Merenungkan Bahasa Indonesia Pada Peringatan 56 Tahun Sumpah Pemuda

Merenungkan Bahasa Indonesia Pada Peringatan 56 Tahun Sumpah Pemuda
Oleh: Prof Dr S. Takdir Alisjahbana
1. Bahasa Indonesia Di Jalan Buntu
Bulan ini kita merayakan tahun ke-56 Sumpah Pemuda yang berlaku dalam tahun 1928. Sumpah Pemuda itu boleh kita katakan adalah rumusan yang terpenting dalam sejarah terbentuknya negara Indonesia sebagai negara kesatuan sekarang ini. Saya tak usah lagi berbicara tentang sumpah yang pertama, yaitu berbangsa satu yang sekarang telah tercapai secara formil dalam kewargaan negara ndonesia. Sekalian orang yang menjadi warga negara Inonesia merupakan anggota bangsa Indonesia yang satu. Saya juga tidak usah berbicara tentang bertanah air satu, oleh karena hal itu telah tercapai dalam batas-batas negara Indonesia yang telah mantap. Batas negara Indonesia yang sudah ditentukan dengan masuknya Irian Jaya kedalam wilayah Indonesia yang membentang menepati sepertujuh dari khatulistiwa. Kalau diletakkan di Eropa, Indonesia membentang dari Irlandia sampai ke laut Kaspia.
Tentang soal bahasa Indonesia yang menurut sumpah itu kita junjung, dalam Undang-Undang 1945 dengan tegas dan ringkas dikatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa negara, jadi bukan lagi harus dijunjung, tetapi sudah menjadi sebagian dari darah daging keseluruhan bangsa dan negara Indonesia yang tidak dapat dipisahkan lagi daripadanya.
Dalam karangan ini saya terutama akan membicarakan perkembangan bahasa Indonesia dalam keadaannya dewasa ini. Sebenarnya perjuangan dan perkembangan bahasa Indonsia sejak tahun 1928 boleh kita katakan adalah sesuatu yang unik dalam sejarah perjuangan dan perkembangan bahasa di dunia. Meskipun dosen-dosen sering mengeluh bahwa mahasiswanya tidak menguasai bahasa Indonesia, kalimat-kalimat tidak selesai, dsb, meskipun ada orang yang mengeluh bahwa pejabat-pejabat kita masih ada yang membuat kesalahan dalam mengucapkan maupun menuliskan bahasa Indonesia, meskipun dalam percakapan dan surat kabar masih sering kelihatan kesalahan-kesalahan, sehingga Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia perlu merumuskan semboyan
“Pakailah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar”, tetapi saya sebagai orang yang seumur hidup berjuang untuk perkembangan bahasa Indonesia, pada waktu ini hendak mengucapkan dengan terus-terang kegirangan hati saya akan tingkat pemakaian bahasa Indonesia yang kita capai sekarang ini. Surat-surat kabar kita telah mengembangkan bahasa Indonesia yang lancar dan jelas, memberi penerangan dan memberi uraian yang logis dan dapat dipahamkan. Demikian juga dengan bahasa yang kita pakai dalam rapat-rapat, baik pada tingkat yang rendah, kecamatan, kabupaten, maupun tingkat parlemen. Tentu di tingkat desa dan kecamatan masih lebih banyak kata-kata daerah dipakai. Itu wajar dan hal ini lambat laun akan berkurang dengan Keputusan Pemerintah yang amat penting tahun ini, yaitu keputusan wajib belajar bagi semua anak-anak Indonesia. Pembakuan dan perbaikan bahasa Indonesia dalam arti yang sering dikemukakan sekarang adalah pertamasekali tugas dan pekerjaan sekolah. Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Belanda, yang sekarang ini boleh dikatakan bahasa-bahasa yang baku dan mantap, akan hilang kebakuan dan kemantapannya, kalau sekolah-sekolah ditutup barang seratus tahun di negara-negara itu.
Keberatan-keberatan dan keritik tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa hukum, bahasa sekolah, bahasa percakapan dalam rapat-rapat, dalam sidang-sidang yang resmi dan lain-lain, pada pikiran saya tak ada yang menimbulkan soal yang besar yang tak dapat diatasi. Bahasa Indonesia telah berkembang dan kita dapat membanggakan hal itu.
