Brunei Darussalam Berpeluang Memajukan Tamaddun Islam

 

Brunei Darussalam Berpeluang Memajukan Tamaddun Islam

Oleh.  A. HASJMY
Brunei Darussalam adalah sebuah negara berbentuk kerajaan.
Brunei merupakan negaragara kecil di Asia Tenggara dengan penduduknya lebih kurang 300.000 jiwa. Terletak di Pulau Kalimantan bagian Utara dan sistem pemerintahanny yang sangat makmur di rantau ini karena memiliki hasil minyak bumi dan gas alam yang melimpah ruah. Pendapatan rakyatnya rata-rata sekitar US$20.000 dan termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara, bahkan di dunia.
Negara anggota termuda dalam organisasi ASEAN ini mendapat julukan “Kuwaitnya Asia Tenggara” Hal ini disebabkan kekayaan hasil minyak dan gas bumi yang luar biasa.
Agama
Seperti negara-negara Melayu lainnya, penduduk Brunei darussalam menganut Agama islam dan bermazhab Syafi’i. Mereka sangat teguh memelihara ajaran Islam. Masjid-masjid indah berdiri dengan biaya pembangunan dan perawatan ditanggung oleh kerajaan.
Anagka kejahatan di negeri ini sangat kurang, sebab rakyat berpegang teguh  kepada agama dan adat. Pelanggaran terhadap hukum bukanlah tidak ada, tapi sangat kecil jumlahnya. Hidup di Brunei yang mungil tapi modern ini adalah kehidupan yang dicita-citakan oleh semua umat. Meski sistem kerajaan tapi rakyat di sini sangat dekat dengan rajanya.
Ibukota Brunei Darussalam ialah Bandar Sri Begawan yang indah dan damai. Kotanya tidak begitu besar dan tidak padat dengan bangunan-bangunan, apalagi bangunan pencakar langit. Dan yang terakhir  memang di sana tidak ada. Kecuali di pusat kota, pemukiman penduduk, juga pegawai, dia bangun di tengah-tengah “hutan kecil” yang masih perawan, pepehonan yang tidak disentuh fondasi bangunan, memang sengaja tidak dipotong. Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia dan pemukiman para pegawainya, demikian pula kenyataannya.
Sekalipun lalulintas dalam Bandar Sri Begawan belum begitu padat seperti ibukota negara-negara ASEAN lainnya (Jakarta, Singapura dan Kuala Lumpur), namun pembangunan jalan-jalan raya dan jembatan-jembatan layang telah disesuaikan dengan kemungkinan “padatnya lalu-lintas” dalam Bandar Sri Begawan 10 – 20 tahun mendatang; suatu perencanaan yang arif yang dapat memandang jauh ke depan.
Brunei Darussalam, terutama ibukota Negara Bandar Sri Begawan, belum dipersiapkan sebagai “tujuan wisata”, baik Wisata ASEAN maupun Wisata manca Negara. Karena itu, para wisatawan perorangan yang kebetulan berwisata ke Brunei Darussalam, jangan berharap akan dapat membeli barang-barang khas Brunei yang dijual pada wisatawan perseorangan yang kadang datang juga.

Saya pernah berjumpa serombongan wisata orang kulit putih dari negeri Belanda di Mesjid Jami Brunei yang berkubah emas murni. Yang tidak disangka-sangka sebelumnya bahwa orang kulit putih yang kafir diperbolehkan masuk Masjid Jami Brunei, dengan diharuskan memakai pakaian sopan.
Waktu itu dalam hati saya sempat timbul keheranan, mengapa masih ada pikiran di Banda Aceh untuk mengharamkan orang yang kafir masuk Masjid Jami Baiturrahman, sekalipun orang-orang luar Aceh sangat meyakini bahwa ulama-ulama dan para pengurus Mesjid di Tanah Aceh luas pahamannya dan lebih maju.
Seorang wanita muda dalam rombongan wisatawan Belanda yang saya jumpai di Masjid Jamik itu, mengatakan kepada saya, setelah  ia tahu bahwa saya berasal dari Aceh.
“Serombongan wisatawan Jerman pernah sangat kecewa waktu di Banda Aceh, karena pada waktu itu ada oknum di Masjid Jamik Baiturrahman yang melarang para turis masuk dalam masjid, padahal masjid Baiturrahman telah bersejarah panjang dan juga dikenal di negara Jerman”. Katanya. Mohon perhatian pengurus Masjid Jami Baiturrahman!
Brunei yang kaya minyak
Dalam sejarah dunia Melayu Nusantara, kita kenal Kerajaan Brunei Darussalam merupakan sebuah kerajaan besar dan disegani ketika itu. Luas wilayahnya bukanlah seluas wilayah Brunei Darusslam yang sekarang. Tapi juga meliputi Sabah dan Serawak yang sekarang bergabung dengan Malaysia. Juga sebagian Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dan Kalimantan barat Indonesia.
Kerajaan Brunei Darussalam tempo doeloe adalah salah satu dari tiga kerajan Islam yang beridntitakan “Darussalam” di Asia Tenggara. Yakni Aceh Darusslam, Brunei Darussalam, dan Pattani Darusslam.
Ketiga kerajaan Oslam yang berpedoman kepada hukum Syariah Islam itu menjalin hubungan diplomasi yang baik ketika itu. Peranan “Segitiga Emas” itu telah membantu penyebaran dakwah islamiyah di rantau Asia bagian Timur.
Hal demikian dapat terjadi, karena dalam tiga Kerajaan Darussalam itu, banyk lahir ulama-ulama besar dan sultan-sultan yang berwibawa dan adil, di samping karena kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Brunei Darussalam  memilki kekayaan minyak dan gas disamping kekayaan hutan.
Aceh Darusslam memiliki kekayaan minyak dan gas bumi, tambang emas dan perak, sutera alam, padi dan tentunya juga hutan yang luasnya tak terkira. Pattani Darusslam mempunyai kekayaan hutan yang sangat potensial, disamping kekayaan laut dan sutera alam yang bermutu tinggi.
Sekarang, dalam akhir abad ke 20 ini, negara Brunei Darussalam dengan kekayaan minyak dan gas alam yang sangat besar, akan dapat memainkan peranan yang amat penting dalam usaha membina kemajuan ekonomi, politik, budaya dan pendidikan umat Islam di Asia Tenggara.

