Ayo, menuliskan Aceh di Internet – v

Ketika Lima Tahun Menjadi Blogger:

18 Juni 2009 – 18 Juni 2014

 

Ayo, menuliskan Aceh di Internet – v

Menjalani tahun ke IV mengelola blog ‘budaya Aceh’ ini, memang mulai menampakkan kemumangan saya –mumang atau gamang – dalam hal mengisi artikel-artikel keacehan sebagai ciri khasnya. Ini, memang akibat kesalahan saya sendiri. Bagaikan orang kaya ketika berusia lanjut, yang terus-terusan membelanjakan hartanya tanpa perhitungan, padahal dia tak mampu lagi bekerja keras akibat keuzuran. Akibatnya, dari hari ke sehari modal hidupnya semakin tipis bahkan habis.

Hal begitulah yang terjadi. Sewaktu saya memiliki dokumen artikel dan surat pembaca yang bertumpuk-tumpuk, setiap bulan terus-menerus saya posting 4 buah tulisan bahkan lebih ke dalam blog tersayang ini. Keangkuhan ‘makmur artikel’ berlangsung terus selama 3 tahun. Pada pertengahan tahun ke 4 kemumangan saya mulai muncul, yakni saya mulai memposting tulisan-tulisan pilihan milik orang lain ke dalam blog ini. Karya saya sendiri dengan ketikan mesin Tik lama, memang masih ada – bahkan sampai sekarang pun masih tersimpan dengan baik – namun belum sempat dikomputerkan.

Patut disyukuri, walaupun terisi dengan artikel-artikel orang lain, blog ini tetap bertambah ‘beratnya’ setiap bulan berjalan. Alhamdulillah, kini www.tambeh.wordpress.com telah berusia 5 tahun. Kabar prihatin yang saya terima menjelang Ultah ke 5 ini adalah pihak Rental yang mengetik ulang artikel selama ini, sudah ‘minta ampun’ karena berhalangan tidak dapat membantu lagi. Mudah-mudahan ke depan saya segera mendapatkan Rental lain yang sudi menerima upahan ketikan!. Serta saya mengharapkan munculnya tanggapan para pengunjung blog untuk sudi memberi tahukan saya tentang keberadaan Rental tersebut = di sekitar Kampus Darussalam, Banda Aceh. Sebab, masih banyak kliping artikel dan berita dari berbagai media cetak yang tersimpan di kotak, laci, almari, map, amplop, tas, dompet dan dalam berbagai halaman buku di rumah saya. Lagi, tulisan-tulisan karya saya sendiri!.

Saya memang peminat kliping. Ketika di Yogyakarta awal tahun 1985 saya mempunyai 6 kotak kardus sedang yang penuh berisi kliping koran-majalah. Namun, setelah keluar rumah sakit akibat musibah di jalan raya Solo – Yogyakarta pada 25 Ramadhan 1405  H/15 Juni 1985 M, pikiran saya terhadap kegunaan tumpukan kliping berubah total. Saya berpikir dan merasa tak mampu berbuat apa-apa lagi akan isi kliping yang bermacam-ragam itu. Karena itu, saya bersama teman pembantu menyortir kliping dalam 6 kardus, sehingga tinggal satu kotak-kardus saja, yang isinya terkait sejarah dan kebudayaan pada umumnya. Lima kotak sisanya dibakar di bawah rumpun bambu di belakang kamar kost saya di Tawangsari, Yogyakarta. Herannya, setelah saya balik dari Aceh ke Yogyakarta pertengahan tahun 1987 untuk menyelesaikan Skripsi, hobi mengumpulkan kliping bergairah kembali. Itulah sebabnya, saya masih memiliki sejumlah lembaran kliping hingga hari ini.

Terkait musibah jalan raya yang terlanjur tersinggung di atas, pada 25 Ramadhan 1435 H/ 23 Juli 2014  M tahun ini,  tepat berjalan waktu 30 tahun. Sempena menyambut Ultah ke 30 itu, saya telah menerbitkan dua buku hasil transliterasi dari aksara Arab Melayu atau Jawi/Jawoe ke huruf Latin. Buku tipis berjudul “Hikayat Qaulur Ridhwan” adalah kitab bahasa Aceh berusia 210 tahun lebih, karya Syekh Abdussalam. Kelebihan kitab ini, karena ia tersaji dalam bentuk cerita pendek atau ‘cerpen’, sejenis karya tulis dalam bahasa Aceh yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Buku lainnya yang berjudul “Nadham Mikrajus Shalat” ditulis Teungku Sulaiman ibnu Abdullah, asal Gampong Lala, Andeue, dalam kecamatan Mila, Pidie sekarang. Kalau Syekh Abdussalam masih dapat kita jumpai keturunan beliau pada hari ini, namun kita belum dapat memastikan keturunan Tgk Sulaiman bin Abdullah saat dewasa ini!.

