja disana
Datang gunangan untuk melihat

96. Gunangan naik ke istana
Dia membangunkan putri muda
Ampun tuanku tuan putri
Kami membangunkan Duli Sarpada

97. Lalu terkejut dari pingsan/tidur
Dia bertanya kala itu cepat-cepat
Mengapa engkau membangunkan aku
Entah ada apa gerangan berita

98. Tuanku turun ke serambi
Di sana Abangmu menunggu
Dulu tidak pernah ia kemari
Dipegang di tangan puan suasa

99. Waktu didengar khabar begitu
Sangat senang putri muda
Tuan putri turun ke serambi
Dipegang di tangan puan suasa

100. Selamat datang tuanku ampon!
Mengunjungiku pacai yang hina
Ada kami di sini wahai adikku
Ada kami wahai nisa

101. Lalu dicium dilutut
Raja mundur memuliakan
Pergilah naik , adik ke …….
Pergi membangunkan raja Malaka

102. Aku hendak bertanya pada Raja Raden
Apa sebatin dia dengan saudara
Tuan putri naik ke
Lalu membangunkan raja Meulaka

103. Putri masuk dalam kelambu
Cepat dibangunkan oleh putroe muda
104. Lalu terkejut raja dari pingsan
Kala itu bangun raja Meulaka
Mengapa membangunkanku tuan putri
Entah ada khabar apa

105. Tuanku turunlah ke serambi
Disana Abangmu telah tiba
Dulu dia tak pernah kemari

Pada hari ini entah ada apa!

106. Begitu didengar khabaran begitu
Dia turun kala itu pada raja
Ada apa kemari tuanku ampun
Menjenguk hamba pacai yang hina

107. Ada kami disini wahai adik
Ada kami wahai nisa
Mencium dilutut seperti biasa
Menangis tersedu laksana orang berduka

108. Mengapa tuanku menangis meu iu iu
Aku melihat seperti orang berduka
Yang menjadi kami sampai kemari adik
Dengarlah sekarang kucerita

109. Raja Si Ujut sudah di laut
Dia merampas dengan sangat kejam
Isi pasar habis dirampas

110. Beberapa ketua dipermalukan
Rumah seribu pengawal raja
Delapan pukat yang sudah ditawan
Delapan puluh rakan dibawa bersamanya

111. Dua pawang dibunuh mati
Digantung bangkai di pinggir pantai
Beberapa diberi kail di punggung
Sebagian di kerongkongan dikait muka

112. Perbuatan Si Ujut sangat kejam
Dipenjarakan lalu disiksa
Adik, kubertanya tanda kasih
Apakah sebatin dia denganmu

113. Penghinaan ini akan kutuntut
Perbuatan Si Ujut apa engkau setuju
Seandainya begitu wahai adik
Kami tak mau lagi menjadi raja

114. Aku menjadi raja sejak masih muda
Tidak ada perang dulu yang sudah –sudah
Pada hari ini negeriku diperangi
Putri Banang kusayang terasa sudah dibawa

115. Ampun tuanku seribu ampun
Betul aku tidak setuju
Tuanku Si Ujut kita bunuh mati
Kami tak mau lagi bersaudara

116. Di dunia sampai akhirat
Kafir laknat jangan sampai kulihat mukanya
Bagaimana kuperangi adik sekarang
Tak kutahu negeri, tak kukenal dunia

117. Andai engkau patuhi nasehat kami
Kami ajari tuanku raja
Tuanku kerahkan alim dan fakir
Seluruh rakyat dengan ulama

118. Tuanku kerahkan kedua belah kaum
Harus turun semua yang ada
Pergi menebang kayu membuat kapal

119. ………………
Papan pengapit medang ara
………………………
Andai tak ada yang lain medang ara

120. Tuanku ,kerahkan lagi dengan tukang
Yang bisa membuat kapal besar
Tukang tuanku yang megah-megah

121. Sembilan ratus lima puluh tukang
Kita suruh kerja siang dan malam
122. Sebagian tukang mengukir
123. Sekarang tuanku kita siapkan besi
Kita suruh beli
Jangan lalai tuanku suruhlah cepat-cepat
124. Kita buat kapal sebanyak tujuh ratus
Mengarungi lautan kita perangi Melaka

125. …………
Untuk panglima perang pada Sarpada
Bila tak bertemu dia di Banang
Nanti kita perangi Johor Lama

