BAHASA ACEH TIDAK KAMPUNGAN!

Bahasa Aceh Tidak Kampungan

Banda Aceh, (AP)

Prof.  Ali Hasjmy  Ketua LAKA (Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh) sedikit tersinggung atas sikap sebagian remaja Aceh yang merasa malu dan kampungan bila berbicara bahasa Aceh. “Justru yang menganggap kampungan itulah sebenarnya yang kampungan”, kata tokoh tua Aceh ini dalam nada tinggi.

Ditemui AP, Rabu siang (6/9) di sela-sela kesibukannya di  kantor MUI, Daerah Istimewa Aceh. Tokoh tiga zaman yang berpembawaan tenang ini berpendapat, bahwa pendidikan bahasa Aceh yang sekarang sedang digalakkan dengan intensif, harus dimulai dari rumah. Karena itu, setiap orangtua suku Aceh mesti menerapkannya bila berbicara dengan anaknya di rumah. Tanpa itu, pelajaran bahasa Aceh yang dimasukkan dalam kurikulum sekolah akan sama nasibnya dengan bahasa asing. Biarpun telah dipelajari bertahun-tahun, akan tetap kesulitan dalam menguasainya seperti bahasa Inggris itu.

Ketika disinggung tentang, apakah bahasa Aceh memiliki perbedaan aksen antara satu kabupaten dengan lainnya, beliau menjawab tidak ada. Kalaupun ada itu hanya sengaunya saja dan tidak ada perbedaan dalam arti kata.

(Sumber: Suratkabar  Atjeh Post, Minggu Kedua September 1989 halaman VII)

Catatan: Kami ketik ulang Jum’at sore, 12 April 2013. Saya yang mendekte, Amal yang ketik. Bale Tambeh, Aleuhad, 15 April 2013 pkl. 5.11 pagi, terdengar bacaan Al Qur’an  menjelang Shubuh di Mesjid-mesjid di sekitar Kapelma Darussalam,….. sayang… hanya sambungan elektronik radio Suara Baiturrahman;  yang membuat suara bergema-gema!!!. T.A. Sakti ).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s