 

Keberadaan blog ‘tambeh’ di tahun ke 4 memang mengalami banyak kesenjangan, terutama dari kepeduan saya sehari-hari selaku pengelolanya. Selama ini, boleh dikatakan hampir setiap pagi saya membuka blog Bek Tuwo Budaya, antara lain untuk mengamati perkembangannya, membaca serta membalas surat para pemgunjung, sekaligus memposting tulisan baru. Tetapi, sejak September 2013 s/d Juni 2014 kegiatan saya setiap hari, nyaris tak tersentuh blog Tambeh tercinta. Hanya yang tetap saya jaga, agar setiap bulan mesti ada tulisan baru yang saya posting, baik di awal, tengah atau di ujung bulan berjalan. Jumlah tulisan yang saya posting pun amat kurang dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang banyak waktu ‘rehat’ bagi saya.

Ada apa gerangan yang hampir memutuskan tali cinta saya kepada blog Tambeh?. Kesemuanya ini gara-gara saya melanjutkan kuliah di Program Pascasarjana, demi memenuhi tuntutan aturan baru bagi seorang staf pengajar. Akibatnya, amat banyak waktu yang terkuras dalam menjalaninya. Singkat kata, nyaris setiap hari saya punya kegiatan yang terkait pembelajaran, tak terkecuali hari Ahad yang sudah lazim sebagai hari libur. Di tempat tugas, mulai Selasa hingga hari Jum’at, saya mengajar 18 SKS   dengan tugas memberi kuliah pada dua lokal setiap hari, sekaligus menjadi pengkaji awal proposal serta pembimbing skripsi mahasiswa. Seminar proposal dan sidang skripsi mahasiswa, selalunya pada hari Senin. Sementara sebagai mahasiswa pasca, setiap Sabtu – Minggu saya ikuti kuliah mulai jam 8.30 pagi sampai pukul 6 sore, di samping siang-malam menghadapi bertumpuk makalah untuk tampil di muka kelas.

Bagi saya yang sudah berumur 60-an, semua kegiatan “berkuliah” itu nyaris tak tertanggungkan!. Namun , apa boleh buat demi memenuhi syarat dan menjaga martabat, serta   mencari ridha Hadlarat, Allah Swt!. Semoga Tuhan segera menolong saya!, Amin!.

Walaupun upaya kuliah amat melumatkan fisik saya, namun ada dua hal menarik. Pertama, ternyata saya kuliah satu kelas bersama Ahmad Fauzan di pascasarjana. Beliau yang bernama pena Fauzan Santa merupakan salah seorang ‘penyemangat’ saya sebelum blog Bek Tuwo Budaya ini hadir ke publik!. Satu keajaiban lagi, Alhamdulillah, saya jadi mampu berkegiatan ‘menulis kembali’ setelah menjadi mahasiswa pascasarjana!. Sekitar setahun lebih sebelum itu, pisau kepenulisan saya menjadi amat tumpul!. Pernah sekitar 5 kali saya mencoba menulis artikel. Dua diantaranya menanggapi berita dan tulisan dalam Hr. Serambi Indonesia. Hasilnya, tulisan itu hanya selesai sebatas judulnya saja atau paling-paling satu-dua baris dan satu alenia saja. Ada hal yang lebih parah lagi!. Ketika itu, saya hendak menulis satu artikel ilmiah yang ditujukan ke Jurnal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta. Semua buku rujukan yang terkait sejarah ketatanegaraan Kerajaan Aceh Darussalam sudah saya siapkan. Dua artikel serupa yang sudah dimuat dalam Jurnal itu, yaitu mengenai Sistem Tata Negara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Mataram telah lama saya koleksi. Namun, ilham menulis tak muncul-muncul. Pernah berkali-kali duduk di depan komputer, tetap ide mengarang tak menjelang!. Akhirnya, ke 12 buku rujukan saya simpan di bawah Meja Ochin hampir  setahun. Kemudian, timbul upaya menyalin seluruh artikel yang dikandung semua buku rujukan. Saya ajaklah anak-anak membatu ketikannya. Lalu, salinan buku itu saya olah hingga hilang semua perkataan penulis aslinya.

