Surat Kepada Sebuah Yayasan asal Perancis di Jakarta

 

Kampus Darussalam,

14 Juli 1999

Kepada Yang Terhormat

Mr. Henri Chambert Loir

Ecole Francaise O’Extreme-Orient

Jl. Mampang Prapatan VII/R 5

Jakarta 12790.

Dengan hormat.

Nama Yayasan “Ecole…” telah sering saya  baca, baik dalam berita koran tentang kebudayaan atau pada buku-buku masalah budaya. Namun keinginan berhubungan dengan “Ecole..” selama ini terhambat karena  alamatnya yang belum saya ketahui. Barulah atas bantuan informasi dari seorang kepala sebuah instansi “kebudayaan’, jadilah saya tahu alamat Bapak sekaligus Yayasan “Ecole…”. Perlu saya tambahkan, tiga buah naskah sastra Aceh telah “kami” lakukan kajian ilmiah untuk instansi tersebut. Lembaga itu adalah Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Banda Aceh.

Saya adalah lulusan Fakultas Sastra Jurusan Sejarah UGM Yogyakarta. Berkuliah di sana atas beasiswa Lembaga Kerjasama Indonesia-Belanda. Salah seorang dosen saya di FS UGM adalah Prof. Dr. T. Ibrahim Alfian. Sementara tempat saya “berguru informal” di bidang budaya-sastra adalah Drs. UU. Hamidy, MA di Universitas Riau, Pekanbaru-Riau. Kalau di Aceh ialah Prof. Dr. Bahrein T.Sugihen, MA.

Saya amat tertarik terhadap sastra Aceh lama. Sekaligus berharap sastra ini mau/bisa  diminati kembali oleh rakyat Aceh seperti tahun-tahun 50-60-an. Pengaruh banyaknya hiburan lain seperti dari radio, buku, koran, majalah, televisi, video; memang telah mengurangi minat masyarakat terhadap sastra Aceh seperti pembacaan hikayat, nazam-tambeh.

Namun, saya sangat yakin bahwa bukan perkembangan media-massa tersebut di  atas   semata-mata yang telah menurunkan citra sastra Aceh. Keberadaan sastra Aceh lama yang sebagian besar masih tetap tertulis tangan, serta ditulis pula dalam huruf Arab-Melayu (huruf Jawoe/Jawi) adalah termasuk penghalang besar bagi masyarakat Aceh untuk  membaca  naskah-naskah sastra itu. Sebab, sebagian  orang Aceh tidak bisa  lagi membaca dalam huruf Arab-Melayu.  Orang Aceh sekarang hanya bisa  membaca dalam huruf Latin. Bila menginginkan mereka meminati kembali sastra Aceh ; salinlah kembali naskah sastra itu ke dalam HURUF LATIN……

   Dalam upaya membela sastra Aceh lama agar tidak punah, kini saya telah mengumpulkan naskah-naskah lama sastra Aceh tulisan tangan. Tebal naskah bervariasi, ada yang tebal, ada yang tipis. Tetapi umumnya lembaran kertasnya sudah mulai rapuh-rusak.

Cara pengumpulan naskah itu adakalanya saya pinjam, sebagian difoto copy dan lainnya milik sendiri. Kini, jumlahnya  ada sekitar 25 (dua puluh lima) judul naskah, yang lebih banyak tebal-tebal.

Tujuan mengumpulkan naskah itu untuk menyalinnya kedalam huruf Latin. Atau mengalih aksara-kan, dari huruf Arab-Melayu ke huruf latin dari naskah-naskah dari bahasa Aceh. Jadi, yang diganti-ganti hanya huruf saja-dari Arab ke Latin-, sedangkan bahasanya tetap seperti semula, yaitu bahasa Aceh. Jika memang diperlukan nanti, baru pada tahap berikutnya diterjemahankan dari bahasa Aceh ke bahasa Indonesia.

 Buat tahap awal, hasil alih aksara/ubah huruf naskah hikayat, tambeh dan nadham itu dihadiahkan kesalah satu perpustakaan umum di Aceh. Kalau memungkinkan, selanjutnya dicetak/diterbitkan buat  bacaan masyarakat luas.

Untuk mengatasi masalah dana/keuangan itu, pada kesempatan ini saya menghimbau serta mengajak Yayasan “Ecole Francaise O’Extreme-Orient” yang Mr. Henri Chambert Loir kelola ini untuk sudi kiranya membantu dana atau menjadi lembaga sponsor dari “kegiatan budaya” saya tersebut.

Demikianlah surat himbauan ini, mudah-mudahan Bapak menyetujuinya.

Salam,

 

T.A. Sakti

(Drs. Teuku Abdullah, SmHK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s