ANGGOTA DPR-RI ASAL ACEH DUKUNG MBAK TUTUT BANGUN KERETA API

ANGGOTA DPR-RI ASAL ACEH DUKUNG MBAK TUTUT BANGUN KERETA API

Gazali Amna (F-PP), TH Zainuddin Ali (F-PDI). Mustafa Sacky Akbar (F-ABRI) pada Serambi secara terpisah belum lama di Jakarta. Mereka dihubungi sehubungan dengan adanya penyataan Siti Hardiyanti yang biasa dipanggil Mbak Tutut yang berkeinginan membangun kerta api di Aceh.

Mbak Tutut yang juga Ketua DPP Golkar bidang Kesra dan Kewanitaan berada di banda Aceh Selasa lalu antara lain untuk meresmikan kampus pesantren Babun Najah di desa Doy Ulee Kareng.

Sebelumnya Mbak Tutut mengatakan secara tulus niatnya untuk membangun kereta api demi kemajuan pembangunan di daerah Serambi Mekkah itu.

Menurut Loekman dengan adanya keinginan pengusaha nasional seperti Mbak Tutut yang tertarik membangun kereta api di Aceh, merupakan keinginan yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Aceh.

Kita mengharapkan sekali adanya perhatian yang begitu besar dari Mbak Tutut khususnya untuk Aceh,,yang pada akhirnya akan meningkatkan pamor Aceh di tingkat nasional, kata Loekman anggota komisi v yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, parpostel dan perumahan itu.

Diakui, untuk membangun kereta api dengan anggaran pembangunan belanja Negara (APBN) untuk saat ini tidak memungkinkan karena dana pemerintah sangat terbatas sekali.

Adanya keinginan yang sangat besar dari pengusaha nasional, kata Loekman, secara tidak langsung swasta turut membantu program-program pemerintah melakukan pembangunan terutama untuk kepentingan masyarakat banyak.

Selama ini pemerintah memang mengharapkan adanya peran swasta bisa berpartisipasi dalam melakukan pembangunan secara serentak di seluruh Indonesia dengan dana yan terbatas, katanya.

Sedangkan Gazali Amna mengatakan, keinginan Mbak Tutut membangun kerta api di Aceh, karena putri perama Presiden Soeharto itu sangat konsen sekali terhadap perkembangan dan pembangunan di seluruh daerah Indonesia.

Selama ini, terbengkalainya pembangunan kereta api di Aceh karena untuk membangunya dibutuhkan dana yang besar, padahal pemerintah sendiri kalau hanya mengandalkan APBN tidak mungkin melakukannya. Adanya perhatian pengusaha nasional perlu mendapat dukungan moral, kata Gazali.

Menurutnya, sebetulnya keinginan anggota DPR-RI terutama yang berasal dari Aceh bersama pemerintah sejak lima tahun lalu sudah memprioritaskan pembangunan kereta api Aceh, namun masalah ini tidak disebut-sebut dalam buku APBN yang lalu, kecuali hanya mencamtumkan hasil survey lapangan. Akibatnya rencana pembangunan kereta api seperti diabaikan.

Padahal pembangunan kereta api di Aceh ini bukan merupakan hal yang baru ,karena puluhan tahun sebelumnya kereta api memang sudah ada di Aceh, yang kita butuhkan hanya bagaimana mengaktifkan kembali kerta api yang pernah ada di Aceh, kata Gazali.

Pada bagian lain anggota Komisi lX Zainuddin Ali (F-PDI) mengungkapkan, sudah saatnya kereta api di Aceh ada di Aceh. Pertimbangan, kereta api bukan hanya sebagai alat transportasi tapi merupakan bagian dari masyarakat Aceh.

Sebagai contoh kereta api di Aceh ketika di zaman kemerdekaan; digunakan untuk mengangkut tentara Aceh ke Medan Area (Sumut), kata Zainuddin .

Pendapat senada juga diungkapkan Musta Sacky Akbar, kehadiran kereta api di Aceh sesuai dengan tuntutan zaman dimana modal angkutan ini bisa mengantisipasi benang angkutan jalan darat yang semakin dirasakan padat akhir-akhir ini. (jal)

( Sumber: Serambi Indonesia, Minggu, 10 Juli 1994 halaman 8).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s