Bila Sarjana Wajib Mengajar

                                                           BILA   SARJANA   WAJIB   MENGAJAR

                                                -Menurut pandangan seorang mahasiswa

                                                                       Oleh: T.A. Sakti

            Usaha meningkatkan mutu pendidikan dan memperbesar daya tampung tidaklah mungkin dilaksanakan sekaligus. Dan melihat kemampuan sekarang, dunia pendidikan Indonesia cenderung melaksanakan usaha peningkatan mutu lebih dahulu., demikian antara lain pernyataan Mendikbud Prof. Dr. Nugroho Notosusanto baru-baru ini (Kompas, 29 Agustus 1983). Sehubungan dengan usaha peningkatan mutu pendidikan,  Prof.Dr.IR.  Andi Hakim Nasution menyarankan supaya bagi para sarjana diwajibkan mengajar, terutama di SMTA (Kompas, 19 Agustus 1983). Mudahkah saran tersebut dilaksanakan?. Hal itulah yang jadi pokok pembahasan dalam tulisan ini.

          Baca lebih lanjut

Iklan

Lomba Hadih Maja dan Baca Tulis Jawoe

Lomba Hadih Maja dan Baca Tulis Jawoe

             Beberapa tahun terakhir ini, gerak budaya Aceh terkesan  semakin semarak, walaupun tidak semeriah kreativitas budaya daerah di propinsi-propinsi lain. Alhamdulillah, kini berbagai jenis seni dan atraksi budaya Aceh semakin sering dipergelarkan, baik dalam bentuk lomba, pertunjukan seni budaya, atau pun dalam rangka memperingati suatu perisiwa dan lain-lain. Kesemua kegiatan budaya Aceh itu tentu sangat menggembirakan, terutama demi terbantahnya suatu anggapan, yang menyebutkan bahwa masyarakat Aceh memang sangat kurang mencintai  budaya dearhnya.

             Namun, setahu penulis belum semua  jenis budaya Aceh telah  diikut sertakan dalam pergelaran-pergelaran  selama ini. Diantara  yang tak pernah dilibatkan adalah  Lomba Hadih Maja dan Baca Tulis Huruf Jawoe (huruf Arab Melayu untuk penulisan bahasa Aceh). Nama lain  dari Hadih Maja adalah peribahasa Aceh. Baca lebih lanjut

Wanita dan Tahta

Serambi Pembaca:

WANITA DAN TAHTA

Majalah “Al Muslimun” no. 226 edisi Januari 1989, membuat suatu ‘komentar’ yang masih perlu diperbincangkan kebenarannya. Tulisan itu berjudul :”Kemenangan Benazir adalah Kelemahan Kaum Muslimin” di halaman 8 (Fotokopi terlampir), menampilkan dua perkara yang saya anggap kurang jelas, yaitu: Baca lebih lanjut