Surat UU.Hamidy ( 6 ) – Penulis 57 Buku tentang Budaya Melayu

Bung T.A. Sakti yang baik  

                                                                                                                                             Pekanbaru 26 Nopember 1996

Surat dan kiriman Bung, telah sampai kepada saya. Begitu juga tulisan lainnya.

Karya dan tulisan lainnya itu,  telah memberi  tanda, bahwa Bung punya kemampuan yang memadai.

Tidak saya katakan mempunyai kemampuan yang besar, untuk menghindari pujian bagi suatu permulaan yang baik. Daftar bacaan Bung dalam kajian tersebut masih dapat ditambah dengan Seulawah, dengan editor LK Ara, yang di dalamnya cukup bagus  berbagai ulasan mengenai  naskah kuno Aceh. Tulisan saya juga dimuat dengan judul “Islamisasi dalam Hikayat Aceh”.

Saya juga tertarik memperhatikan beberapa upaya Bung, dalam mencari peluang agar diterbitkan beberapa hasil kajian Bung selama ini. Saya juga pernah berbuat seperti itu, sehingga 2 buah buku saya diterbitkan oleh Balai Pustaka, yakni  Kasin Niro dan Rimba Kepungan Sialang, tahun 1987. Tetapi bagaimanapun juga, kita sebagai pengarang atau peneliti tidak begitu mendapat penghargaan. Pertama, honororium amat rendah. Saya cuma mendapat 600.000 tiap judul buku. Begitu pula berbagai tulisan saya yang diterbitkan di Kuala Lumpur, yang sudah ada 3 judul; hanya dibayar 75.000 rupiah. Jadi untuk imbalan  jerih payah kita, menerbitkan hasil kajian seperti yang kita lakukan,  amat tidak memadai nilai materialnya.

Itulah sebabnya seperti Bung tahu,  saya juga merintis penerbitan buku saya di daerah.

Ternyata keuntungan yang saya peroleh, cukup memadai. Sekarang ini,  saya telah mempunyai buku lebih dari 30 judul yang diterbitkan di Pekanbaru. Setiap tahun saya mendapat kesempatan menjual

buku-buku itu kepada berbagai pihak. Hasilnya cukup memadai untuk kelanjutkan kegiatan penelitian dan kajian yang saya lakukan.

Bagaimana caranya, inilah yang ingin saya sarankan kepada Bung. Coba usahakan cari dana satu  juta saja. Dengan uang itu coba terbitkan kira-kira buku Bung yang akan paling banyak diminati orang, terutama untuk keperluan mahasiswa dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan sastra. Nama penerbit boleh  dibuat apa saja dulu. Jika mungkin pakai nama perguruan tinggi,  sehingga nama lembaga itu juga ikut populer oleh buku kita. Setelah buku terbit, edarkanlah terutama kepada mahasiswa . Sebab itu, kuliah yang Bung berikan, hubungkan dengan buku itu, sehingga mahasiswa merasa perlu membelinya. Jika ini  sukses, maka dapat dilanjutkan dengan buku selanjutnya.

Saya sekarang dengan mudah mendapat biaya penerbitan dari perguruan tinggi yang ada di Riau. Mereka membantu sekitar sepertiga biaya penerbitan. Nanti bantuan itu saya kembalikan atau saya imbali berupa sejumlah buku yang diterbitkan. Buku saya diterbitkan dengan memakai nama penerbitan perguruan tinggi tersebut.

Buku saya yang terakhir sekarang, yakni yang ke 43 berjudul Orang Melayu di Riau

Riwayat buku ini cukup unik. Pada suatu ketika sekitar tahun 1995, datang orang asal Gayo ke rumah saya. Dia mengaku bekerjasama dengan Iwan Gayo di Jakarta, dalam kegiatan penerbitan. Dia mengatakan sedang mencari seorang penulis yang baik di Aceh, untuk menulis tentang orang Gayo atau orang Aceh. Kepada saya disarankannya untuk menulis tentang Melayu. Lalu saya jawab, dengan memperlihatkan 30 lebih dari buku saya tentang masyarakat Melayu, kebudayaan dan agamanya. Kemudian saya tulislah buku tersebut. Tapi saya yakin, dia tak akan mau menerbitkannya.

Sebab tentu dia perkirakan tidak akan begitu cepat terjual. Tetapi di Riau, setelah saya cetak 4000 eks, sekarang sudah terjual 2000 lebih, dengan harga 7.500 sebuah. Dari buku itu jika terjual habis saya dapat memperoleh keuntungan kotor lebih dari 15 juta. Bayangkan, jika saya terbitkan di Jakarta, dengan honor paling-paling satu juta atau maksimal 2 juta rupiah.

Jadi, cobalah Bung rintis sendiri usaha ini. Jika kita hanya  menghandalkan penerbit fropessional, maka kita hanya sekedar jadi sapi perahan saja. Mereka yang makan dagingnya, kita mendapat tulangnya. Silakan, selamat bekerja dan sukses…

                                  Perubahan alamat:                                                                                                    Wassalam

                                 UU.   Hamidy (tanpa gelar2)

                                    Gang Gurami  no. 153                                                                                                    dto

                                          Jalan Paus-Bandeng                                                                                                 UU.  Hamidy

                                       Pekanbaru   28284

R i a  u

Catn. Bung juga dapat

Bekerjasama dengan

pihak  percetakan

( 1. Catatan di atas tulisan tangan.  2. Segala salah-silap ketikan  surat- surat  UU. Hamidy; tetap saya biarkan apa adanya , T.A. Sakti – 1 Juli 2010)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s