Bila Seorang Sahabat – Wartawan Hr.Waspada – Terpikat pada Hikayat

TA. Sakti Bukan Karena Cacat Lari Ke Hikayat

 

Tongkat kuning setinggi 85 cm tak pernah jauh dari pria ini. Sebuah arloji merk Seiko melingkar di lengan kirinya. Tas warna biru ia sangkutkan di bahu. Di dalamnya ada beberapa buah buku. Usianya memang tak muda lagi, tapi semangat belajarnya luar biasa. Mampu mengalahkan mereka yang muda-muda. Padahal fisiknya sedikit cacat.

Memang tak banyak tahu, siapa pria yang rambutnya mulai disinggahi uban itu. Tak salah,  pria ini adalah Teuku Abdullah Sakti. Sebagian publik mungkin asing dengan namanya. Tapi kalau disebut TA. Sakti diyakini hampir semua peminat hikayat kenal dengannya.

Dalam dunia seni Aceh, pria kelahiran 1954 dengan  nama lengkap Drs. Teuku Abdullah Sulaiman, Sm.Hk adalah seorang sastrawan. Dedikasinya dalam melestarikan hikayat Aceh tak diragukan lagi. “Semangatnya memang patut membuat kita salut,” kata M. Nur seorang peminat hikayat mengomentari TA. Sakti di kampus Unsyiah Banda Aceh.

Saat ini, sore harinya TA. Sakti  kuliah di Fakultas Hukum Program Ekstensi Unsyiah sejak September 1999. Sedangkan pagi, ia dosen tetap Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah masih bertetangga dengan Fakultas Hukum.

Satu yang membuat ia tidak selincah penanya. Kakinya cacat “kalau sudah lama saya duduk kaki kanan ini terasa kebas-kebasan, dan sulit digerakkan” Keluhnya ketika bertemu Waspada belum lama ini di kampus Unsyiah.

Kisah pendidikan TA. Sakti memang sedikit “lari-lari” dan segetir jalan hidupnya. Pendidikan umum ia jalani di SD Lameue, SMI Kota Bakti, SMP Negeri Beureuneuen, SMA Negeri Sigli. Ia juga pernah kuliah sampai tingkat Sarjana Muda I di Fakultas Pertanian Unsyiah (1975) sebelum pindah ke Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) Unsyiah.

Setelah menyelesaikan kuliah tingkat Sarjana Muda Hukum di FHPM Unsyiah 1981. Lalu melanjutkan ke Jurusan Sejarah Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta atas bantuan beasiswa Lembaga Kerjasama Indonesia Belanda/ LIPI Jakarta.

Fisiknya memang tak lagi sempurna. Ini terjadi usai mengalami kecelakaan di Yogyakarta tahun 1985. Kala itu, ia baru selesai mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Boyolali, Jawa Tengah, untuk merampungkan pendidikannya di Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM.

Dua tahun lamanya  ia tebaring di rumah sakit. Harapan yang sudah lama ia pendam buyar. Termasuk peluang menjadi dosen, nyaris  saja gagal. Padahal sebelum belajar di UGM, dia sudah menandatangani surat perjanjian bahwa akan menjadi staf pengajar di Unsyiah.

TA. Sakti berupaya keras meski ruang gerak terbatas. Dan akhirnya, iapun menjadi dosen “langka” dengan kemampuan berbeda. Konon sekarang ia menjadi dosen bidang bahasa Jawi atau Arab Melayu. Khusus bidang ini ia tak ada satupun yang punya skill seperti ayah tiga putra-putri ini.

Pejuang biodiversitas

Ketertarikan dengan dunia sastra Aceh terutama hikayat, nazam dan tambeh diakuinya bukan dikarenakan fisik cacat, sejak kecil dia tertarik dengan sastra Aceh, ujar mantan wartawan yang juga paling suka menulis dan hobi mengoleksi berbagai surat kabar sejak dulu.

Selama menjadi mahasiswa, dia pernah menulis di berbagai media massa, baik yang terbit di daerah maupun nasional seperti Peristiwa, santunan, Majalah Panca dan Puan Banda Aceh, Harian Waspada Medan, Merdeka, Suara Karya, Pelita Jakarta, Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, dan setelah bekerja juga menulis artikel di Koran harian terbitan lokal.

Sejak tahun 1992 ia memfokuskan diri di bidang sastra Aceh, khususnya hikayat Aceh, selain itu ia juga banyak mentransliterasi (alih aksara) atau melatinkan naskah-naskah tua (manuskrip) sastra Aceh.

Sudah ratusan manuskrip ia transliterasi, bahkan hasil alih aksara tersebut sudah ia ketik hingga mencapai 6.000 lembar. Namun ia sangat menyayangkan, sebab karya tersebut tidak dapat dinikmati masyarakat. “Hana peng ngon cetak,” kata pengagum Ali Hasjmy ini sedih.

Selain sudah melatinkan 25 judul hikayat, tambeh dan nazam Aceh, ia juga mengarang sejumlah hikayat. Dari 1997 sampai 2001, hanya 12 judul hikayat dan nazam yang sudah dicetak. Tiga judul hikayat berjiwa dan nuansa lingkungan hidup sudah diterbitkan yaitu : 1. Lingkongan Udep Wajeb Tajaga (1999), 2. Wajeb Tasayang Binatang Langka (2001), 3. Binatang Ubit Kadit Lam Donya (2001). Dari semua hikayat /tambeh/nazam Aceh yang selesai alih aksara cuma sedikit yang telah diterbitkan.

Upaya untuk menerbitkan karyanya, sudah ia lakukan sejak 1993 dengan menyurati sedikitnya 42 lembaga atau person di Banda Aceh, Lhokseumawe dan Jakarta. Namun usaha tersebut terasa sia-sia. Tapi hanya Word Bank Perwakilan Jakarta  yang membantu. Itupun untuk biaya menerjemahkan empat hikayat ke dalam bahasa Indonesia. Keempat hikayat tersebut adalah hikayat Akhbarul Karim, Hikayat Aulia Tujoh, Hikayat Meudeuhak dan Hikayat Habi Yusuf.

Kesabarannya dalam menggeluti sastra Aceh dan kepedulian terhadap lingkungan yang dituangkan dalam karya sastra membuahkan hasil. Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) menganugerahkan KEHATI Award 2001 kepada TA. Sakti bersama 15 peraih KEHATI Award seluruh Indonesia.

Pria yang dilahirkan di Gampong Bucue kecamatan Sakti, Pidie, 13 September 1954 ini, meraih KEHATI Award 2001 kategori Citra Lestari sebagai pejuang Biodiversitas.

Mengakhiri obrolan dengan Waspada, dosen yang kerap menjadi dewan juri di berbagai perlombaan hikayat di Banda Aceh itu mengatakan; bukan karena fisiknya cacat ia lari ke hikayat, tapi sudah sejak dulu. Oh begitu?

Munawardi Ismail

         

 

 ( Baca: Harian “Waspada”-Medan, Selasa, 8 April 2003 halaman 13, rubrik Nanggroe Aceh Darussalam.Bale Tambeh, 30 April 2011, jam 7.25 Wib. T.A. Sakti).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s