Ayo, Menuliskan Aceh di Internet – IV

Ketika Empat Tahun Menjadi Blogger :
18 Juni 2009 – 18 Juni 2013

Ayo, Menuliskan Aceh di Internet – IV

Alhamdulililah, ternyata sudah genap empat tahun saya mengelola suatu media ‘aneh’ yang hingga hari ini saya sendiri belum mengenal persis seluk-beluknya. Dalam enam bulan sepanjang tahun 2013 ini, saya lebih banyak berinternet di luar , karena sinyal di rumah sering terganggu. Kadang terasa dianggap “caper”, bahkan ‘memalukan’ saat saya berada di Warnet, yang selalu memanggil pemilik/petugas Warnet untuk bantu mengajari saya. Entah menjengkelkan petugas itu atau tidak, tetapi di saat saya berada di Warnet berkali-kali saya membutuhkan bantuan mereka, mulai cara membuka/menghidupkan komputer, mencari situs sendiri, sampai mempostingkan tulisan dan lain-lain. Dalam pengamatan saya – yang sudah beruban – tulisan pedoman-pengarahan antara satu komputer dengan komputer lainnya sering berbeda. Padahal dalam praktek anak muda – seperti anak saya yang kadang-kadang ikut menemani saya – kesulitan dari perbedaan itu nyaris tak ada. Kegalauan inilah yang membuat saya terkesan ‘cerewet’ setiap berda di Warnet yang umumnya didatangi remaja, siswa dan mahasiswa. Orang-orang yang sebaya saya tak pernah  nampak  di Warung Internet. Apakah internet dikhususkan bagi orang-orang muda?. Wallahu’aklam.

Bila dilihat dari sisi jumlah pengunjung, terasa ada kemajuan dari blog ‘tambeh’ yang saya kelola. Jumlah pengunjung sehari-hari sudah seratusan lebih, rata-rata 130 setiap hari. Hal ini ditunjukkan catatan terakhir hari Senin, 17 Juni 2013 pukul 6.25 pagi bahwa jumlah pengunjung sepanjang empat tahun, yaitu 114.023. Sementara pada hari Senin itu sendiri sebanyak 142 pengunjung dengan jumlah visitors : 108. Pengunjung terbanyak/ best ever sepanjang tahun ke empat adalah pada hari Jum’at, 31 Mei 2013, yaitu 356 pengunjung. Mengamati negara asal pengunjung secara umum sudah cukup luas. Misalnya, pengunjung pada hari Senin, 17 Juni 2013 menunjukkan: dari Indonesia 73 pengujung, Malaysia 10, United States 2, Netherland 1, India 1, dan Bangladesh 1. Terlihat dari data, pengunjung terbanyak setiap hari berasal dari Indonesia, lalu Malaysia. Pengunjung dari negara-negara lain hanya 1- 2. Entah orang Indonesia juga di sana!!!.

