Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh, Yogyakarta

L A K A

LEMBAGA ADAT DAN KEBUDAYAAN ACEH

YOGYAKARTA

 

 

 

 

UPACARA PEUSIJEUK PENGANTIN MENURUT ADAT ACEH

 

 

 

 

 

KOORDINATOR PELAKSANA

NY. A. MUIN UMAR

 

 

 

 

 

N A S K A H : DRS. OK. AMIRUDDIN

 

 

 

 SUSUNAN ACARA

1.      PEMBUKAAN TVRI

2.      WAWANCARA/TANYA JAWAB

3.       JALANNYA UPACARA

4.      PENUTUP


 

PELAKSANAAN JALANNYA  UPACARA

1.         ACARA MENGINJAK TELUR ;

Ø  Pengantin Pria dan Wanita digandeng oleh 2 orang Ibu, sebelum didudukkan ditempat bersanding ( Pelaminan ). Didalam upacara ini yang bertugas sebagai pendamping : Yaitu ; Ibu Ismail Thaib / Ibu Muslim Syukur – Ibu Marhaban / Ibu Mawardy

Ø  Peralatan yang harus disediakan pada waktu acara mengin­jak telur antara lain terdiri dari :

1.      Talam dari kuningan atau sejenisnya

2.      Sebuah piring atau mangkok yang berisi air

3.      Sebutir telur ayam yang dimasukkan dalam kantong plastik

4.      Beberapa helai daun sidingin (daun cocor bebek) dalam bahasa Aceh disebut Oen sisijeuk, dijadikan satu dalam mangkok yang berisi air

5.      Kelapa muda untuk pelengkap

6.      Disediakan lap untuk membersihkan kaki penganten laki-laki.

 

ACARA DIMULAI

Ø  Pengantin wanita sudah siap melaksanakan tugasnya

Ø  Pengantin laki-laki harus menginjak telur tsb. Dan dibantu oleh penganten wanita kaki pengantin laki-laki dicelupkan kedalam wadah berisi air tadi.

Ø  Semuanya dilakukan dibawah tuntunan pendamping wanita yang bertugas membantu demi kelancaran upacara

Ø  Pengantin wanita mencuci kaki pengantin laki-laki dan mengelapnya.

 

Adat menginjak telur dimaksudkan suatu pelambang bagi kedua pengantin, dimana didalam mendayung bahtera biduk kasihnya senantiasa dapat memecahkan setiap masaalah dengan mudah dan berhasil dengan baik.

Setelah selesai Upacara menginjak telur kedua pengantin dibirnbing keatas persada persundingan

 

 

2.         ACARA PEUSIJUEK PENGANTIN ( TEPUNG TAWAR ) Tujuannya :

ØTelah menjadi adat Resam dalam kehidupan rakyat Aceh bahwa sesuatu yang baru itu haruslah dilepaskan dengan doa  berkat selamat menuju cita-cita.

ØSeseorang yang akan naik kejenjang perkawinan, dianggap akan menempuh hidup baru dengan serba suka dan derita rumah tangga antara suami isteri. Oleh karena itu menjadi adat pula dalam rangkaian suatu acara perkawinan, pada siang harinya terlebih dahulu ditepung tawari,  dalam bahasa  Aceh (dipeusijeuk) sebagai berkat orang tua melepaskan  mereka menuju hidup berumah tangga.

 

BAHAN / PERALATAN YANG DIGUNAKAN

·         TEPUNG TAWAR yang dilarutkan dalam air, diteteskan minyak wangi,

yang artinya :

Bilamana mereka bergaul di dalam Masyarakat namanya selalu harum dan dapat menyesuaikan diri

·         BERAS PADI dicampur dengan beras kunyit yang artinya :

Perlambang Kesejahteraan suami/isteri dalam menempuh hi­dup baru.

