Lomba Hadih Maja dan Baca Tulis Jawoe

Lomba Hadih Maja dan Baca Tulis Jawoe

             Beberapa tahun terakhir ini, gerak budaya Aceh terkesan  semakin semarak, walaupun tidak semeriah kreativitas budaya daerah di propinsi-propinsi lain. Alhamdulillah, kini berbagai jenis seni dan atraksi budaya Aceh semakin sering dipergelarkan, baik dalam bentuk lomba, pertunjukan seni budaya, atau pun dalam rangka memperingati suatu perisiwa dan lain-lain. Kesemua kegiatan budaya Aceh itu tentu sangat menggembirakan, terutama demi terbantahnya suatu anggapan, yang menyebutkan bahwa masyarakat Aceh memang sangat kurang mencintai  budaya dearhnya.

             Namun, setahu penulis belum semua  jenis budaya Aceh telah  diikut sertakan dalam pergelaran-pergelaran  selama ini. Diantara  yang tak pernah dilibatkan adalah  Lomba Hadih Maja dan Baca Tulis Huruf Jawoe (huruf Arab Melayu untuk penulisan bahasa Aceh). Nama lain  dari Hadih Maja adalah peribahasa Aceh.

             Khusus mengenai Hadih Maja, dalam beberapa tahun belakangan sudah dipopulerkan kembali oleh Harian Serambi Indoesia melalui rubrik “Apit Awe”. Banyak bentuk keahlian tentang Hadih Maja yang dapat dilombakan, seperti ketrampilan mengaitkan sebuah Hadih Maja dengan  suatu kejadian sehari-hari sebagaimana bentuk penyajian “Apit Awe”. Cara lain misalnya kemampuan member arti dari sebah Hadih Maja ataupun mengenai kegesitan menyambung pangkasan Hadih Maja yang diucapkan para juri/panitia.

            Sumber tertulis Hadih Maja yang hingga kini pernah ada setahu saya adalah Himponan Hadih Maja yang disusun (geuhimpon  le) oleh Hasjim M.K. CS. Diterbitkan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan ( P.P & K ) Propinsi Daerah Istimewa Atjeh  tahun 1969. Banyak pula kreteria lomba mengenai Huruf Jawoe, sekiranya kita mau memikirkannya.

        Akhirnya, saya menghimbau Harian Serambi Indonesia agar sudi memuat secara utuh makalah-makalah yang telah  disyarehkan(diseminarkan) pada Piasan Raya di Lhok Geulumpang, Aceh Barat baru-baru ini. Terima kasih!.

T.A. Sakti

  ( 11 – 10 – 1993 )

Darussalam, Banda Aceh 23111

Catatan hampir 20 tahun kemudian: Surat Pembaca ini saya postkan kembali buat “mengenang” LOMBA MEMBACA NASKAH LAMA  2013 yang diselenggarakan Balai Bahasa Banda Aceh, Selasa-Rabu: 2 – 3 Juli 2013 yang diikuti peserta yang lumayan banyak.Jumlah peserta yang mendaftar 46 orang, sedangkan yang lanjut mengikutinya 37 peserta. Sementara pada lomba serupa tahun 2003 yang dilaksanakan sebuah instansi lain pesertanya hanya 6 orang. Materi Hikayat Aceh  berhuruf Arab Melayu/Jawi (Aceh: Jawoe ) yang dilombakan adalah:  Hikayat Abunawah dan Hikayat Akhbarul Karim. Hikayat Akhbarul Karim dipilih oleh lk. 85 persen peserta, sedang Hikayat Abunawah dibaca oleh 15 persen peserta. Pada kedua even budaya itu saya ditunjuk sebagai juri. Dalam acara nyang ban itu Dewan Juri adalah: Medya Hus, Zainun, S.Ag dan T.A. Sakti.  Bale Tambeh, 5 Juli 2013 pkl 7: 18 wib., T.A. Sakti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s