Asal Mula Universitas Syiah Kuala dan Kampus Darussalam

Menyambut  &  menyemarakkan

Hari Pendidikan Daerah ke 21:

2 September 1959 – 2 Sept 1980

“DARUSSALAM  DIAWASI DUNIA”

Oleh :  El Kandy Bucue

BAPAK PENDIDIKAN Aceh, Prof. A. Hasjmy di tahun 1963 pernah mengatakan : “Terkenal Aceh dalam sejarah dunia, teristimewa di zaman emasnya (Abad ke XVI – XVII) bukanlah se-mata2  karena angkatan perangnya yang ditakuti di laut dan di darat, yang pernah melumpuhkan kekuatan angkatan perang Portugis di Semenanjung Tanah Melayu; tetapi disamping itu terkhusus lagi lantaran pada masa tersebut Aceh memiliki suatu pemerintahan yang teratur, yang dipimpin oleh Sulthan yang berpengetahuan luas dan dibantu oleh sarjana2  dalam berbagai bidang. Aceh pada saat tersebut  merupakan sumber ilmu pengetahuan dengan sarjana2 yang terkenal dalam dan diluar negeri, sehingga banyaklah pemuda – pencari ilmu –  pengetahuan dari segala pojok berduyun-duyun ke Aceh.

Oleh karena di pimpin oleh tangan-tangan yang berilmu pengetahuanlah maka Aceh menjadi masyhur dan jaya serta terkenal di seantero dunia” (1.

Tahun 1959 merupakan “tahun kenangan” bagi daerah Aceh, karena pada tahun tsb. Aceh mendapat dua kemenangan. Kemenangan itu ialah tgl.  26 Mei 1959 Pemerintah Pusat menyetujui pemberian gelar  “istimewa” bagi propinsi Aceh, hingga menjadi propinsi Daerah Istimewa Aceh. Keistimewaan bagi daerah ini adalah dalam tiga bidang, yakni; agama, adat dan pendidikan. Tapi sayang “tanggal keramat” itu (tanggal 26 Mei) kurang mendapat perhatian yang sewajarnya dari pihak-pihak yang berwewenang. Tiada peringatan bagi daerah yang bersejarah itu. Padahal memperingatinya sangat penting bagi menambah gairah masyarakat untuk membangun. Masyarakat umum (awam) pada umumnya kurang; bahkan tidak mengetahui “Apa dan Mengapa 26 Mei” itu.

Kemenangan kedua tahun 1959 bagi provinsi daerah Daerah Istimewa Aceh yaitu pembukaan DARUSSALAM pada tanggal 2 September1959. masyarakat umum tahu haru yang bersejarah itu, karena ada peringatannya tiap-tiap tahun. Bahkan telah ditetapkan bahwa tanggal 2 September sebagai Hari Pendidikan Daerah Istimewa Aceh. Dari sejak tanggal 2 September 1959 sampai sekarang secara berangsur-angsur terus melahirkan beberapa perguruan tinggi di Darussalam. Perguruan tinggi yang telah lahir ialah : Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry, Pesantren Tinggi Teungku Chik Pante Kulu, dan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri(APDN) yang sekarang lokasinya telah pindah ke Lam Pineung.

Tentang perkembangan Universitas Syiah Kuala, seorang tokoh mahasiswa Unsyiah; Hasballah M.S. pernah menulis :”pergolakan sejarah yang berlarut-larut telah merobah wajah Aceh kesuatu keadaan yang menyedihkan. Ketika dayah-dayah telah berganti dengan medan perang dan kebun-kebun yang subur menjadi tanah tandus, tak ada lagi sesuatu yang tersisa, kecuali suatu keyakinan dan harga diri. Dan dengan modal kenangan kepada kejayaan masa lampau yang mengilhami keyakinan-keyakinan itulah Aceh kembali menata diri.

Dalam rangkaian rencana usaha pemulihan keamanan, pembangunan pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, ditempatkan pada garis terdepan sekali. Universitas Syiah Kuala adalah wujud akhir dari cita-cita dan hasil usaha atas dasar keyakinan yang disebutkan di atas. Universitas Syiah Kuala dibangun atas dasar aliansi antara para pengusaha, penguasa, teknokrat, para ulama dan pimpinan masyarakat di Aceh. Ia didirikan dalam rangka upaya berpacu untuk menyusul kembali ketinggalan Aceh di masa lampau terutama di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Syiah Kuala merupakan lambang perdamaian dan kerukunan kembali dari suatu pergolakan sejarah yang panjang yang pernah terjadi di Tanah Aceh. Diwarnai oleh kenyataan sejarah ini, Universitas Syiah Kuala diharapkan mampu untuk berperan dalam rangka menjawab tantangan-tantangan, mengejar ketinggalan-ketinggalan dalam segala aspek pembangunan dan juga menata kembali hari depan yang lebih bermartabat dan lebih bermakna” (2.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, juga tidak pernah diam dan lesu dari merangkah dan bertatih menuju kedewasaan. Dari tahun-ketahun IAIN terus berkembang, hingga manfaat dan pengabdiannya telah banyak dinikmati masyarakat. Kronologi pembangunan IAIN Ar-Raniry dapat diikuti sebagai berikut: “IAIN Jamiah Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh lahir pada tanggal 5 Oktober 1963 berdasarkan surat keputusan Menteri Agama Nomor 89 Tahun 1963 yang peresmiannya dilakukan oleh Menteri AgamaK. H. Saifuddin Zuhri sebagai IAIN yang ketiga sesudah IAIN Yogyakarta dan IAIN Jakarta. Sebagai Pd. Rektor pertama telah ditetapkan dilantik A. Hasjmy, gubernur kepala daerah provinsi Daerah Istimewa Aceh yang juga ketua komisi pencipta kota Pelajar/Mahasiswa Darussalam. Pada waktu IAIN Jamiah diresmikan telah ada tiga fakultas dan sebuah sekolah persiapan, yaitu:

  1. Fakultas Syari’ah
  2. Fakultas Tarbiah
  3. Fakultas Ushuluddin
  4. Sekolah Persiapan IAIN.

Kesemuanya berada di Darussalam, Banda Aceh, kemudian pada tahun 1968 telah dibuka dan diresmikan Fakultas Dakwah sebagai fakultas yang ke empat, yang merupakan Fakultas Dakwah pertama dalam lingkungan IAIN di Indonesia,…(3.

Darussalam merupakan “Jantung Hati Rakyat Aceh”, yang penduduk aslinya 100 % beragama islam. Di zaman kejayaan kerajaan Aceh Dayah-dayah bertebaran di segenap pelosok Aceh yang tiga segi ini. Oleh karenanya sebagai menghormati sejarah nenek moyang, maka di Darussalam pun diadakan sebuah pusat Pendidikan Islam Tinggi yang bercorak sistim Dayah. Dengan Surat Keputusan Gubernur kepala Daerah Istimewa Aceh bertanggal 17 Maret 1962 No. 38/1962, maka ditetapkanlah anggota2  Panitia Persiapan Pendidikan Dayah Tgk Chik Pante Kulu, dimana Letnan Kolonel Nyak Adam Kamil sebagai Pimpinan Umum Panitia tersebut.

Panitia yang dibentuk pada tahun 1962 itu bekerja giat hingga tahun 1968 barulah Dayah Teungku Chik Pante Kulu dapat diresmikan oleh Presiden Soeharto. Dalam amanat peresmian Dayah Teungku Chik Pante Kulu Presiden Soeharto mengatakan: “Sayapun sangat bersyukur bahwa pada kesempatan ini saya diberi pula penghormatan untuk turut serta menyaksikan atau meresmikan suatu Pesantren Modern, Pante Kulu. Ini adalah memang  merupakan suatu usaha pula yang besar sekali manfaatnya dimana pemuda kita dari pelosok di Daerah Istimewa Aceh ini, dapat melakukan penambahan pengetahuannya didalam Pesantren yang Modern disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan sekarang ini “(4.

Pernyataan diatas merupakan cetusan harapan Presiden kita dalam tahun 1968. Bagaimanakah perkembangan Dayah Teungku Chik Pante Kulu sekarang?, dalam hal ini penulis masih meraba-raba untuk menjelaskannya, karena kurangnya informasi yang dapat kita baca dalam masmedia, baik koran ataupun majalah Sinar Darussalam!!!.

Besar harapan rakyat Indonesia pada umumnya dan putra putri Aceh khususnya pada kota pendidikan Darussalam ini. mereka yang hidup di desa sangat mendambakan, semoga pada suatu hari dapat kiranya mengantarkan putra-putrinya berkuliah di Darussalam. Mereka bangga punya anak yang bertitel “mahasiswa”.

Liku2  sejarah masa lampau adalah merupakan the best teacher (guru yang baik) buat pedoman hidup kita dimasa kini dan juga masa yang akan datang. Ini juga merupakan tugas suci bagi setiap mahasiswa untuk menggali kembali. Bagi negara kita Indonesia dan pula khusus bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh, sungguh banyak fakta2  sejarah yang telah pupus ditelan zaman. Dalam kata sambutan terhadap penerbitan Buku 10 Tahun Darussalam dan Hari Pendidikan Propinsi Daerah Istimewa Aceh, bapak A. Muzakkir Walad selaku Gubernur Aceh mengatakan: “Keagungan zaman Iskandarmuda dan pimpinan pemerintahan di zaman Kerajaan Aceh,  menjadi pupus dalam sejarah akibat tangan kotor dan perkosaan dari penjajah yang datang kemudian. Bukan saja dalam bentuk-bentuk kebudayaan atau prasasti, malahan juga sampai kepada pusara Iskandarmuda yang Agung telah dilenyapkan dari mata dan hati rakyat Aceh. Dokumen-dokumen tertulis dari zaman itu telah dilenyapkan oleh sipenjajah sehingga komunikasi antara zaman yang silam tidak pernah kita terima selengkapnya”. Dipandang dari sudut pentingnya komunikasi antara zaman silam dan zaman sekarang, antara zaman kini dengan zaman yang akan datang, maka penerbitan Buku Peringatan 10 Tahun DARUSSALAM  dan Hari Pendidikan Daerah Istimewa Aceh sungguh-sungguh merupakan usaha yang berarti”.