·         DAUN- SIDINGIN ( cocor bebek ) biasa digunakan untuk obat turun panas,  dalam bahasa Aceh Oen sisijeuk,  daun manik mano sejenis rumput yang digunakan untuk jampi-jampi.

Daun naleung sambo juga sejenis rumput untak jampi.  Dan untuk pelengkap ,dedaunan seperti daun pudeeng ,daun suci atau daun belimbing.

Daun-daun tersebut diikat jadi satu, disediakan 2 ikat. Kegunaannya apabila dalam upacara oleh yang menepung ta­wari atau yang peusijeuk dapat dipegang kiri dan kanan.

Artinya dari daun SIDINGIN,  yaitu pelambang ketentraman rumah tangga, selalu dijaga antara suami dan isteri saling ada pengertian serta selalu tenteram dan damai

Daun MANIK MANO dan NALEUNG SAMBO,  artinya pelambang suami isteri selalu berada dalam ikatan bathin antara satu dengan yang lain dengan pengertian kokoh kekal dan abadi.Ikatan daun ini dipercik atas diri pengantin

·         Ketan kuning beserta intinya yang dibuat dari kelapa dan ka­ramel atau gula Jawa,

Ketan kuning kegunaannya untuk menyunting telinga kedua pe­ngantin atau dapat juga disuapi kepada kedua pengantin. Ketan kuning dihiasi dengan teumpou. Teumpou makanan khas Aceh yang terbuat dari tepung ketan diramas dengan pisang, digoreng,dibentuk dan dihias.

Arti dari ketan kuning ini adalah pelambang supaya suami isteri selalu hidup bahagia dalam lindungan Allah SWT dan se­lalu ta’at menjalankan Agama dalam kehidupan sehari-hari.

·         Menyediakan uang sekedarnya dimasukkan dalam amplop, istilah bahasa Aceh TEUMEUTUK atau salam temple (Seuneumah) Artinya pelambang suami isteri didalam menjalankan bahtera hidupnya selalu sama-sama bertanggung jawab didalam bahtera kemudi rumah tangga.

Para pelaku fteumeutuk dalam hal ini yaitu:

1.      Ibu dan Bapak pengantin wanita menyerahkan amplop kepada pengantin laki-laki.

2.      Ibu Bapak pengantin laki-laki menyerahkan amplop kepada pengantin wanita.

3.      Keluarga pengantin wanita menyerahkan amplop kepada peng­antin laki-laki

4.      Kelurga pengantin laki-laki menyerahkan amplop kepada pe­ngantin wanita.

5.      Sedangkan atas nama kerabat atau handai taulan menyerah­kan amplop kepada kedua mempelai.

Berarti sebelumnya harus menyediakan amplop sebanyak 7 buah,  karena  yang peusijeuk ada tujuh orang antara lain :

1.      Ibu dari pengantin wanita atau wakil

2.      Bapak dari pengantin wanita

3.      Ibu dari pengantin laki-laki.

4.      Bapak dari pengantin laki-laki

5.      Keluarga dari pengantin wanita

6.      Keluarga dari pengantin laki-laki

7.      Satu orang mewaklli kerabat/handai taulan.

 

URUT-URUTAN PEUSIJEUK

Supaya tertib dan khidmad didahulukan dengan :

1.      TEPUNG TAWAR yang telah tersedia dengan menggunakan dedaunan tadi, dipegang kiri dan kanan oleh yang akan menepung tawari dengan membacakan :

” BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM “

3 kali berturut-turut didahului pada pengantin laki-laki,  selanjutnya kepada pengantin wanita.

2.      BERAS PADI YANG DICAMPUR BERAS KUNYIT

Ditaburi kepada kedua pengantin sebanyak 7 kali berturut-turu,  dihitung sebanyak 7 yang diucapkan agak panjang ,umpama : kalau dalam bahasa Aceh:

Sa, dua, Ihee, peut, limoung, nam, tu……. joeh!