Tetapi dapatkah kita sekarang ini berpuas diri dengan kedudukan bahasa Indonesis dalam perkembangan bangsa kita sebagai bangsa keseluruhan, di tengah-tengah dunia yang amat cepat berubah dan maju? Dalam hubungan yang luas ini yang menentukan perkembangan dan kemajuan bangsa kita sebagai keseluruhan, saya masuk orang yang paling tidak puas. Pada kesempatan ini saya hendak mengucapkan hal-hal yang pada pikiran saya harus segera dilakukan apaabila bahasa Indonesia betul-betul hendak kita jadikan bahasa seperti termaktub dalam Sumpah Pemuda dan Undang-Undang Dasar kita. Baik kita ingatkan kembali, bahwa Bahasa Indonesia dahulu cepat berkembang oleh karena kita tidak puas akan usaha pemerintah Belanda untuk menahan penyebaran bahasa Belanda di kalangan bangsa kita. Bahasa Belanda yang pada suatu ketika telah mulai menjadi sesuatu yang menarik dan perlu bagi kita, sebagai alat untuk mendapat kedudukan dan ilmu pengetahuan yang baik dalam masyarkat, sehingga orang tua berebut-berebut hendak memasukkan anaknya ke sekolah Belanda, bahasa Belanda dibatasi oleh pihak Belanda kemungkinan mempelajarinya, karena bangsa Belanda takut bertambah lama bertambah banyak orang Indonesia yang mempunyai pengetahuan dan lambat laun juga sadar akan hak-haknya dan menuntut hak-haknya itu sebagai bangsa yang menghendaki kemerdekaan. Karena terbatasnya kemungkinan mempelajari bahasa Belanda, maka bangkitlah pergerakan memperkembangkan bahasa Melayu, yang lambat laun menjadi bahasa seluruh masyarakat Indonesia. Kita tahu bahwa perjuangan itu sampai sekarang dikagumi seluruh dunia, bagaimana suatu bangsa dalam negeri yang paling terpecah-pecah di seluruh dunia (ingatlah terjadi dari 13.000 pulau besar dan kecil), menumbuhkan bahasa persatuan mengatasi 400 bahasa dan kebudayaan yang sangat berbeda-beda.
2. Pendewasaan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Modern
Dalam kepuasan dan kebanggaan kita mempunyai bahasa Indonesia itu, pada waktu sekarang ini, baiklah kita renungkan kembali hingga manakah telah tercapai tujuan yang kita kehendaki, masih dapatkah kita sesungguhnya puas akan perkembangan bahasa Indonesia dalam keadaan Indonesia dan dunia sekarang ini? Tentang hal ini terus terang saya katakan, saya sangat kecewa dan tidak puas. Setelah perkembangan bahasa Indonesia yang gilang-gemilang tak ada taranya dalam sejarah bahasa-bahasa dunia, menjadi bahasa modern abad ke 20, yaitu bahasa ilmu dan kebudayaan yang dewasa. Menurut tinjauan saya kegagalan ini mengurangkan arti seleruh perjuangan dan usaha kita yang sangat berhasil, yaitu mengadakan bahasa Indonesia bahasa persatuan dan bahasa negara di masa yang lampau. Dalam hal ini tentu ada beberapa faktor yang berpengaruh. Pengaruh negatif yang terpenting pada pikiran saya adalah pengaruh linguistik modern yang dipelajari oleh sarjana-sarjana kita, terutama di Eropa dan Amerika, yaitu suatu linguistik dan terbatas, serta spesilistik. Tentang ini saya hendak menunjukan karangan saya dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kegagalan linguistik modern dalam menghadapi soal-soal bahasa abad ke dua puluh.
Dengan demikian hakikat bahasa sebagai alat dan penjelmaan keseluruhan pikiran dan kebudayaan terlupakan atau sekurang-kurangnya sangat terabai. Keseluruhan sesuatu bahasa adalah keseluruhan konsep dan pikiran seluruh kebudayaan yang bergerak, bertempur dan berkombinasi sesamanya yang menjelma dinamis fikiran bangsa itu.