126. Bila tak bertemu di Johor Lama
Biar kita susul negeri Goa
Bila tak ketemu ampun duli
Ke Johor Bali lalu kita cari

127. Andai tak bertemu di empat penjuru negri
Sambil pulang kita perangi Melaka
Selesai bicara raja Raden
Orang baik batin teguh setia

128. Bujang pulang dua belas karong
Dipukul mong-mong serentak semua
Rakyat turun utara selatan
Berlaksa-laksa berkumpul semua

129. Tak satupun tinggal lagi dikampung
Yang bisa membawa dibawa semua
Sebagian baru tujuh hari kawin
Kain penggantipun belum ada

130. Beberapa tiga malam inai dijari
Tidak ada lagi dinegri sudah dibawa semua
Sebagian pengantinan nanti malam
Basi andam pengantin pria dibawa

131. Kadang-kadang baru sampai di serambi
Diturunkan segera lalu dibawa
Sebagian baru sampai di rambat
Diturunkan cepat pengantin dibawa

132. Nasi dengan sayur jadi basi
Ulama fakir dibawa bersama
Pengantin wanita tinggal sendiri
Orang laki-laki habis dibawa

133. Semua rakyat pergi berduyun-duyun
Sekali seribu sekali selaksa
Tiap-tiap gunung tiap-tiap paloh
Tiap-tiap grugoh tiap-tiap dataran

134. Gajah dan badak habis lari
Anak negri penuh dalam rimba
Tujuh hari rakyat dalam hutan
Membawa papan banyak sekali

135 . Kayu dihutan masih hijau daunnya
Kayu gunung masih hijau daunnya
Tujuh bulan rakyat di gunung
Tujuh ratus kapal telah cukup bahan

136. Tujuh belas bulan disuruh mencari kayu
Kapal seribu sudah selesai
Terlihat dalam negri tak ada kegembiraan
Didalam hutan bandar raya

137.
138.
139. Baru saja sampai di negri /kampung
Tidak dikenali lagi oleh nisa/istri
Dari mana-mana orang datang kemari
Pada kami wajahnya seperti kera

140. Mengapa nak kamu pungkiri
Pada Allah dan Nabi kamu berdausa
Tak tahukah orang baru turun gunung
Berpenyakitan selalu

141. Beberapa kena penyakit demam
Sebagian pusing tak reda-reda
Selain bertemu bahaya dihutan
Banyak yang mati ketua-ketua

142. Banyak sekali mati anak rakyat
Banyak yang mati tak terkira
Waktu itu raja membuka gedung
Membagi-bagikan emas pada semuanya

143. Seorang mati diberi emas sepuluh
Harta dibagikan pada simiskin dan sikaya
144. ……….
Begitu ditentukan semuanya rata
Tujuh bulan pulang dari gunung
Lepas dari mati lepas dari bahaya

145. Banyak orang tinggal di kampug
Orang nisa memanjatkan doa
Ya ilahi wa ya Rabbi
Semoga Allah mengabulkan pinta

146. Semoga tak jadi memerangi Banang
Biarlah senang hati raja

147. Seandainya raja jadi berperang
Lebih dari itu kerugian raja
Jika mati dalam negri
Kita pegang sendiri kita pelihara

148. Jika raja mati waktu berperang
Diletakkan dibawah sampan dimakan paus
Setahun kemudian
149. …………………….

151. Bukan main banyaknya
Seakan tak ingin kita melihat
Kecut dilihat tuanku ampun
Laksana sarang hitam banyak sekali

152. ……………….

157. Semua rakyat tak berani menantang
Sangat menakutkan Rindang itu
Kalau begitu po Keujreun droe
Biar kuturun sendiri ke pantai

158. Sekarang turun semua hulubalang
Hendak melihat Rindang dimana
Pada waktu itu raja berangkat
Turun dengan rakyat ke kuala

159. Raja turun tidak payah/susah
Payung berapit dua dibawa
Sekali tum senapan sekali grum gendrang
Gajah melinggang gerang-gering suara

160. Tujuh belas gunangan berangkat
………………
Lalu pergi bersama dengan Bujang
Mengarak gendrang ke…………….

161. Raja turun………..
Dengan gendrang emas gendrang suwasa
Dengan gendrang emas gendrang perak
Hendak mengarak………..

162. Gajah balohan didudukinya
Dia melangkah laksana manusia`
Lonceng dileher seperti dandang periuk
Gajah melenggang seperti perintah raja

163. Bersama ditiup dengan seruling
Gajah berjalan langkahan tiga
Raja turun ke pusong
164. Baru saja raja sampai pada Rindang
Disapa pada waktu itu dengan segera
Raja bertanya bagaimana Rindang ini
Entah darimana rindang tiba

