Surat Kepada Panitia Seminar Nasional Sejarah Perjuangan Teungku Sulung – Calon Pahlawan Nasional Asal Riau

Kampus Darussalam,

14 Juni 1999, malam.

Kepada Yth.

Bapak Prof. Drs. H. Suwardi, MS

Jl. Ali Kelana No. 3

Pekanbaru, Riau.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Terima kasih kepada Panitia Seminar Sejarah Perjuangan Panglima Besar Reteh Tengku Sulung, yang telah sudi mengundang saya sebagai salah seorang pemakalah.

Namun, amat disayangkan kiriman undangan itu baru saya terima pada sore hari (akhir waktu Ashar). Senin tgl. 14 Juni 1999. Sementara permintaan Panitia Seminar, makalah saya sudah sampai ke Panitia paling lambat tgl. 15 Juni 1999. Memang, selama libur kuliah saya tidak pernah datang ke fakultas (FKIP Unsyiah).

Saya termasuk salah seorang yang pernah menulis (Skripsi) tentang kepahlawanan Tengku Sulung, yang menurut Prof. Dr. T.Ibrahim Alfian- tercantum dalam makalah beliau dalam seminar…. Tahun 1988 di Medan-merupakan penelitian perdana tentang topik itu. Namun, nasib saya sendiri menyedihkan, -nyaris senasib dengan Sultan Mahmud II atau nasib Panglima Besar Tengku Sulung yang syahid ditembus peluru antek-antek Belanda-bahwa menjelang sebulan lagi selesainya Skripsi itu(-menurut niat dan perkiraan-) saya ditabrak mobil sewaktu pulang pada hari terakhir tugas KKN-UGM di Boyolali-Jawa Tengah.

Akibat tabrakan itu, sendi lutut saya lepas, tempurung lutut pecah dan betis terbakar knelpot Honda;  hangus sehitam arang sampai ke tulang. Tujuh bulan berubat di RS Bathesda-Yogya dan RS Orthopedi di Solo. Ditambah lagi secara tradisional selama setahun penuh (April 1986 s/d April 1987) di desa pegunungan, Aceh Barat. Saya asalnya Kab. Pidie, Walaupun telah berobat, saya tak sembuh dan perlu bertongkat berterusan. Setelah lama tertunda, barulah pada tgl. 5 Nopember 1987 Skripsi saya disidangkan, dan lulus.

Jadi, kalau saya benar-benar diharapkan Panitia Seminar… sebagai pemakalah, maka :

  1. Waktu pengirim makalah diperpanjang.
  2. Buat transportasi dengan kenderaan bis sangat memberatkan fisik saya. Sebab, kaki saya yang patah akan bengkak jika duduk di bis lebih dari tiga jam.
  3. Selain itu, saya berangkat jauh juga perlu didampingi seorang teman. Untuk pergi mengajar/kuliah sehari-hari juga diantar dan dijemput orang.

“Nah, saya menghimbau Bapak dan  Pemda Riau untuk sudi mencetak Skripsi saya….. Cukup sekian dulu!.

Wassalam,

 T.A. Sakti

(Drs. Teuku Abdullah Sulaiman, Smhk)

“Alamat : Darussalam, Banda Aceh, Selesai : Pk.23.32 WIB.

Catatan Tambahan :

Walaupun surat tanggapan terhadap surat undangan Seminar…. Telah saya kirim melalui Fax (0761) 41677 kepada Bapak di saat kurang 15 menit dari pukul 24.00 WIB. Tgl. 14-6-1999 ; namun pada pagi hari 15 Juni 1999 saya masih ingin menambah beberapa catatan tambahan karena :

  1. Kebetulan tgl. 15 Juni bertepatan tanggal berlakunya musibah tabrakan mobil yang saya alami dari 14 tahun yang lalu (lihat lampiran). Keterkaitan antara musibah saya dengan seminar.. adalah karena saat itu saya sedang menyusun Skripsi tentang Perang Reteh, 1858 yang dipimpin Panglima Besar Tengku Sulung. Tanggal musibah saya, yaitu 15 Juni 1985. Mohon maaf, jika saya sentimentil-cengeng dan ngawur. Ini, gara-gara saya terharu kembali….
  2. Saya mengharap dan mendo’akan, mudah-mudahan ‘kontak-silaturrahmi’ antara saya dengan Bapak tidak hanya sebatas/putus sampai selesai seminar… itu saja. Nama sudah lama kenal ; baik melalui berita di koran, laporan hasil penelitian dan tulisan-tulisan lainnya. Saya bermaksud mau belajar lebih banyak dari Bapak mengenai Sejarah-Budaya Orang “Melayu” Riau. Jadi, mudah-mudahan “silaturrahmi” ini terus berlanjut, Insya Allah.
  3. Mohon Bapak sampaikan salam saya kepada Tuan Guru saya di bidang Sastra Aceh, yaitu Drs. UU.Hamidy,MA di Universitas Riau (Biliik Kreatif beliau). Begitu pula salam saya kepada Drs. Ridwan Melay, yang Anggota Panitia Pengarah Seminar…No. 27. Beliau banyak membantu saya sebagai adik tingkatnya semasa saya menyusun Skripsi Panglima Besar Reteh. Tentu amat didorong karena beliau orang Negeri Riau. Dengan ucapan : “Assalamu’alaikum Wr.Wb”.
  4. Memang pantas bila undangan seminar.. amat lambat saya terima. Panitia yang belum mengetahui alamat saya( mungkin nama saya hanya diketahui dari makalah Prof. Dr. T.Ibrahim Alfian, MA pada seminar, di Medan, 1988), mengirim undangan kepada saya di Aceh dengan menggunakan alamat beliau di Yogyakarta. Baru dari sana dikirim lagi ke FKIP Unsyiah. Sementara selama libur kuliah (Minggu tenang) saya tidak pernah ke fakultas.
  5. Mengenai permohonan agar masa pengiriman makalah diperpanjang lagi, kalau boleh mohon diperlambat sampai minggu pertama bulan Juli 1999. Malah jika bisa akan saya bawa langsung ketika saya berangkat dari Aceh.
  6. Maksud dari kenderaan transportasi dan perlu seorang teman, maka tiket pesawat diperlukan bagi kami dua orang PP (pulang-pergi) serta kebutuhan lainnya, juga untuk keperluan dua orang, yaitu saya dan “ajudan”…

Salam,

T.A. Sakti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s