Kota Serambi dan Kota Mekkah

Dengan adanya siaran langsung TV Saudi Arabia terhadap MTQN ke XII

di Banda Aceh untuk seluruh Dunia Islam berarti:

KOTA SERAMBI MEKKAH DAN KOTA MEKKAH BERSATU PADU MENSUKSESKAN MTQ NASIONAL KE XII

Oleh: T. A. Sakti

MEMBACA harian WASPADA hari Jumat, 5 Juni 1981 hlm. VI, penulis sangat tertarik dan bergembira sekali dengan sebuah berita, bahwa upacara pembukaan MTQ Nasional ke XII di Banda Aceh tgl. 7 Juni 1981 turut juga disiarkan secara langsung oleh T.V Saudi Arabia, yang akan mereleynya keseluruh negara-negara Islam di Dunia. Kita sebagai bangsa Indonesia yang sangat jauh kedudukannya secara geografis dengan negara Saudi Arabia, merasa kagum dan berterimakasih atas kerelaan pihak negara Arab Saudi yang terkenal kaya dengan petro dollarnya.

Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian negara itu terhadap persaudaraan Islam. Dengan penyiaran itu merupakan media besar untuk memperkenalkan Indonesia keseluruh Negara Islam.

Memang selama ini ummat Islam dimana saja mereka berada sedikitnya telah mengetahui, bahwa di negara kita jumlah umat Islam adalah nomor wahid di dunia. Tapi apa yang mereka kenal itu hanyalah bagian kecil sekali (ube lubeng) dari segala sesuatunya tentang umat Islam disini. Mereka mungkin belum tahu, bahwa di negara kitalah hidupnya umat Islam yang paling toleran di dunia. Walaupun sebagai mayoritas, kita tidak pernah menyudutkan ummat dari agama lain yang memang di jamin oleh UUD Republik Indonesia bagi kehidupan mereka. Kita dapat bekerja sama secara bahu membahu dengan seluruh ummat beragama di negara ini untuk mewujudkan pembangunan negara. Faktor utama terciptanya kehidupan yang harmonis di antara berbagai macam ummat beragama adalah karena kita  telah .bersepakat untuk mengamalkan dan melaksanakan ajaran yang terkandung  dalam Pancasila sebagai falsafah hidup negara kita. Kita berbangga dengan keadaan  keharmonisan yang telah terwujud dalam negara kita. Dari peristiwa pembukaan MTQN ke XII di Ibu Kota Daerah Serambi Mekkah, yang disiarkan keseluruh negara Islam ini, berarti mereka akan lebih mengenal kita secara mendeteil. Dan mungkin mereka akan mengambil suatu tauladan dari kita tentang cara mewujudkan persatuan nasional di kalangan rakyatnya.

Selain dari itu, penyiaran TV Arab Saudi ini, merupakan suatu paduan kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam rangka mensyi’arkan ajaran Islam di muka bumi. Menurut anggapan ummat Islam di dunia hingga hari ini, bahwa walaupun ibu kota dari negara Saudi Arabia adalah Riyadh, namun yang dipandang sebagai pusat sentral ummat Islam adalah kota suci Mekkah Al-Mukarramah. Dikota Mekkah inilah ummat Islam dari seluruh Dunia mengerjakan ibadah haji setiap tahunnya. Karena MTQ Nasional ke XIII diadakan di Banda Aceh, sebagai ibukota dari daerah Serambi Mekkah, dapatlah kita katakan, bahwa siaran TV Kerajaan Arab Saudi yang mengkover jalannya pembukaan MTQN itu, merupakan kerja sama antara KOTA MEKKAH dengan SERAMBI KOTA MEKKAH di Aceh untuk mendemonstrasikan dan mensukseskan MTQ Nasional ke XII.

Sebenarnya rasa persaudaraan dan kerjasama antara Mekkah dengan Serambinya itu telah berlangsung belasan abad yang lalu. Hal ini dapat kita simpulkan dari sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia juga sangat ditentukan oleh kerjasama antara kedua tempat tersebut. Menurut keputusan seminar sejarah masuknya Islam di Indonesia yang telah diadakan tiga kali itu, telah diambil kesimpulan bahwa Islam di Indonesia yang telah diadakan tiga kali itu, telah diambil kesimpulan bahwa Islam di negara kita adalah langsung disiarkan oleh muballigh dari Mekkah (Arab) pada abad pertama Hijriyah. Agama Islam yang disebarkan secara aman damai, buat pertama kali berkembang disuatu daerah paling ujung dari kepulauan nusantara, yaitu Aceh. Karena terlebih dahulu berkembang disana, maka akhirnya daerah Aceh lebih terkenal dengan julukan negeri Serambi Mekkah.

Kerja sama yang telah terjalin itu terus berlangsung hingga hari ini, walaupun buat sementara sewaktu pihak bangsa-bangsa Eropah telah pernah mencoba merintanginya dengan jalan menghapuskan pemerintah sendiri bagi rakyat di negara kita. Setelah negara kita mencapai kemerdekaan, hubungan yang telah terikat itu semakin dipererat kembali.