165. Lalu dijawab oleh Rindang
Negri bertuan di Johor lama
Andai dikatakan negri jauh
Untuk apa kemari anda tiba

166. Kami tuanku yang tiba kemari
Dengar sekarang kucerita
Masa Si Ujut kami dirampas
Dia hendak memerangi negri anda

167. Seandainya kami selesai dibuat
Kalah negri ini sekejab mata
Kami tuanku Jin Islam
Tidak mendendam dengan paduka

168. Andai anda mau menyayangi
Biar Rindang ini tinggal disini
Andai saja mau membuat Kami
Kalah negri mana saja

169. Tinggallah disini raja Rindang
Kusuruh tukang membuatmu
Dimana kamu semua tukang!
Buatlah Rindang sekarang juga

170. Tukang buatlah Rindangku ini
Dua puluh hari harus selesai
20 hari dibuat oleh tukang
Siap dengan tiang lengkap dengan gumtia

171. Diberi tiang seperti sanjak
Sebagian perak sebagian suasa
………………
Berhambur emas permata

172. Dinding bukot sangat elok
Emas berpermata semua
Gumtia dibelakang sungguh sangat indah
Cermin disimpan di samping pintu

173. Selesai sudah semuanya
Dengan ampelan kuta mara
174. Ampun tuanku dimanakah kesalahannya
Kami mohon ampun semua dosa
Bukot jangan salah dibuat
Layaknya Rindang diberi gumtia

175. Walau bagaimanapun tuanku
Suruhlah pandai besi membuat lanang
Tuanku tentukan pembuatannya
Tiga buah lonceng yang besar-besar

176. Didepan satu dibelakang satu
Ditengah satu pada tiang besar
Yang di depan Aki Datoi Umu
Dibelakang Tolak Mara[menolak bahaya]

177. Ditengah di beri Kasira Khairan
Ketika lonceng pun telah selesai
Raja bersabda pada hulubalang
Kuberikan nama apa hai saudara

178. Daulat tuanku syahi alam
Tuanku yang paham untuk memberikan nama
Andai tuanku patuhi saran kami
Nama Rindang ini Cakra Donya
179. Setelah selesai memberikan nama Rindang
Semua hulubalang suka cita
Para hulubalang suka semua
Lonceng menghayak Cakra Donya

180. Sekali
Sampai tiga hari terdengar suara
Kemana kamu hulubalang
181. Jangan lalai jangan saling pandang
Kalian kemudikan semua
Lalu raja kembali ke Dalam
Syahi ‘alam tak berdaulat ?

182. Kapal yang lain tidak pergi
Sebelum turun Cakra Donya
Dari pagi hingga siang
Cakra Donya tidak bergerak

183. Bujang masuk segera ke Dalam
Dia mengatakan waktu itu pada raja
Daulat tuanku syahi ‘alam
Yang memegang seluruh dunia

184. Tuanku ampun beribu ampun
Tak mau turun Cakra Donya
Rakyat menarik hingga jarinya lecet
Tak menggerakkan diri Cakra Donya

185. Insya Allah biar kuturun sendiri
Kubawa sekarang ke kuala
Raja turun ke pantai
Dia berjalan ke kuala

186. Dimana engkau ulama dan Syiah
Baca Alfatihah kita berdo’a
Bacakan doa Teungku Pakeh
Orang pandai ulama besar

187. Sebagian baca doa sebagian meng-aminkan
……………
Raja menggosok dikepala dan ekor
Cakra Donya turun dengan segera

188. Dentuman senapan bersuara sendiri
Serasa tuli alam dunia
Lalu dia keluar kelautan
Lain mengikuti Cakra Donya

189. Lalu raja pulang ke Dalam
Syahi alam……………
Raja naik ke
Memanggil putri dalam istana

190. Dimanakah engkau istriku
Tuan kemari dengan segera
Mengapa tuanku memanggil kami
Entah ada sabda apa

191. Tuanku tidak pernah memanggil kami
Ke…………….dalam istana
Apa yang terjadi dihari ini
Memanggil ke serambi putri hina

192. Ingin kupanggil tuan putri
Hendak memohon diri padamu
Andai Allah memberi keberuntungan
Hendak pergi ke Johor Lama

193. Bila Allah memberiku umur panjang
Menyusul Si Ujut yang telah mempermalukanku
Baru hari ini waktu hendak berangkat
Bermufakat dengan putri hina!

