Komentar pembaca: Kritik Buat Serambi

Kritik Buat Serambi

Semboyan “Serambi Indonesia Terpercaya di Tanah Aceh”, mungkin sudah benar-benar merasuk ke otak dan hati sanubari masyarakat Aceh. Namun sayangnya, kemantapan slogan itu agak “terganggu” baru-baru ini, akibat pemuatan “Laporan Utama” yang kurang memenuhi syarat, mentah atau agak dipaksakan.

Laporan utama Serambi terbitan Minggu, 24 Maret 1996 mengandung tiga buah kupasan. Salah satu tulisan berjudul “Kaderisasi Intelektual Kampus Aceh Gagal”.

Menurut saya, pokok bahasan ini semestinya jangan digabungkan ke dalam “Laporan Utama”, karena kurang cukup syaratnya. Bagian itu paling-paling bisa ditempatkan pada kolom berita biasa atau ke bagian “Komentar Pembaca”. Sebuah Laporan Utama dari sebuah media massa berbobot sekaligus terpercaya, seharusnya melengkapi dirinya dengan syarat-syarat yang pantas dan patut. Kalaulah tidak demikian, maka ‘terkecohlah’ atau “terjebaklah” para pembacanya, terutama dalam hal mengambil kesimpulan dari Laporan Utama itu.

Bila isi Laporan Utama itu diumpamakan sebuah proses persidangan di pengadilan, maka demi lancarnya sidang; tentu ke sana mesti dihadirkan pihak-pihak yang bisa membuat keputusan akhir pengadilan tersebut bersifat”adil dan manusiawi”.

Pihak-pihak yang mesti ada adalah: penggugat, tergugat, hakim, saksi-saksi dan bahkan sang pembela.

Membandingkan cara Serambi menyusun Laporan Utama dengan proses persidangan di pengadilan, sungguh sangat dipaksakan pemuatannya, kurang matang dan bisa-bisa mengecohkan pembaca.

Betapa tidak, sang wartawan Serambi hanya mewawancarai Cuma seorang nara sumber untuk mengaktualkan  topik tersebut di atas. Serambi hanya semata-mata bertanya kepada seorang “penggugat” atau “Jaksa” tentang ‘kaderisasi intelektual kampus Aceh’. Sementara pihak “tergugat”, “hakim”, “saksi-saksi” serta sang “advokat” dengan tanpa basa-basi dikesampingkan saja. Pertanyaan yang timbul, transparankah (baca : adilkah) sebuah Laporan Utama yang berciri demikian???.

Mudah-mudah Harian Serambi Indonesia akan lebih jeli dan hati-hati di masa-masa mendatang. Jayalah Serambi demi kemajuan daerah ini!. Seluruh masyarakat Tanah Aceh mencintaimu!!.

 

T. A. Sakti

Kampus Darussalam,

Banda Aceh, 6 April 1996

Iklan

2 pemikiran pada “Komentar pembaca: Kritik Buat Serambi

  1. Pak T.A. Sakti. Saya Fahmi putra Aceh, ingin sekali bertemu dan sharing dengan bapak tentang budaya Aceh dan obat tradisional Aceh, karena saya akan merencanakan penelitian dibidang tsb. Hp saya 0811688600, email saya: fahmiichwansyah@litbang.depkes.go.id dan ichwan_66@yahoo.com.

    Terima kasih pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s