Jadilah artikel ketata pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam itu dengan kata-kata saya sendiri. Setelah dikutip nama para sumbernya, selesailah tulisan itu. Lalu, saya kirim ke Jurnal MK Jakarta. Soal belum dimuat hingga hari ini, saya lebih menduga gara-gara musibah di lembaga MK sendiri, yang membuat Jurnal tidak terbit lagi, hanya Majalah MK yang masih eksis hingga kini. Alhamdulillah, saya ucapkan berkali-kali, karena setelah itu saya  mampu menulis satu artikel yang berjudul:”Duri di Balik Nama Universitas Syiah Kuala”. Karangan itu saya kirim ke Hr. Serambi Indonesia, Banda Aceh. Tetapi hingga kini belum dimuat, namun saya tetap optimis bahwa tidak dimuatnya artikel itu gara-gara terlalu panjang/7 halaman, padahal aturan rubrik Opini Serambi maksimal hanya 4 halaman. Karena itulah, karangan tersebut telah terposting ke blog Tambeh!.

 

Sudah hampir empat halaman sambutan Ultah ke V blog ‘tambeh’ ini saya tuangkan, ternyata masih bersifat umum, yang menandakan keakraban saya dengan blog tercinta itu di tahun ke 4 memang renggang. Sekedar menutup lobang itu, sekarang akan saya turunkan sejumlah catatan:

Sekilas pengantar catatan:

 

  1. Pengunjung blog Tambeh Mgg, 23 – 6 – 2012 pkl 6.52 wib = 164. Negara-negara: United States = 88, Indonesia = 65, Malaysia = 4, Denmark = 3, Bahrain = 1, Canada = 1, Philippines = 1, United Kingdom = 1.

 

  1. Pengunjung blog Tambeh Senin, 24 – 6 – 2013 pkl 6.36 wib/Selasa = 203. Negara-negara: United States = 120, Indonesia = 65, Malaysia = 13, Sri Lanka = 1.

 

Sebagian besar yang dibaca/dibuka mengenai kisah binatang langka, yakni terkait Lingkungan Hidup ( LH ), yaitu: Hueng, Piet, Cempala Kuneng, Kumbang, Hikayat Kisason Hiyawan/Hikayat Dunia Binatang, Musem Khueng, Ka Meutuka Ke, Dara Malaih, Tanda-Tanda, Jampok, Simatong-Tiyong, Boh Rom-Rom, Peutren Aneuk, Sale, Umpung Keumuto, Ujo, Doda Idi, Batee di Gle, Abo Lam Paya, Haba Indatu, Bla Peunyaket, PKA Limong, Sidom Baet, Kawe Ukam, Ubat Gampong, Aceh Leubeh Peng?, Anggaran Mate, Udep Lam Goga, Bang-Bang Jamei, Denden Meutak Tham, Timang-Timang, Sayang Leuek Kutru, Daruet Kleng, Pasangtren Kilat, Meuek, Sabang Lon Sayang, hikayat Qaulur Ridhwan, hikayat Gomtala Syah, Hikayat Nabi Yusuf, Hikayat Ranto, Hikayat Banta Amat, Qanun Numboi Lhee, Ringet- Keurimue, Hate lam Goga.

 

  1. Pengunjung blog Tambeh Selasa, 25-6- 2012 pkl 4.45 wib. Rabu = 129. Negara-negara: – Indonesia = 70, United States = 37, Malaysia = 13, Filipina = 6. Catt: Banyak topik/jdl cae yg jarang orang “baca” selama ini ternyata banyak dibaca.

 

  1. Kunjunga blog Tambeh Rabu, 26 Juni 2013 pkl 4.58 pagi/Kamis = 321. Visitor = 103.

Negara-negara: United States = 171, Indonesia = 124, Sweden = 11, Malaysia = 8. Catt: idem

 

  1. Pengunjung blog Tambeh Kamis, 27-6-2013 pkl 6.33 wib/Jum’at= 226

Visitor= 96

Negara-negara: United States = 149, Indonesia = 96, Malaysia = 14,
Jepang = 2, India = 2, Canada = 1. Catt: idem.

 

 

6 . P engunjung blog tambeh Jum’at, 28-6-2013 pkl 6.52 pagi/Sabtu=156
Visitor=90
Negara-negara: Indonesia = 70, United States = 43, Malaysia = 25
United Kingdom= 3. Catt: tentang Sastra Aceh berkurang.

