darurat dayah di aceh!

Droe Keudroe:

Darurat Dayah

Serambi Indonesia telah memuat tiga berita  tentang nasib Dayah Aceh pada edisi Kamis, 30 April 2015. Ketiga berita itu ternyata menyedihkan. Pada halaman “Serambi Pase” sebagai berita teratas berjudul ’12 Bilik Santri Terbakar”, yaitu sebanyak 12 bilik(kamar) santri  Dayah Darut Thalibin Desa Mesjid Baro, Kecamatan Samalanga, Bireun hangus terbakar. Dalam halaman 19 berjudul “Tak Miliki Santri, Pemerintah Stop Bantuan”. Ini mengenai hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim bersama  Aceh Jaya, yang menemukan adanya Dayah dan TPA yang tidak memiliki santri sama sekali, sementara bantuan dari pemerintah terus mengalir ke Dayah dan TPA itu. Berita ketiga berjudul “DPRK Minta Jerih Guru Dayah Ditingkatkan – Selama Ini Rp. 970 Ribu Per Tahun”. Berita di halaman 20 ini,  terkait hasil kunjungan kerja Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya Fakhruzzaman Hasballah ke sejumlah Dayah di kabupaten  itu, yang ternyata jerih guru Dayah sangat minim di sana.

Sesungguhnya, berita duka dari  Dayah-dayah  di tiga kabupaten daerah Aceh itu,  merupakan cerminan dari nasib pilu dari sebagian besar Dayah dan TPA(Bale Seumeubeuet) yang terdapat di Provinsi Aceh. Hanya saja jarang terungkap ke publik. Petuah “sabar”  sudah menjadi benteng pertahanan yang kokoh bagi para santri(Aceh:Ureueng Meudagang) di Dayah-dayah sejak  dahulu kala. Segala macam penderitaan selama di Dayah dianggap sebagai “cobaan dan ujian” yang harus dimenangkan. Akibat pandangan demikian, keluh-kesah anak-anak Dayah jarang terekspose ke luar.Berkat ikut membimbing sejumlah skripsi mahasiswa  mengenai  Sejarah Dayah dan beberapa kali ulang-alik ke beberapa Dayah di Aceh Besar  sejak tahun 2013 – 2015, menyebabkan ‘ puncak gunung es ‘ cobaan para santri Dayah sudah terkuak ala kadarnya.

Memang, dalam 30 tahun terakhir geliat Dayah di Aceh amatlah nampak. Minat para orangtua yang  mengantarkan anaknya ke Dayah semakin hari semakin tinggi. Akibatnya, walaupun pertumbuhan jumlah Dayah yang  cukup banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun ternyata tidak mampu menampung  jumlah santri/santriwati yang mendaftarkan diri. Beberapa Dayah terkenal sudah menyetop penerimaan murid baru buat sementara. Sebagian orangtua hanya menginginkan putra-putrinya “pernah” menjadi santri/santriwati di Dayah,  tetapi tidak kurang pula para orangtua yang  mengharapkan anak-anak mereka  belajar  secara penuh di Dayah, terutama di Dayah-dayah yang mengeluarkan ijazah.

Banyak faktor yang mendorong para orangtua menjadi “sadar Dayah”.  Selain faktor-faktor tradisional yang sudah membudaya, faktor-faktor masa kini juga amat kuat getarannya. Terbentuknya Badan Dayah Provinsi Aceh beberapa tahun terakhir,  cukup mempesona sebagian calon santri. Banyaknya berita-berita tentang aktivitas Dayah dalam media-massa – seperti dalam Serambi Indonesia -,telah menggugah ‘kesadaran Dayah’ para orangtua. Diakuinya ijazah Dayah untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi cukup mendamaikan batin santri/santriwati  untuk belajar di Dayah. Apalagi, jika pernah ada berita “penerimaan PNS”   bagi alumni Dayah.Salah satu faktor masa kini yang lain yang cukup tinggi daya dorongnya adalah negeri kita yang terjangkiti ‘darurat narkoba”. Semua orangtua amat khawatir terhadap keselamatan anaknya dari bahaya sabu-sabee ini. Salah Satu  bentang pertahanan yang masih dipercaya masyarakat Aceh adalah Dayah. Maka berduyun-duyunlah para orangtua mengantarkan putra-putri mereka ke Dayah. Akibatnya, Dayah-dayah terkenal di Aceh menjadi penuh-sesak, dan sebagian calon santri/santriwati tak tertampung lagi!. Inilah yang saya sebut “Darurat Dayah”,  yang perlu perhatian Pemerintah Aceh, masyarakat dan media-massa di Aceh.

T.A. Sakti

Tinggal di   Banda Aceh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s