Dalam hubungan inilah kelihatan kepada saya, bahwa soal menerjemahkan buku-buku dari segala bahasa di dunia yang relevan tentang kemajuan ilmu dan kebudayaan modern sangat memutuskan untuk arti bahasa Indonesia bagi bangsa dan kebudayaan kita. Bagaimana sekalipun memuaskannya bahasa itu dipakai dalam rapat-rapat, dalam surat kabar, dalam sekolah dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, tetapi adalah bahasa itu adalah bahasa yang sangat miskin dan kemiskinan itu makin hari makin terasa apabila bangsa kita makin dalam terlibat dalam perlombaan kemajuan ilmu, teknologi dan ekonomi, yang menjadi ciri kebudayaan modern di seluruh dunia. Seperti belum berapa lama ini saya ucapkan, universitas kita yang akan menjadi katrol untuk mengangkat seluruh rakyat kita ketingkat kemajuan ilmu dan kebudayaan modern, ketingkat industrial civilization, tidak berdaya oleh sangat rendah mutunya. Kita dapat mengangkat, apabila berpindah dari bahasa Indonesia ke bahasa modern yang telah dewasa, dalam hal ini bahasa Inggris. Pekerjaan itu amat berat bagi kita oleh karena pelajaran bahasa Inggris di negeri kita sangat rendah, sedangkan kita tidak mempunyai tradisi bahasa Inggris seperti di Malasyia, Singapura, Brunei,dll. Demikian, soal kemisikinan buku ilmu dalam bahasa Indonesia itu menjadi soal seluruh perkembangan masyarakat kita, malah hendak saya tekankan, seluruh usaha pembangunan dan modernisasi yang merupakan keputusan pemerintah yang sebaik-baiknya dan harus disokong. Masih tahun ini saya di hadapan DPR berusaha meyakinkan DPR akan perlunya kita melakukan terjemahan itu secepat mungkin dan seluas mungkin, tetapi saya sangat menyesal mendengar Menteri P dan K enggan melakukan dengan mengemukakan bahwa di Indonesia ada penerjemah-penerjemah yang pandai tetapi mereka terlampau sibuk sehingga usaha penerjemah penerjemahan besar-besaran itu tidak dapat dilakukan. Saya cuma ingin bertanya, bagaimana orang Islam dalam abad ke-8 dan ke-9 mendapat penerjemah untuk menerjemahkan buku-buku yang terpenting dari bahasa Yunani, Parsi, India, tentang filsaf, matematika, astronomi, kedokteran, dll. Contoh yang paling baru bagaimana Jepang menerjemahkan dalam Restorasi Meiji, 150 tahun yang lalu, sedangkan bangsa Jepang ketika itu bukanlah seperti kita yang mempunyai ratusan universitas, pemerintah dan swasta, tetapi belum mempunyai unversitas, malahan memulai dengan mengadakan lembaga penerjemah, yang lambat laun menjadi Unversitas Tokyo yang terkenal itu.
Di sini kelihatan bahwa semua dalih itu tidak beralasan. Sebab yang terpenting adalah kurang motivasi, dalam hal ini kurang yakin bahwa kunci dari kemajuan kita sekarang ini adalah mendewasakan bahasa Indoensia dengan menerjemahkan buku-buku itu seperti berlaku di Jepang, sehingga mahasiswa dan masyarakat kita yang boleh dikatakan seluruhnya tidak menguasai bahasa Inggris selayaknya, dapat mengembangkan ilmunya sepenuh-penuhnya. Dan di sini dapat kita tambahkan lagi bahwa buku bahasa Inggris di Indonesia terlamapau sedikit, Universitas Indonesia hanya mempunyai 400.000 buku, sedangkan Singapura dan Kuala Lumpur saja sudah mempunyai buku di atas 1000.000.
Nah, dapatlah kita mengerti jalan buntu perkembangan ilmu dan teknologi di negara kita. Kita selalu berbicara dan mengeluh pada negara-negara yang telah maju tidak membantu kita dalam tranfer of science and technology. Lupa kita bahwa ilmu dan teknologi, bahwa kemajuan itu mesti direbut, sebab kemajuan kita mencapai tingkat negara yang sudah maju, akan menimbulkan soal bagi mereka, kita akan menjadi saingan bagi mereka seperti sekarang mereka semuanya menghadapi soal yang sangat besar dengan kemajuan Jepang, dengan majunya Korea, Taiwan, dan sebagainya.