Menurut hemat saya, bahwa Tugas Penting inilahyang dalam waktu dekat mendatang harus dilaksanakan oleh Kerajaan Brunei Darusslam, terutama oleh Sultan Hasanul Bolkiah yang masih muda dan (menurut yang saya tahu) bercita-cita mengangkat derajat dan martabat umat Islam di Rantau Asia Tenggara ini.Mudah-mudahan.

Universiti Brunei
Keinginan Sultan Brunei yang hendak menjadikan dirinya sebagai pewaris Kerajaan Brunei Darusslam yang wujud pada abad-abad XV,XVI,XVII dan XVIII, dimulainya dengan pembangunan pendidikan.
Langkah pertama dengan mendirikan Universiti Brunei sejak sepuluh tahun lalu. Ini adalah suatu realita besardari cita-cita besar yang sedang membentuk dirinya agar menjadi sebuah kekuatan pelaksana cita-cita yang dapat diandalkan.
Universiti Brunei yang baru berusia muda ini, telahmemiliki berbagai fakultas dan institut dan pusat kajian. Kenyataannya, memang tumbuh sangat cepat, karena didukung kekuatan dana yang hampir lebih dari kebutuhannya.
Kalau Kerajaan Brunei Darussalam mempergunakan sebagian dari kekayaan minyak dan gasnya untuk kepentingan pembangunan pendidikan yang sedemikian artinya pembangunan pendidikan itu tidak hanya untuk kepentingan rakyat Brunei saja, tetapi juga untuk pembangunan kemajuan Islam dan umatnya di Asia Tenggara, bahkan hendaknya sampai ke Timur Jauh seperti halnya negara-negara Arab yang kaya minyak. Mereka membangun pembangunan Islam di Jepang, Filipina, Korea, Taiwan, dan sebagainya.
Cepatnya pertumbuhan Universiti Brunei, karena ditunjang dengan dana yang cukup dari hasil minyak dan gas bumi, hatta mereka sanggup mendatangkan pakar-pakar dan sarjana serta ulama-ulama kenamaan dari mancanegara. Selain itu mereka mendatangkan para pakar dari Eropa, juga mendatangkan ulama, pakar dari Mesir, Malaysia, dan Indonesia. Kecuali itu, Universiti Brunei juga mengirim para pemuda Brunei untuk belajar di luar negeri.
Dari Aceh saja (Indonesia) Universiti Brunei mendatangkan empat orang intelektual/sarjana/pakar, yaitu : Prof, Dr Teuku Iskandar, Dr Teungku Ahmad Daudy MA, Dr Ir Teungku M Nasir MA dan Teungku Abdul Kadir Umar al Hamidy MA.
Menurut penilaian saya yang sudah dua kali berkunjug ke Brunei Darusslam dalam waktu dekat Universiti Brunei Darusslam akan menjadi salah satu Pusat Pendidikan, Kebudayaan dan Tamaddun Islam di bagian Timur ini. Mudah-mudahan! Dan bila suatu  hari kelak terbukti, Aceh punya andil besar karena ada empat putra terbaiknya mengajar disana!
#.  Prof. Tgk H. Ali Hasjmy, Ketua Umum MUI Aceh
( Sumber: Serambi Indonesia, Selasa, 5 Januari 1993 hlm. 4/Opini. ).
*Artikel ini diketik ulang  Amal, putra saya yang bungsu, Sabtu, 21 Juni 2014, dari lembaran koran Serambi yang ‘kotor’  akibat terendam lumpur tsunami Aceh.( Kepada seluruh umat Islam  di seantero dunia, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1435 H mulai besok, Ahad, 29 Juni  2014 M – T.A. Sakti ).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s