(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,)

3.      KETAN KUNING .disuntingkan ketelinga pengantin laki-laki dan ketelinga pengantin wanita atau disuapi.

4.      TEUMEUTUEK (salam tempel) seperti telah disebutkan di atas tadi yaitu : Ibu dan Bapak pengantin wanita, Teumeutuek kepada pengantin laki-laki.Dan seterusnya hingga orang ke 7 ( handai taulan/kerabat kedua pengantin ).

Selanjutnya,  setelah upacara ini selesai barulah dilanjutkan de­ngan  : Pembacaan Do’a.

Selesai pembacaan do’a memberi ucapan selamat kepada kedua pengantin oleh pihak keluarga,  baik dari laki-laki maupun dari pihak keluarga wanita

 

Penutup:

Yogyakarta, 31 Agustus 1988

NY. A. Muin Umar

UPACARA  PEUSIJUEK  PENGANTEN MENURUT ADAT ACEH

 

Telah menjadi adat rasam dalam ponghidupan masyarakat Aceh pada umumnya sagala yang baru, haruslah dilepas dengan sempurna dan doa selamat serta berkah menurut clta-cit.

 Upacara pausijuek Ini seringkali dilakukan pada acara sbb:

 Peristiwa membangun rumah baru/naik rumah baru

·       anak tammat mengajl AlQuran

·       anak turun tanah

·       anak jatuh dari  tangga

·       Pergi atau kembali dari suatu perjalanan yang jauh

·       Terlepas dari marabahaya/kecelakaan

·       Penganten baru atau  perkawinan

Dalam penampilan kali ini akan disajikan  upacara Peusijuek penganten baru. Naik ke jenjang perkawinan dianggap akan menempuh hidup baru dengan serbaneka suka dan derita rumah tangga antara suami dan isteri, sehingga sudah menjadi adat dalam rangkaian suatu upacara perkawinan , bahwa menjelang malam peresmian perkawinan (bersanding) pada siang harinya harus terlebih dahulu dipausijuek (di tepung tawari) sekelengkapan orangtua melepaskan mereka menuju hidup baru.

Tujuan peusijuek (Tepung tawari)

Tujuan pausijuek ini adalah untuk memberikan kesempurnaan serta memberikan do’a,berkah, agar dalam menempuh hidup baru nanti dapat berjalan dengan selamat, tentramt damai  rukun serta mendapat rezeki dan anak yang banyak,

 

Bahan/alat

Bahan-bahan yang dipergunakan adalah :

1.      Tepung tawar yang dilarutkan dalam air dingin

2.      Beras padi

3.      Daun sidingin (cocor bebek) biasa digunakan untuk obat penurun panas.

4.      Daun manekmanoe,  sejenis rumput yang digunakan untuk jampi

5.      Daun naleungsambo sejenis rumput untuk jampi

6.      Ketan kunihg beserta intinya yang- dibuat dari kelapa dan gula merah.

7.      Kalapa muda  (degan Jawa)

8.      Telor ayam

 

 

Pelaku peusijuek

Pada umumnya yang malakukan peusijuek ini adalah dipimpin oleh seorang ahli yang terkemuka di kampung, biasanya terdiri dari wanita yang sudah  berusia lanjut atau orangtua yang dianggap pantas untuk melakukan hal tersebut.

Pada umumnya yang melakukan peusijuek ini berjumlah ganjil atau umumnya adalah berjumlah 7 (tujuh) orang yang dipilihkan dari anggota keluarga terdekat dari kedua belah pihak.

Sebelum pekerjaan peusijuek dimulai, biasanya didahului dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kemudian menaburkan beras -padi sabanyak tujuh kali berturut-turut dihitung sebanyak 1,2,3t4f5,6,dan 7 yang diucapkan agak panjang. Setelah itu memercikkan air tepung tawar dengan menggunakan ikatan daun sidingin.  Naleungs ambo, manekmanoe (diikat menjadi satu) pada tangan dan kaki penganten berdua. Kemudian menyuntingkan ketan kuning pada kadua kuping serta menyuapinya pada kedua penganten,  selanjutnya diikuti oleh pelaku peusijuek yang lainnya hingga berjumlah tujuh orang.