Tentang hubungan antara Tanah Suci Mekkah dengan Indonesia, selanjutnya dapat dijelaskan, yaitu banyaknya orang-orang Indonesia yang berlayar ke tanah suci, menuntut ilmu agama Islam, lalu datang kembali ke Indonesia buat menyebarkan agama Islam. Yang mula sekali terkenal ialah seorang anak muda dari Makassar (Ujung Pandang) bernama Muhammad Yusuf. Dia pergi menuntut ilmu  ke negeri Makkah, memperdalam pengetahuannya dalam bidang ilmu tashauf, sampai mencapai martabat yang tinggi terutama dalam thariqat Khalwatiah. Dia mendapat gelar mulia dalam thariqat itu, yaitu Syaikh Yusuf Abdul Mahasin Hadiatullah Tajul Khalwati.

Setelah ia pulang ke tanah air dalam abad ke enam belas dia telah menetap di   Banten Tanah Jawa. Lalu diangkat oleh Sultan Banten menjadi mufti dalam kerajaannya. Maka tatkala terjadi peperangan antara Banten dengan Belanda, dan Belanda itu menyokong putera Sultan yang bernama Sulthan Haji, maka sulthan Banten yang bernama Sulthan Agung Tirtayasa telah berperang mengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda dan Syaikh Yusuf tersebut berpihak kepada Sulthan dan turut aktif dalam peperangan itu. Akhirnya Belanda yang menang”. Sejak masa itu banyaklah orang-orang Indonesia yang pergi mempelajari agama Islam secara mendalam kenegeri Mekkah dan timbullah ulama-ulama yang ternama.

Sampai sekarang, zaman kita sekarang ini masih diingat orang orang ulama-ulama yang pada mulanya duduk bertahun-tahun di Mekkah dan menyebarkan karangan-karangan mereka dalam bahasa Melayu/Indonesia atau dalam bahasa Arab. yang sangat  terkenal ialah Syaikh Abdus Shamad Al Falimbani (Palembang), yang menjadi mufti dinegeri itu seketika Palembang masih mempunyai Sulthan. Karangan karangan beliau sampai sekarang ini masih ada tersebar. Dan beliau bersaudara dengan Syaikh Abdul Kadir Mufti negeri Kedah,  sedangkan kedua beliau ini adalah putera dari Syaikh Abdul jalil Al-Mahdani yang berasal dari Yaman. Syaikh Abdul Shamad itu mati syahid pada peperangan negeri Kedah dengan Siam. Kem …………

itu termasyhur pula mufti negeri Banjarmasin. Yaitu yang bernama Syekh Arsyad Al-Banjar, menjadi mufti pula dari Shultan Banjarmasin. Beliau  telah bertahun-tahun pula tinggal dinegeri Mekkah. Karangan beliau di bidang  Fiqh bernama Kitab Sabilul Muhtadin, sebagai lanjutan daripada kitab Shirathal Mustaqim yang dikarang oleh seorang Ulama di Aceh bernama Syaikh Nuruddin Ar-raniry”, demikian menurut hasil pena Prof. Dr. Hamka. (Baca Majalah Santunan, no. 45 hlm. 8). Sebenarnya masih banyak lagi ulama-ulama hasil didikan negeri Mekkah, yang tidak penulis sebutkan lagi dalam artikel ini.

Khusus bagi negara-negara Islam yang menggunakan bahasa Arab, sebagai bahas resmi negara, akan adapat mengenang kembali cerita-cerita nostalgia, setelah mengikuti pembukaan MTQ Nasional ke XII dari Banda Aceh. Bangsa Arab menyebut perkataan “Aceh” dengan Asyi. Dan sering dijumpai dalam kitab-kitab berbahasa Arab, yang dikarang oleh ulama-ulama yang berasal dari Aceh dimasa lalu. Kitab-kitab yang sejenis itu masih ada sampai sekarang, walaupun tidak ada lagi yang beredar dipasaran.

Segala kegiatan upacara pembukaan MTQN yang berlangsung di komplek Desah  Arafah, akan ditonton oleh ratusan juta Ummat Islam di seluruh Dunia. Dan wajah-wajah putra-putri Serambi Mekkah akan ditatapi oleh saudaranya diluar negeri. Mudah-mudahan di masa mendatang, hubungan antara rakyat serta negara Republik Indonesia dengan negara-negara Islam semakin kukuh ikatannya. Saling bantu membantu antara negara-negara yang penduduknya beragama Islam untuk membangun negaranya masing-masing memang sangat diperlukan dewasa ini. Sekian/.

( Catatan: Artikel ini sengaja diposting guna menyambut Hari Raya ‘Idul  Adha 1432 H yang akan tiba pada hari Ahad, 6 Nopember 2011 M. Kepada kaum muslimin-muslimat yang sedang menunaikan ibadah Haji di Saudi Arabia semoga mendapatkan Haji Mabrur. Mudah-mudahan kami yang belum Haji dapat melaksanakan Haji Semuanya nanti, Insya Allah!. Bale Tambeh Darussalam, 31 Oktober 2011, T.A. Sakti ).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s