  1. Pengunjung blog tambeh Minggu, 23-6-2013 pkl 6.52 wib pagi/Senin = 172.

    Negara-negara: United States = 88, indonesia = 65, Malaysia = 4, Denmark = 3, Bahrain= 1, Canada = 1, Philipphines = 1, United kingdom= 1.
    Catt: Sastra Aceh banyak disentuh.

  2. Pengunjung blog Tambeh Senin, 24-6-2013 pkl 6.36 wib/Selasa= 203
    Negara-negara: United States=120, Indonesia = 65, Malaysia =13,
    Srilanka = 1, Catt: Cae Aceh tentang LH banyak dibaca.
  3. Pengunjung blog tambeh Sabtu, 29-6-2013 pkl 6.43 pagi/Ahad= 119
    Visitor= 76.
    Negara-negara: Indonesia = 63, United States = 40, Malaysia = 11, Australia
    = 1, Germany = 1.
  4. Pengunjung blog Tambeh Minggu, 30-6-2013 pkl 6.24 wib/Senin = 99
    visitor=69.
    Nenegara: Indonesia = 58, United States = 23, Malaysia=17,
    Azerbaijan=1, India = 1. Catt: Ubat Gampong.
  5.  Pengunjung Tambeh Senin, 1-7-2013 Pkl 5.53 Selasa = 109. Visitor = 76
    Negara-negara: indonesia= 57, United States = 40, Malaysia= 4,
    Sweden = 2, Thailand = 1, Singapore = 1, Taiwan = 1, Bahrain = 1, Australia=1.
  6. Pengunjung blog Tambeh Selasa, 2 – 7 – 2013 pkl 6.09/Rabu = 123. Visitor = 85. Negara-negara: Indonesia = 54, United States = 47, Malaysia = 5, Sweden = 3, Republic of Korea = 1, Canada = 1, Swizerland = 1, Singapore = 1.
  7. Kunjungan blog Tambeh Rabu 3 Juli 2013 pkl 6.06 wib/Kamis = 135. Visitor = 101. Negara-negara: Indonesia = 63, United States = 34, Malaysia = 25, India = 2, Taiwan = 1, Singapore = 1, Japan = 1, Germany = 1.
  8. Pengunjung blog Tambeh Kamis, 4-7-2013 pkl 6.28 pagi/Jum’at=186
    Visitor = 116.
    Negara-negara: Indonesia= 106, United States = 42, Swedia = 17,
    Malaysia = 11, Singapore = 2, Brunei Darusslam = 1, Canada = 1, Irak = 1.
  9. Kamis sore, 4-7-2013, Miswar membuat format baru blog Bek Tuwo
    Budaya.
    sepulang dari Kantin Dek MI- Rukoh untuk pasang foto rubrik Kisah

Orang Aceh di Malaysia. Kamis mulai jam 11.30 – 13.13.

  1. Urg baca blog Tambeh, 18 – 10 – 2013 = 181. Negara-negara: USA = 80, INDONESIA = 79, Malaysia = 13, Germany = 1. Ctt: Inilah kali pertama banyak pembuka/pembaca USA dibandingkan Indonesia.
  2. Pembaca blog Tambeh, Ahad, 28 – 10 – 2013. Jumlah 219. Negara-negara: USA = 101, Indonesia = 97, Malaysia = 16, Egypt = 1, Cambodia = 1. Ctt: Kali ke II USA lbh banyak dari pembaca Indonesia ( ? ? bohong2an )

TA

Senin pagi

23 – 10 – ‘13

Poh 6.46

 

 

Bale Tambeh, 18 Juni 2014

20 Khanuri Bu 1435

20 Sya’ban 1435 H

 

Pawang Blog ‘Tambeh’,

 

( T.A. Sakti )

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “Ayo, menuliskan Aceh di Internet – v

  1. Euntreuk menyoe ka lon woe lom u Aceh (tameulake lam thon nyoe), jeut lon bantu translasi kliping nyang galom bereh nyan Pak, na rakan-rakan tanyoe bak komunitas nyang tem peduli nyan, hana payah neupeue upah, bacut-bacut ta meuseuraya hanjeut keu masalah nyan.

    Krue seumangat keu blog Tambeh, 5 thon teuka manteng na sabee keu kamoe pembaca.

  2. Kajeut keu sepupuh blog 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s