Dalam tahun 1979 yang lalu masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Aceh khususnya dikejutkan oleh sebuah berita yang tak pernah diduga selama ini, yaitu berita bahwa di Universitas Syiah Kuala telah diproklamirkan berdirinya Fakultas Kedokteran. Bagaimana hangatnya berita itu, dapat kita baca dalam berbagai koran, baik surat kabar daerah maupun koran sekup nasional. Itu baru yang dalam koran, apalagi yang bergelora dan berdesir-desir dalam dada rakyat, terutama masyarakat Aceh yang berekonomi lemah. Hati senang air mata berlinang, karena sangking gembiranya. Sudah hampir dua puluh tahun mereka menanti-nanti lahirnya Fakultas Kedokteran di Darussalam “Jantung Hati Rakyat Aceh”, mereka mengucapkan “kruu seumangat!!!”, salah satu keistimewaan bidang pendidikan bagi daerah ini telah terjelma!!!. Seluruh lapisan masyarakat Aceh di desa dan di kota sama-sama mendo’akan agar benih Fakultas Kedokteran ini jangan hendaknya tertimpa bala bencana seperti yang digambarkan Surat Kabar “PERISTIWA” Rabu, 20 Ramadhan 1400H/29 Juli 1980, Na’u zubillahi min zaalik, Terimalah do’a kami ya Allah!!!.

Penulis memberi judul artikel ini dengan: “Darussalam” Diawasi Dunia”. Gambaran ini dapat kita ikuti dari amanat Presiden Soekarno pada Upacara Pembukaan Kota Pelajar/Mahasiswa Darussalam sbb: “Saya datang ke Daerah Aceh kali ini membawa wakil-wakil daripada negara-negara, disana berdiri wakil dari negara Yugoslavia, di sana berdiri wakil dari Amerika Serikat, di sana berdiri wakil dari Malaya, disana berdiri dari India, disana berdiri daripada Arab Persatuan, disana berdiri wakil dari Negara Argentina, disana berdiri dari Canada, disana berdiri dari Jepang, disana berdiri wakil dari Sovjet Uni. Seluruh dunia saudara2  memandang matanya kepada kita. Maka oleh karena itu, langkah pertama yang telah kita jejakkan dengan mendirikan Darussalam ini, saya minta diteruskan jangan sampai usaha mendirikan Darussalam sebagai bagian dari pelaksanaan cita2  kita, cita2  Proklamasi 1945 kandas di tengah jalan. Bukan saja kita, kita sendiri mengawasi tindakan2  kita, tetapi seluruh dunia mengawasi tindakan kita pula” (5.

Hanya sekian !!!.

Banda Aceh, 22 Syawal 1400/2 Sept 1980.

“Selamat menyambut Hari Pendidikan Daerah Istimewa Aceh 2 September 1980”. Merdeka !!!!!!!.

Daftar bacaan/kutipan :

  1. Buku : Darussalam, Terbitan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (1963) hlm. 37 – 38.
  2. Sinar Darussalam no. 108/109 hlm. 273-274 : “Peranan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala DALAM PEMBANGUNAN DAERAH.
  3. Buku : 15 Tahun IAIN Jami’ah Ar-Raniry.
  4. 10 Tahun DARUSSALAM  dan Hari Pendidikan Propinsi Daerah Istimewa Aceh, hlm. 30.
  5. DARUSSALAM, Terbitan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh, hlm. 20.-

-elk bc-

______________

Noot : Kalau artikel ini terlalu panjang, boleh saja dipendekkan, dengan membuang satu kutipan misalnya!.

TA

–          Kalau setelah Bapak pertimbangkan ternyata tidak memenuhi syarat untuk dimuat, saya mohon jangan dibuang naskah ini, saya akan mengambil kembali ke kantor redaksi Peristiwa!.

Catatan tambahan terbaru:

**Noot di atas berupa tulisan tangan!. Nama samaran   saya saat itu:  El Kandy Bucue.

  1. Saya yakin artikel ini tidak dimuat dalam Koran Peristiwa, Banda Aceh, karena pada arsip terlihat bukan fotokopy, melainkan ketikan asli dengan pita hitam ketikan yang sudah lama dipakai!.

Bale Tambeh Darussalam, 9 Zulhijjah 1431/Singoh Uroe Raya Haji

17   November  2010

*Amal nyang sikula di Lammeulo pih katrok u rumoh!.

2. Saya ikut sedih bila kabar yang beredar sekarang benar, bahwa mayoritas mahasiswa fakultas-fakultas favorit di Unsyiah semisal Fakultas Kedokteran bukanlah putra-putri Aceh!!!.

T.A. Sakti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s