Radio Berbahasa Palembang!

RADIO BERBAHASA PALEMBANG

–          Dapat Meningkatkan Kecintaan pada Budaya Lokal

 

Palembang,Kompas- Pemakaian bahasa palembang dalam siaran beberapa radio swasta di kota itu dinilai menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan membiasakan masyarakat menggunakan bahasa Palembang yang asli. Penggunaan bahasa daerah itu di media masa diharapkan dapat menahan kontaminasi atau pengaruh bahasa lain, yang memiliki kecenderungan merusak bahasa lokal.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan Djohan Hanafiah di Palembang, Kamis (19/5), penggunaan bahasa Palembang di radio akan merangsang masyarakat, terutama generasi muda Palembang. Untuk memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Palembang yang digunakan stiap hari, baik bahasa harian maupun baso kerehen (bahasa yang lebih halus),akan lebih mudah di praktekkan dan sulit untuk dipengaruhi oleh bahasa lain.

“Selama lni bahasa Palembang telah terkontaminasi bahasa Indonesia atau bahasa Jakarta sehingga generasi muda salah dalam pemakaiannya. Sebagai contoh, kata dapat atau bisa dalam bahasa Indonesia di terjemahkan menjadi biso dalam bahasa palembang yang terkontaminasi. Padahal, kata itu seharusnya diterjemahkan menjadi pacak karena biso adalah bisa atau racun ular,” ujarnya.

Menurut Djohan, generasi muda juga tidak akan malu untuk menggunakan bahasa Palembang karena sudah menjadi mode lokal. Dengan menguasai bahasa daerahnya, generasi muda tidak akan kehilangan identitas dirinya.

Di Palembang saat ini terdapat dua stasiun radio FM, yang secara konsisten menggunakan bahasa Palembang sebagai bahasa pengantar, yaitu Radio Ramona dan Radio Sriwijaya. Kedua radio itu menggunakan bahasa Palembang sejak awal sampai akhir siaran setiap hari.

Menurut Ellyzon Maza, Kepala Stasiun Radio Ramona FM, penggunaan bahasa Palembang memiliki dua dimensi, yaitu aspek bisnis dan pengembangan budaya. Dari sisi bisnis, penggunaan bahasa Palembang menciptakan segmen pasar tersendiri yang cukup besar.

Sementara untuk mengembangkan budaya dan bahasa, Radio Ramona menyisipkan baso kerehen dalam bahasa harian yang digunakan untuk siaran setiap hari. Penggunaan bahasa Palembang itu juga didukung dengan acara-acara yang menampilkan semua sisi budaya dan kehidupan masyarakat.

Ellyzon mengatakan, Radio Ramona juga konsisten menggunakan bahasa Palembang untuk menyiarkan berita dan lagu-Iagu yang bernuansa Palembang dan Melayu. Demikian juga dalam mewawancarai narasumber.

Sementara itu, Manajer Produksi Radio Sriwijaya FM, Indra Sriwijayatni, mengatakan, sebagai radio etnik, radio yang dikelolanya berniat melestarikan budaya Palembang serta mempromosikan kawasan dan aktivitas tradisional.

Radio Sriwijava juga mewajibkan para penyiarnya untuk terus menggali dan menyisipkan baso kerehen dalam setiap siaran, paling tidak satu dari setiap 10 kata yang diucapkan. Setiap iklan dan berita juga disiarkan dalam bahasa Palembang sehingga masyarakat semakin mudah menerima bahasa itu dalam setiap konteks kehidupan. “Bahasa Palembang dibawakan dengan gaya bicara yang ringan dan penuh humor sehingga semakin memudahkan masyarakat untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” urainya. (ECA)

 

( Sumber: Kompas, Jumat, 20 Mei 2005 halaman 19 ).

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s