Sepanjang tahun keempat – 18 Juni 2012 s/d 18 Juni 2013 – artikel paling favorit bagi pengunjung berjudul “Nama para ulama Aceh”. Gejala apakah ini?. Mungkinkah umat Islam Indonesia dewasa ini sedang merindukan ulama-ulama zaman dulu yang penuh kharismatis?!. Tanda-tanda ini juga terbayang dalam kenyataan, bahwa jumlah peserta zikir pada malam Senin – Kamis di Makam Syekh Abdurrauf – Teungku Syiah Kuala, Banda Aceh semakin hari semakin membludak jumlahnya. Menurut informasi, sudah ribuan peserta zikir yang hadir setiap malam Senin – Kamis. Bahkan beberapa hari lalu, peserta zikir dari Sumatera Barat juga berkunjung ke makam Tgk Syiah Kuala itu. Patut ditambahkan, bahwa salah seorang murid Syekh Abdurrauf yang bernama Syekh Burhanuddin Ulakan berasal dari negeri Ulakan, Sumbar.
Artikel-artikel lain – disebutkan secara acak – yang sering ‘disentuh’ pengunjung adalah: 1. Sepucuk Surat dari Syiah Kuala, 2. Melacak Jejak Walisongo di Aceh, 3. Calon Pahlawan Nasional Asal Aceh & Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 67, 4. Tambeh Tujoh, dan 5. Mendambakan Gubernur Aceh yang Meliburkan Sekolah di Bulan Puasa. Artikel no. 5 ini diminati, boleh jadi karena kini menjelang bulan Ramadhan – yang akan dimulai tanggal 8 Juli 2013 – atau pun karena rakyat Aceh sudah maklum, bahwa Aceh memiliki hak istimewa, yaitu otonomi khusus, maka Pemerintah Aceh – kalau mau – berwenang ‘meliburkan Sekolah di Bulan Ramadhan!!!”.
Pagi Sabtu, jam 10.45 tanggal 15 Shafar 1434 H bertepatan 29 Desember 2012 bertempat di sebuah Warkop  Jln. Inong Balee, Kampus Darussalam, berlangsunglah perubahan penampilan blog ‘Bek Tuwo Budaya’. Selama tiga tahun lebih, rupa awal blog ini berwajah putih alami dengan les judul ‘Bek Tuwo Budaya yang berwarna biru langit’. Begitulah, selama itu, dengan penampilan sederhana blog ini cukup berjasa bagi saya, – yang memperkenalkan saya kepada dunia maya, yang biasanya dihindari oleh orang-orang sebaya saya – Namun dunia sekitar saya terus meminta penampilan lain dari blog tambeh, maka terjadilah perkembangan itu. Blog Tambeh Bek Tuwo Budaya hasil reformasi berlambangkan “Boh Mulieng Masak (Biji Melinjo Masak)”, hasil komoditi terpenting di Kabupaten Pidie. Hal lain yang nampak sejak perkembangan baru blog ini adalah layar/dasar tulisan yang berwarna biru laut yang meneduhkan mata bagi pembacanya. Segala penyesuaian penampilan itu bisa terjadi berkat bantuan –sahabat sehoby saya: Nabil Berry, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsyiah yang amat berminat serba-serbi Keacehan. Setelah menjemput saya ke rumah – karena Honda hanya satu, Nabil dua kali bolak-balik – selama dua jam lebih, saya, Nabil Berry dan Mawardi – saat itu Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) -, mata kami ‘menyeroti’ layar laptop Nabil  untuk merias satu persatu judul tulisan dalam blog ‘tambeh’. Saya mengucapkan teurimong gaseh kepada Nabil Berry, semoga Allah Swt membalas segala kebaikannya!!!.
Perkembangan lain yang ternampak dalam blog Bek Tuwo Budaya ini, yaitu kebanyakan posting terbaru bukan lagi karya tulis pribadi saya. Memang, sejak sekitar awal Januari 2013 sudah 20 judul lebih artikel yang saya posting berasal dari berbaga sumber, baik berupa artikel, berita, laporan khusus dari berbagai media cetak.
Atas segala perkembangan itu – yang nampak sebagai suatu kemajuan -, namun tujuan utama dari pengadaan blog ini belum juga tercapai, yaitu guna menggairahkan Sastra Aceh. Syair-cae Aceh dalam laman ini amat sedikit dijamah pengunjung!.

Bale Tambeh Darussalam,

9 Khanuri Bu 1434
9 Syakban 1434 H
18 Juni 2013  M
T.A. Sakti

Iklan

4 pemikiran pada “Ayo, Menuliskan Aceh di Internet – IV

  1. Sukses terus Pak. Semangat mu dalam menulis patut dicontohkan. Itulah salah satu bentuk rasa peduli terhadap budaya. Berbagi informasi menarik kepada siapa-pun yang membaca.
    Semoga Pak Tambeh terus diberikan kesehatan.
    Izin loen bagi url jih bak jejaring sosial beuh Pak. Trimoeng geunaseh

    • terima kasih atas alu-aluannya!. Mohon maaf, saya tidak pernah memberi izin kepada SIAPA PUN/orang lain untuk ‘mencari untung’ dari artikel-artikel dalam blog “tambeh”. Sebab hal itu akan menurunkan gairah saya – yang telah menguraskan tenaga dan dana – untuk melanjutkan keberlangsungan blog ‘Bek Tuwo Budaya’ ini!!!. TA

  2. semoga terus jalan blog ini pak, sebagai pelipur disaat kita ingin melihat referensi yang kadang tidak ada ditempat lain.

    krue seumangat, selamat milad. 🙂

    • Teurimong gaseh!. Terima kasih atas kesigapan Aulia menyambut Ultah blog ‘tambeh’. Pada Ultah ke 3 tahun lalu; Anda juga setangkas kali ini – sembari brrpesan, agar saya: jangan memasang iklan pada blog meutuwah ini!!! -.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s