Di sini sekali lagi dalam suasana perayaan ke 56 Sumpah Pemuda saya sampaikan prmintaan kepada Pemerintah kita, malahan terutama Kepada Presiden kita yang memegang pimpinan dalam pembangunan dan modernisasi sekarang ini, supaya secepat mungkin dan seluas mungkin diusahakan penterjemahan buku ilmu pengetahuan. Kalau tidak dilakukan, tidak ada alternatif kita yang lain daripada mengambil bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu dan kebudayaan modern kita. Kita mengakui kesalahan kita dahulu pindah dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia, bukan langsung ke bahasa Inggris. Dengan begini kita harus mengakui bahwa Pilipina lebih cerdik dan bijaksana dari kita. Mereka menciptakan bahasa Tagalog sebagai bahasa kebangsaan untuk memenuhi hasrat kebanggaan mempunyai bahasa kebangsaan, tetapi bahasa kebangsaan itu hanya untuk pemeran saja, sedangkan bahasa kebudayaan tinggi, bahasa lmu dan bahasa kemajuan zaman modern adalah bahasa Inggris, yang diketahui sebagian besar dari rakyat. Bahasa Tagalog itu tidak dipakai sebagai bahasa pengantar pada perguruan menengah, apalagi pada perguruan tinggi, sekalian itu sepenuh-penuhnya dalam bahasa Inggris. Dengan demikian segala kemajuan bahasa Inggris, dapat diambil oleh orang Pilipina yang dibesarkan dalam suasana bahasa Inggris. Tidak ada keperluan bagi mereka untuk menjadikan bahasa Tagalog itu bahasa ilmu abad ke-20. Tetapi keadaan di negari kita berbeda sekali, tidak mengadakan bahasa Indonesia itu sebagai pengganti bahasa Belanda, bahasa Indonesia modern. Sekarang setelah itu menjadi sepenuhnya memenuhi kehidupan bangsa kita, kita gagal melakukan langkah yang berikutnya. Ini sangat disayangkan dan meskipun saya dalam lingkungan Universitas Nasional sudah mengambil keputusan untuk mementingkan bahasa Inggris, tetapi dalam hati kecil saya masih mengharapkan pemerintah untuk mengembangkan bahasa Indonesia itu sebagai bahasa modern seperti bahasa Jepang.
3. Meningkatkan Kerjasama Dengan Malaysia dan Singapura
Satu hal lagi yang saya anggap penting direnungkan pada bulan perayaan Sumpah Pemuda berhubung dengan perkembangan dan perluasan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang bersifat internasional. Kita sekaliannya tahu bahwa bahasa Indonesia itu dikembangkan dari bahasa Melayu, kita tahu juga bahasa-bahasa Melayu itu di Malaysia dikembangkan menjadi bahasa Malaysia, sedangkan di Singapura dan Brunei bahasa Melayu itu masih tetap dengan nama bahasa Melayu.
Pada hakikatnya bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia tidak berbeda oleh karena kedua-keduanya berpokok kepada bahasa Melayu dan kedua-duanya bahasa kebangsaan yang penuh, sedangkan kedua-duanya tidak bisa tidak mesti tumbuh menjadi bahasa modern. Perbedaan yang kecil-kecil antara kedua bahasa ini akan tetap ada, misalnya berhubungan dengan kelembagaan politik tentu istilah yang tidak sama, sebab Undang-Undang Dasar ,lembaga-lembaganya berlainan, tetapi sementara itu tentang dunia modern kedua-duanya menghadapi soal yang sama, dan koordinasi malahan standarisasi kedua bahasa ini amat penting bagi perkembangan kedua bahasa ini selanjutnya dengan membakukan bahasa Indonesia, bahasa Malaysia, dan bahasa Melayu di Singapura dan di Brunei. Kita akan mendapatkan suatu bahasa yang dipercakapkan oleh kira-kira 180 juta manusia, dengan demikian masuk menjadi bahasa yang terbesar di dunia, menyusul bahasa Inggris, bahasa Cina dan Hindi. Mungkin sekali bahasa Indonesia-Malasyia-Melayu adalah lebih besar dari bahasa Prancis, dari bahasa Spanyol dan bahasa Arab, jadi menjadi bahasa keempat atau setinggi-tingginya lima di dunia, yang juga bersifat internasional.
Kalau kita tahu sekarang bahasa-bahasa Arab sudah menjadi bahasa PBB, tentulah bagi bahasa Indonesia hanya soal waktu untuk mencapai kedudukan yang demikian. Kalau dibandingan dengan bahasa Arab, bahasa Indonesia-Malaysia…
(Lihat halaman IX kol.5)
(Sumber: Suara Karya 29 Oktober 1984, hlm. V).

