Surat Kepada Ford Foundation Perwakilan Jakarta

Kampus Darussalam,

6 Maret 2000

Kepada Yang Terhormat

Pimpinan Ford Foundation

Jl. Kebun Sirih No. 1

Jakarta.

            Salam sejahtera….

            Terima kasih saya ucapkan kepada pimpinan & staf Ford Foundation yang mendukung kegiatan saya dengan memberi  semangat dalam surat balasannya sekitar setahun yang lalu. Saran Ford Foundation agar saya menghubungi  sebuah Perguruan Tinggi  yang mengelola Program Penggalakan Kajian Sumber-sumber Tertulis Nusantara tidak jadi saya laksanakan.

Walaupun saya tidak/belum memperoleh bantuan Ford Foundation yang sudah dikelola sebuah Perguruan Tinggi  itu , namun saya tetap bergiat di bidang pelestarian sastra lama Aceh. Surat permohonan bantuan juga terus saya layangkan kesana-kemari. Pada pertengahan 1999, saya mendapat bantuan dari World Bank Perwakilan Indonesia (Jakarta). Bantuan itu digunakan untuk mentransliterasi dan penterjemahaan 4 buah naskah lama sastra Aceh, yang sekarang telah selesai saya kerjakan (ada dalam kumpulan lampiran).

Ketika membaca Harian Republika, Jumat, 18 Februari 2000 hlm. 20 yang berjudul “Ketika Sastrawan Datangi Sekolah-sekolah”, gairah saya  dalam menggeluti sastra lama Aceh bangkit kembali.

Oleh karena saya sudah pernah menyurati tempo hari dan hampir segalanya  telah tercakup dalam lampiran, maka dalam surat ini hanya saya sampaikan secara ringkas saja.

Bantuan yang saja mohon dalam dua bentuk, yaitu :

  1. Kegiatan transliterasi dan penterjemahan ke bahasa Indonesia terhadap beberapa buah naskah lama sastra Aceh yang berhuruf Arab Melayu (bahasa Aceh : harah Jawoe). Kegiatan seperti ini telah saya lakukan atas bantuan The World Bank Perwakilan Indonesia. Namun, naskah-naskah yang masih saya miliki sekarang lebih tebal dari naskah yang sudah saya kerjakan itu.
  2. Dana bantuan untuk menerbitkan/mencetak naskah-naskah yang sudah dialihkan ke huruf  Latin, namun tetap berbahasa Aceh. Pada saya sekarang sudah terkumpul 25 judul naskah, yang bila telah selesai dialihkan seluruhnya ke huruf LATIN akan menjadi sia-sia jika tidak diterbitkan/diedarkan kembali ke masyarakat Aceh.

Untuk lebih praktis, penerbitan itu dibuat berjilid, masing-masing sebesar buku saku, yang isinya sekitar 60-an halaman. Dari semua naskah yang ada pada saya, mungkin bisa  menghasilkan sekitar 80 jilid buku saku sastra lama Aceh.

Bagi penerbitan ini, saya mengusulkan dua cara pendistribusiannya.

a). Hasil cetakan itu dibagi antara Ford Foundation dengan saya menurut persen tertentu. Pihak Ford Foundation menghadiahkannya kepada masyarakat Aceh, baik kepada pustaka-pustaka sekolah atau pesantren. Sementara, bagian saya sendiri akan saya pasarkan ke toko  Buku dengan harga murah,  agar bisa  mencetak ulang naskah-naskah tersebut.

Dengan penjualan dimurahkan, pada tahun 1997 pernah saya terbitkan empat naskah sastra Aceh lama dengan dana saya sendiri. Masing-masing naskah dicetak 1000 eksemplar. Ternyata kini sudah habis terjual.

b). Hasil penerbitan itu diberikan kepada saya untuk mengelola pemasarannya. Uang hasil penjualannya adalah untuk mencetak ulang naskah-naskah itu, atau digunakan buat menerbitkan naskah-naskah lainnya, atau secara umum untuk “Dana pelestarian Sastra Aceh” bantuan Ford Foundation.

Ataupun ada bentuk pengelolaan cara lain menurut Ford Foundation ?.

Demikian surat permohonan ini. Atas tanggapan positif dari Ford Foundation, saya ucapkan banyak terima kasih.!

Salam

 

T. A. Sakti

(Drs. Teuku Abdullah, SmHk)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s