DIBANGUN KEMBALI, JALAN KERETA API BANDA ACEH SAMPAI BESITANG

DIBANGUN KEMBALI, JALAN KA BANDA ACEH-BESITANG

Pembangunan dan pengembangan kereta api (KA) di Propinsi DI Aceh tetap memiliki prospek baik. Di samping budaya dan image menggunakan KA sudah lama ada di Aceh, juga didukung perkembangan ekonomi Aceh yang cukup baik. Tumbuhnya industri-industri besar di daerah tersebut merupakan bagian penting penunjang pembangunan jaringan KA  tersebut.

Tahun 1994 nanti, jaringan KA sepanjang 483.4 km yang menghubungkan Banda Aceh- Besitang  (perbatasan Sumatra Utara) menurut rencana akan dibangun dengan dana Rp 700.8 milyar. Namun prioritas utama lebih ditekankan pada pembangunan jaringan Bireun-Besitang.

Demikian terungkap dalam pertemuan Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Perumka Ir. Syahrizal Siregar dengan para pejabat Aceh hari Rabu 17/10.

Siregar yang didampingi stafnya Ir Rachmadi mengatakan, mulai tahun depan akan dilakukan desain detil jaringan KA Bireun-Lhokseumawe. Sementara jaringan Lhokseumawe- Besitang sudah dilakukan sebelumnya.

Dia menyebutkan, pembagunan jaringan KA itu dilakukan bertahap dengan limit waktu lima tahun. Namun waktu tersebut sangat tergantung pada kondisi yang ada, baik dukungan dana, kepastian kebijakan Negara maupun dukungan Pemda, termasuk kesediaan masyarakat untuk membantu.

Menurut rencana jaringan itu dibangun dua jalur, yaitu jalur utara dari Bireun dan jalur selatan dari Besitang.

Disebutkan, pada prinsipnya program pembangunan kembali jaringan KA Aceh yang sudah 34 tahun tidak aktif tersebut sudah dimulai beberapa tahun lalu dengan membangun jaringan Besitang-Medan. Namun sejauh ini proyek pembangunan tersebut belum terasa gemanya karena belum masuk ke kawasan inti Aceh.

Dijelaskan KA yang akan dibangun nanti merupakan KA modern yang representative dengan kecepatan sekitar 120 km per jam dan daya tampung sekitar 12-18 ton. Siregar mengatakan, bagaimanapun unsur bisnis dalam pengembangan KA tak bisa dihindari. Sebab pembangunan KA melahirkan investasi dalam bidang lain seperti pengembangan sumber daya manusia, pemeliharaan jaringan dan inventaris operasional KA. Karenanya ia mengatakan kajiannya harus mendalam.

Perumka berharap proyek tersebut cepat berhasil. Tetapi sebelum proyek itu berjalan, Perumka mengharapkan adanya suatu kepastian dan jaminan dari pemerintah, misalnya sebuah Badan Otorita Perumka juga mengharapkan masyarakat yang ada sekitar jaringan KA lama harus bersedia pindah dari lokasi tersebut agar pembangunan jaringan tidak mengalami hambatan. Pemda diharapkan dapat menuntaskan masalah itu secepat mungkin.

Ketua Bappeda Aceh Prof Syamsuddin Mahmud menyatakan dukungannya atas rencana tersebut. KA dalam pembangunan daerah ini makin penting karena semakin ragamnya kegiatan ekonomi. Di samping itu, masyarakat Aceh sudah lama menginginkan agar KA  diaktifkan kembali. (nj)

( Sumber: Kompas, Jum’at,  9 Oktober 1992 halaman 13 ).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s