Hari Ini, Jum’at HARI ‘ASYURA

Jumat, Hari Asyura

JAKARTA- Hari Asyura dan 10 Muharram 1429 hijriah berdasarkan keputusan ketua Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi Syaikh Saleh Al-Lahidin jatuh pada Jumat (18/1),
pengumuman ini disebarkan melalui media yang terbit di Arab Saudi.
10 Muharram hari yang ditunggu oleh umat Islam karena berdasarkan hadist nabi, hari itu berhubungan dengan puasa sunnah, bahkan senantiasa dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Bahkan Mahkamah Agung Arab Saudi mengedarkan anjuran puasa pada hari Asyura sebagaimana dilakukan Rasulullah karena banyak peritiwa penting keagamaan saat itu
Saat Rasulullah hidup menganjurkan untuk puasa tanggal 9 dan 10 Muharram, karena puasa ini tidak hanya dilakukan oleh umat Islam saat itu, melainkan bagi kafirun juga berpuasa pada hari Asyura dengan alasan hari itu hari baik, hal ini terjadi saat Rasulullah dan sahabat berada di Madinah.
Perhitungan kalender Arab Saudi hari puasa Asyura jatuh hari Kamis dan Jumat atau 17-18 Januari 2008 mendatang, sedangkan kalender Indonesia jatuh hari Jumat dan Sabtu atau 18-19 Januari 2008.
Keistemawaan hari Asyura adalah waktu itu Allah SWT menjadikan Arasy, Allah SWT menjadikan Lauh Mahfuzh, Allah SWT menjadikan Qalam, Allah SWT menciptakan alam.
Juga hari pertama Allah SWT menurunkan rahmat, hari pertama Allah SWT menurunkan hujan dari langit dan Allah SWT menjadikan Malaikat Jibril.
Berhubungan dengan Nabi, hari itu Nabi Adam as bertaubat kepada Allah SWT dan taubatnya diterima sehingga dia bersih dari segala dosa dan kesalahan.
Nabi Idris as diangkat oleh Allah SWT ke langit, Nabi Nuh as berlabuh bahteranya setelah mengarungi banjir yang melanda bumi selama 6 bulan. Juga Nabi Ibrahim as diselamatkan dari api Raja Namrud. Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara setelah meringkuk beberapa tahun akibat fitnah Zulaikha.
Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada dalam perutnya selama 40 hari, nabi Daud diampuni oleh Allah SWT. Nabi Isa as dinaikkan kelangit sewaktu dikejar kaum Yahudi yang ingin membunuhnya.
Asyura juga berhubungandengan Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya,dengan membelahkan Laut Merah agar bebas dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya Allah SWTmenurunkan Kitab Taurat kepada nabi Musa as, Nabi Sulaiman as dikaruniakan dengan sebuah kerajaan yang besar. (persda network/mur)

( Sumber: Serambi Indonesia, Rabu, 16 Januari 2008, hlm. 10)

Catatan terbaru: Menjelang berkumandang bang meughreb/azan maghrib, saya mendengar ketukan di pintu. Saya yang sedang menulis artikel “Lomba baca hikayat Aceh masuk kampus!”, segera beranjak untuk membukanya. “Nyoe bubur nek yue jok!(bubur ini disuruh antar nenek), kata  Ikram menyampaikan amanah neneknya. Begitulah, sudah bertahun-tahun berlangsung, setiap 10 Maharram atau 10  bulan Sa-Husen, keluarga kami selalu dapat antaran “bubur ‘Asyura”  dari Hj.Teungku Nyak Rafu’ah yang dipanggil nenek oleh Ikram tadi. Rumah nenek Ikram lk 1 km jauhnya dari rumah saya.