194. Dari dulu tidak mengatakan
Karena tanpa ibu bapa kami kemari
Sebab tak ada saudara dan kerabat
Tak ada yang menolong putri hina

195. Karena tak ada ibu bapaku di sini
Tak ada yang mengajari
Ampun tuanku daulat………..
Tak ada yang mengajari putri hina

196. Tak ada yang berkata begini begitu

Raja mendengar kata-kata begitu
Lalu bersabda raja Meukuta

197. Kalau putri melarang
Haram daku pergi ke negri Melaka
Karena kamu ahli hikmat
Bertambah kuat engkau berjaga-jaga

198. Karena engkau arif billah
Pandai menelaah ilmu rahasia
Seperti kau katakan tidak berubah
Putri bertuah kasat mata

199. Kupergi…………….
Tak bermufakat dengan adinda
Dari pada celaka hari nanti
Biarlah sekarang kita bicara

200. Andai tuanku hendak berperang
Dengar Putroe Phang bercerita
Berapa banyak kesulitan memerangi Banang
Kesulitan yang sangat besar

201. Aku tak tahu tuan putri
Satu negripun tak pernah kusinggahi
Kasihanilah dan sayangilah
Cepat katakan olehmu

202. Ampun tuanku kami takut mengatakannya
Takut bersalah pada paduka
Jangan gundah wahai istriku
Pada kami ceritakanlah

203. Tuanku tiga kesulitan memerangi Banang
Inilah kesulitan yang sangat berbahaya
Kesulitan pertama namanya begini
Airnya deras tak bisa dilalui

204. ……………….
205. Satu penyakit sampai dinegri Asahan
Disitulah perlawanan mula-mula
Andai bertuah jadi terkenal
Kalau tidak, cukuplah yang ada

206. Seandainya sempat kembali ke Aceh
Andai tak dibunuh Raja Muda
Kalau panglima perang bukan orang hebat
Tak sanggup kita lawan Raja Muda

207. Orang hebat panglima prang
Sanggup mengguncang seluruh dunia
Siapa yang pantas panglima prang
Katakan dengan senang bicara segera

208. Ampun tuanku beribu ampun
Sembah hamba pacai yang hina
Kami lahir sebagai perempuan
Tak bisa diangkat sebagai panglima

209. ……………….
Sebagai permisalan kita cari makna
Duluan kita angkat Panglima Pidie
Orang hebat dari raja

210. Duluan kita angkat panglima itu
Yang bernama Maharaja Indra
Kalau panglima Pidie tidak mau

211. Ampun tuanku yang baik budi
Pilihlah lain angkat panglima
Walau begitu daulat tuanku
Dia angkatlah pengganti panglima lain

212. Kalau tidak diangkat panglima lain
Lahir batin dia panglima
Siapa saja diangkat sebagai pengganti
Siapapun dialah panglima

213. Orang itu benar –benar panglima
Sanggup menggoncang negri manapun
Kesulitan satu lagi tuanku di Banang
Dengar Putri Pahang bercerita

214. kalau tuanku sampai dilaut ini
Jangan menembak wahai paduka
Andai menembak untuk bersenang-senang
Akan patah senjata menjadi dua

215. Mengapa begitu wahai tuan putri
Apa penyebabnya katakan segera
Negri Banang sangat bertuah tuanku
Aulia Allah disitu ada dua

216. Satu sebelah sana satu lagi sebelah sini
Asal mula orang yang punya negri
Andai tuanku ingin berangkat
Tuanku titipkan dimana putri hina

217. Sebelum tahu dimana ditinggalkan
Karena Allah tak kuizinkan pergi
Ampun tuanku berdaulat penuh
Kupegang ditangan biar tak pergi

218. Tuanku berangkat lewat darat
Mintalah rakyat satu dua
Musuh berangakat lewat laut
………………

219. Biarlah tuanku pergi bersama
Jangan hilang nama putri hina
Kalau begitu tuan putri
Dengar sekarang aku cerita

220. Engkau kuserahakn pada Allah
Disitulah kutinggalkan pada asal mula
Engkau kuserahkan pada Tuhan
Dari sanalah asal wujudmu

221. Kalau daku diserahkan pada Allah
Takkan melarang lagi pergilah berangkat
Setelah raja pergi berperang
Putri sembahyang memohon do’a

222. Tiap waktu sembahyang hajat
Mohon syafaat untuk raja
Bila Tuanku akan berangkat
Putri antarkan ke…….

223. Jangan hantar wahai istriku
Biarlah cukupkan disini saja
Engkau disimpan dalam istana
Jangan ada yang melihat tuan putri