Setelah upacara ini selesai barulah kemudian dilanjutkan acara-acara yang lainnya, misalnya memberi ucapan selamat kapada penganten oleh pihak keluarga baik dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan.

 

Aceh dalam TVRI pusat.

          1-9-88 kerajinan keramik, Kamis

 di Tanah Gayo dalam acara Dunia Dalam Berita

          2. Tari saman dari expo 88 Brisbourne Ju’mat

Australia, dalam acara Dunia Dalam Berita  ( 2-9-88).

          3. Dalam acara Apresiasi Film Nasional 3-9-‘88

“artis Fillm pada PKA-3 Banda Aceh “Sabtu.

          4. 4-9-‘88 acara “Berita Nusantara” ada aceh tentang kehutanan di Aceh” Ahad.

          Aneka Ria Anak2  Nusantara”  ada kesenian Aceh tgl 4-9-‘88 Ahad.

( Cacatan: mulai judul “Aceh dalam TVRI pusat “ adalah catatan tulisan tangan saya di bagian kosong lembaran makalah/proposal Upacara Peusijuek. Bale Tambeh, 22 Puwasa 1433/11 Agustus 2012, pkl 6.57 pagi Wib., T.A. Sakti).

 

 

Upacara “peusijuek pengantin” ini direkam TVRI stasiun Yogya tgl 31 Agustus 1988 TA..dan disiarkan tgl 1-9-1988 sore hari” dalam acara “Lembaran Sastra  &  Budaya”

 

ANGGARAN BIAYA

1.      Perlengkapan Pelaminan                                             Rp: 50.000

2.      Baju pengantin Pria dan kupiah meukutop                 Rp: 25 000

3.      Baju pengantin wanita dengan perhiasan                   Rp: 25 000

4.      Satu stel pakaian penyiar TV dan perhiasan               Rp: 15 000

5.      Pakaian pendamping …………….. …. dan Perhiasan       Rp: 10 000

6.      Rekaman kaset                                                            Rp: 50 000

7.      Make up pengantin dan sanggul ……………….                     Rp:   5 000

8.      Ibu Husen  (Perlengkapan Teumpou dll)                                Rp:   5 000

9.      Ibu Jalalluddin (alat injak telur dan kue loyang )         Rp:   5 000

10.  Ibu Nouruzzaman ( ketan kuning dll )                        Rp:   5 000

11.  Ibu Muslim ( jamba dengan hiasan )                           Rp: 20 000

12.  Ibu Anshari ( karpet )                                                  Rp:    5 000

13.  Ibu Iman ( transportasi )                                             Rp: 10 000

14.  Thimphan 200 buah dihidangkan + karyawan TV     Rp: 20 000

15.  Kesektariatan                                                              Rp:   5 000

16.  Dekorasi/Dokumentasi                                                Rp: 20 000

17.  Konsumsi   30 kali Rp 500 kali 2                                Rp: 30 000

18.  Biaya tak terduga                                                        Rp: 30 000

 

Jumlah                                                                                     Rp: 335 000,-                                                                          ( tiga ratus tiga puluh lima ribu rupiah )

 

 

 

 

 

 

ALAT-ALAT-UNTUK HIASAN ANTARA LAIN  :

1.      Tempat cincin+ Perhiasan

2.      Jeuname (Mas kawin) : seperangkat alat Sembahyang

3.      Seperangkat pakaian wanita

4.      Hiasan kue-kue tradisionil

5.      Hiasan buah-buahan

6.      Puan

7.      Dua buah payung hiasan ( payoeng Aceh )

 

                                                                               Koordinator

 

 

                                                                               Ny. A. Muin Umar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s