Bale Tambeh, Jum’at, 10 Sa-Husen 1437/ 10 Muharram 1437 H/23 Oktober 2015 M, poh 19.28 wib., T.A. Sakti

Sekapur Sirih = Ranup Sigapu

RANUP SIGAPU
Oleh: T.A. Sakti
Mhs. FHPM Unsyiah
Assalamualaikum tanglong hekeumat
Saleum horeumat bandum syeidara
Nyangka meuthoen-thoen taingat-ingat
Nyoe katrok meuhat Allah karonya
Alhamdulillah syukoer keu rahmat
Saleum shalawat akan Saidina
Wa’amma bakdu laju lon surat
Saboh riwayat nyang Meugah Raya
MTQ Nasional duablaih jinou ka trok had
Geu pileh teumpat sinou di Banda
Di Banda Aceh ka saheh teumpat
Geubri horeumat oleh Negara
Yoh di Semarang calon geu angkat
Bak lheei boh teumpat keunong neuraca
Bengkulu, Padang Sumatra Barat
Pemerintah Pusat geu pileh Banda
Teuma ohlheueh nyan lale tan siat
Terbentuk leugat le PANITIA
Kagebri tugaih meunurot bakat
Supaya siap ban geu rencana
Parek yang ka doe jalan meu kurap
Geu aspal leugat geu peuget sigra
Sideh Blang Padang nyang paleng hebat
Bandum geu turap indah lageina
Sinan Blang Padang acara pusat
Laen lom meuhat Meuseujid Raya
Sideh Blang Padang keubit ceudah that
Tan kureung hebat Anjong Mon Mata

TERJEMAHAN: INDONESIA
Assalamualaikum handai tolan
Sambutlah salam tanda saudara
Yang sudah lama kita nantikan
Kini dah datang Allah kurnia
Alhamdulilah syukurkan rahmat
Salam shalawat akan Saidina
Kemudian itu dengarlah sahabat
Satu riwayat yang Megah Raya
MTQ Nasional XII tibalah saat
Pilihan tempat jatuh di Banda
Di Banda Aceh pastinya tempat
Kasih hormat oleh Negara
Waktu di Semarang dicalon tempat
Yang cukup syarat jumlahnya tiga
Bengkulu, Padang Sumatera Barat
Pemerintah Pusat memilih Banda
Sesudah terpilih di waktu singkat
Di bentuk cepat satu PANITIA
Di beri tugas menurut bakat
Supaya siap bagai rencana
Jalan yang rusak parit yang kotor
Di aspal cepat dengan segera
Lapangan Blang Padang paling hebat
Di beton lengkap sekelilingnya
Situ berlangsung acara pusat
Kedua tempat di Masjid Raya
Desah Arafah indah bertingkat
Tak kurang hebat Anjong Mon Mata

BAHASA ACEH:

Yoh masa teungoh bersiap-siap
Keuritik le that keu Panitia
Rame ureueng kheun buet nyou han siap
Aceh malei that meuhan seumpurna
Di Panitia bekerja giat
Keuritik yang sehat pih geuteurima
Tulong Tuhanku Ilahon Ahad
Bandum ka siap lagei geucita
Bandum seuleusou bacut tan cacat
Aceh kasiap preh jamei teuka
Kuta Banda Aceh jinoe indah that
Hireun ta lihat sang-sang Jakarta
Nibak buleun nam tanggai tujoh phon
Jadeh berlangsong lagei rencana
Trok tanggai peuet blaih laju berlangsong
Buleun Masehi thon sikureung blaih lapan sa
Di Banda Aceh pusat Tamaddon
Kuta almarhom Iskandar Muda
Thon lapan ploh sa jadeh meu untong
Preh tamu agong Qari’ah teuka
Rata propinsi waki geu peutron
Qari nyang agong Qari’ah pih na
Pimpinan Nanggroe rame berkunjong
Presiden langsong buka acara
Bapak Soeharto pidato peuphon
Lheuhnyan Neu peh gong Rapa-i Bungga
MTQN dua blaih ka teuhah payong
Meutamah harom Aceh tercinta
Le Duta Lua jak kalon langsong
Asai Istambol atau Libya
Seuramoe Mekkah meugah Tamaddon
Geutinjou langsong le Duta-Duta