224. Tuanku jangan halang dan melarang
Dikatakan Putri Pahang tidak setia
Semua wanita sudah ke tepian pantai
Tak henti-henti ke kuala

225. Masing-masing mengantar pasangannya
Rakyat beruyun-duyun ke sana
Semua turun dari bandar dan dusun
Mengikat ayunan dalam bakau

226. Tak henti-henti di sana sini
Anak kecil menangis di pantai
Mengapa kami tuanku larang
Dipanggil Putri Pahang tak berperibahasa

227. Karena tak ada ibu bapa disini
Tak ada orang yang mengajari
Berilah izin tuanku mukmin
Berilah izin sampai dipintu gerbang

228. Dua puluh tujuh bulan Zulkaidah
Raja berangkat perangi Melaka
Beliau berangkat tanpa kesulitan
Dua Payung pengapit dibawa

229. Dipukul gong dengan tiup nafiri
Raja naiki ke atas kuda
Dipukul canang dengan genderang
Bukan main senangnya semua

230. Gong dipukul dengan geudeumbak
Banyak sekali rakyat pergi dengan raja
Masa itulah raja berangkat
Diantarkan putri sampai di pintu gerbang

231. Rajapun sampai didepan pintu
Berdiri terkesima seketika/sebentar
Ampun tuanku daulat syahi ‘alam
Tunggu sebentar ada sesuatu

232. Sekarang tuanku pergi berperang
Tinggal putri Pahang dalam Istana
Berapa lama tuanku pergi
Tinggal putri dalam Istana

233. Isya Allah semoga selamat
Mohonlah syafa’at pada Allah ta’ala
Andai beruntung berilah syufaat
Lima kali Haji lima kali Puasa

234. Raja berangkat lewat darat
Carilah rakyat yang banyak serta
Rakyat dilaut cepatlah berlayar
Yang lewat darat dengan raja

235. Yang dilaut melempar sauh
Didaratpun riuh berangkat juga
Sehari semalam raja bercerai
Di Pidie nanti raja beristirahat

236. Raja pun sampai dinegri Pidie
Ke pasar Sigli beliau beristirahat
Sehari semalam raja disana
Rakyatpun turun banyak sekali

237. Panglima menghaturkan sembah
Orang yang hebat pada raja
Orang negri menghaturkan sembah
Yang bernama Maharaja Indra

238. Karena rakyat sudah turun semua
Mau disuruh kemana semua mereka!
Rakyat turun beribu-ribu
Membawa tebu dengan kelapa muda

239. Berapa banyak kapal yang telah siap
Katakan sekarang kudengar segera
Di Pidie tuanku ada lima kapal
Sudah siap dengan bala tenteranya

240. Bawalah kapal kelaut
Kalian ikuti Cakra Donya
Kasihi dan sayangilah kami
Mau ikut memerangi Johor Lama

241. Semua kapal keluar kelaut
Mengikuti dibelakang Cakra Dunia
Kapal dilaut melempar sauh
Dari darat raja berangkat

242. Tiga hari tiga malam lamanya perjalanan
Ke Meuredu raja beristirahat
Rajapun sampai di Meuredu
Beristirahatlah beliua di Simpang Tiga

243. …………..

244. Tujuh hari raja di situ
Orang Meurudu tak satupun menyapa
Orang Meureudu tak satupun di kampung
Semuanya cari rezeki dalam rimba

245. Orang Meureudu……………
…………..
Kala itu tak banyak rakyat negri/kampung
Tak ada satupun yang jadi ketua

246. Orang Meureudu sangat susah hidupnya
Seperti cacing kepanasan rasanya
Seperti cacing dalam hari terik
Panas sekali tiada terkira

247. Sebagian sudah pergi Sarah Mancang
Sebagian berangakat ke Meugang
Setengah pergi ke Sarah Gajah
Pergi membersihkan semua rimba

248. Sebagian sudah pergi mencari rotan
Pergi mengail berburu kijang
Tujuh hari raja di Simpang
Orang Meureudu turun semua

249. Bagi yang turun dari Gunung Puntong
Membawa jagung dan ketela
Yang turun di Sarah Mancang
Semuanya membawa pisang

250. Beberapa yang turun di Sarah Gajah
Membawa buah birah/keladi sebesar paha
Setengah turun dari berburu
Membawa lembu dan kerbau banyak sekali

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s