TERJEMAHAN: INDONESIA

Di waktu sedang bersiap-siap
Kritik sungguh berat untuk Panitia
Ramai yang sangsi tugas tak siap
Aceh mendapat malu dan hina
Panitia MTQN bekerja giat
Kritik sehat juga terima
Dengan izin Tuhan Ilahon Ahad
Segala siap dan terlaksana
Semua selesai tak ada cacat
Aceh sudah siap segala-gala
Kota Banda Aceh indah dilihat
Terasa hebat bagaikan Jakarta
Tanggal 7 Juni mulai berlangsung
Musabaqah agung Tingkat Negara
Pas satu minggu ia berdengung
Tahun terhitung 1981

Di Banda Aceh pusat tamaddun
Kota almarhum Iskandar Muda
Di tahun ini jadi beruntung
Banyak tamu agung datang kesana
Seluruh propinsi kirim kontingen
Qari-Qariah serta robongannya
Pimpinan Negara banyak berkunjung
Presiden langsung buka acara
Bapak Soeharto yang meresmikan
Dengan pukulan Rapa-i Bungga
MTQ Nasional XII mulai jalan
Tambah terkenal Aceh tercinta
Duta Negara Islam banyak yang datang
Asal Istambul atau Libya
Serambi Mekkah jadi tinjauan
Itu tujuan sejumlah DUTA

BAHASA ACEH:

Cot Tanjong Bucue le timoh reubong
Teuma di Beutong rame Cut Aja
Hai rakyat Aceh muka teuh bek con
Ohtrok berkunjong jamei bak gata
Muka beureumeh bengeh sak lam tong
Patot ta tulong ta bantu sigra
Tabri peutunjuk jamei goh meuphom
Tase bek meukong bak jalan raya
Keu Teungku jamei horeumat kaom
Siblet geukunjong Daerah Gata
Aceh cit ramah turon-teumuron
Jaga rakan lon bek rusak citra
Aceh tan jeungkat seujak jameun phon
Beu ek tajunjong si umu donya
Hanya ngon musoh peumeu’en Rincong
Keu rakan kaom paleng seutia
Sayang Lam Meulo kuta katalo
Toke di mundo u Mutiara
Beusupan santon bak ta meututo
Bek roh gob uko akhlak hana
Ikot “Seruan” nyangka geu ato
Rumoh dan Kanto beugleh tajaga
Banda Aceh gleh sang Dara Baro
Jipreh wou Linto bak malam lusa
Rumoh dan Toko tacet rakan E
Gapu ta labo indah dimata
Di lingka rumoh sampah bekna rho
Pageu ka talo ta peugot sigra

TERJEMAHAN: INDONESIA
Cot Tanjong Bucue banyaknya rebung
Tapi di Beutong ramai Cut Aja
Hai rakyat Aceh jangan muka masam
Sewaktu datang tetamu kita
Muka yang manis, sadis buangkan
Beri bantuan kalau diminta
Kasih petunjuk yang belum paham
Memborong jalan jangan saudara
Para tetamu beri penghormatan
Mereka datang ke Daerah kita
Sifat peramah zaman ke zaman
Sikap kepunyaan Aceh tercinta
Aceh tak jahat sepanjang zaman
Ingat hai rakan dimana saja
Hanya dengan musuh Rencong berdendang
Kalau sudah kawan paling setia
Sayang Lam Meulo kota yang bangkrut
Pedagang surut ke Mutiara
Dalam bicara berlemah lembut
Jangan di ikut akhlak yang hina
Ikut “SERUAN’ yang dikeluarkan
Rumah perkantoran bersih segala
Banda Aceh cantik kayak Dara Baro
Menunggu Linto malam pertama
Rumah dan Toko harus kapurkan
Muka belakang di sekelilingnya
Sekitar rumah kita bersihkan
Pagar yang renggang rapikan segera

BAHASA ACEH:

Meungna lagei nyan wahe rakan E
Aceh gob uko cucok ngon NAMA
Seuramou Mekkah meugah meuhubo
Ulama that le kuat Agama
Keupada Allah do’a ta ato
Aceh beu beuho dalam ARENA
Neubri beumeunang PIALA beule
Bek sagai kundo beujeut JUARA
Bek sabe Aceh didalam talo
Bak meu’en Judo dan meu’en bola
Mara Halim Cup nyang ban rakan E
Aceh sep talo hanco ban SIRA
Seuluroh rakyat lagei nyan uko
Tanyou bek talo ureung po atra
Bak Qari-Qariah wasiet di baho
Bek roh meutajo me brat le gata
Bacut peuingat dengo rakan E
Watei neulalo keudeh u Banda
Rumoh pih bek soh piket neu ato
Jeundela pinto neugunci beuna
Apui didapu neucuih ie neuro
Bek roh jeut a-o ‘oh apui raya
Ringget pawon meuh gleung ngon manek ro
Bek that neuhambo nibak anggota
Tatakot gadoh lam neleung sambo
Atau di cuko pencopet teuka
Dalam kawan bha meukong-kong baho
Pencopet pihle mita beulanja
Bagi nyang tan jak u Banda tajo
Deugo radio RRI Banda
Cukop siaran kalheuh geu ato
Hansep radio bak TIVI pihna

TERJEMAHAN: INDONESIA
Jika begitu dapat dilaksanakan
Aceh sepadan dengan namanya
Serambi Mekkah semua paham
Kuat Islam banyak Ulama
Kepada Allah kita do’akan
Beri keberanian kontingen kita
Sanggup meraih juara pilihan
Gitu harapan rakyat semua
Janganlah Aceh dapat kegagalan
Setiap bidang dalam Arena
Mara Halim Cup sebagai misal
Aceh sialan tiap ketika
Seluruh rakyat idam-idamkan
Jadilah Tuan dirumah sendiri
Sama Qari-Qariah terpikul harapan
Kerjalah idaman DAERAH kita
Sekedar nasehat kepada teman
Di waktu datang di kota Banda
Rumah di kampong jangan kosongkan
Beri kawalan kunci pintunya
Api didapur anda matikan
Agar kebakaran terhindar dari kita
Ringgit gelang mas tolong disimpan
Hindari pakaikan waktu kesana
Takut terjatuh di perjalanan
Ataupun kadang pencopet ada
Penonton banyak datang saksikan
Sukar berjalan jatuhlah mas anda
Bagi yang tak sempat sendiri datang
Ada siaran RRI Banda (Banda Aceh)
Cukup media Panitia usahakan
Banyak saluran TV pun ada

BAHASA ACEH:
Hanya kali nyou akhe rakan E
Geubri MTQ untuk Tingkat Sa
Ohlheuh di Banda ka geutop pinto
Cit teumpat saho sideh JAKARTA
Patoet u Banda geutanyoe tapo
Jak kalon sigo MTQ RAYA
‘Oh watee tuha peugah bak cuco
Rugoe Teungku Po meuhan neu teuka
Ranup Sigapu kasep Teungku E
Lon ucap syuko ubak Rabbana
MTQ Nasional XII beujroh meu ato
Bak Rabbol ghafo ta lakei do’a
Bri Panitia pikiran bek tho
Rancak bak uko rugoe dan laba
Nama DAERAH peutheun aduen E
Bek suyok baho malei ngon lua
Lon angkat jaroe paih ateuh baho
Jinoe lon undo lam syair sastra
Meu’ah deisya lon meusinggong tuto
Lon ureung baro goh lom biasa

TERJEMAHAN: INDONESIA

Ingatlah teman handai tolan
Ini kesudahan untuk tingkat sa (Satu)
MTQ Nasional XII mudah-mudahan
Hanya dilaksanakan di kota Jakarta
Patut ke Banda Aceh kita hadirkan
Lihatlah Tuan untuk sekali
Ketika anda nanti beruban
Rugilah tuan kalau sampai alpa
Sekapur Sirih kita cukupkan
Saya syukurlah pada Rabbana
MTQ Nasional XII mudah-mudahan
Akan berjalan dengan sempurna
Tadahlah tangan mohon bak Tuhan
Tambah pikiran bagi Panitia
Sanggup memikul tugas dan beban
Daerah modal janganlah cemar
Tangan diangkat berakhir kalam
Satu karangan Puisi sastra
Ma’af diminta kepada Tuan
Beta mengarang belum biasa

Asrama IPM-Sakti
Jln. Kenari Banda Aceh, 7 Rajab 1401
11 Mei 1981