Serambi, Perlu Mempeloporinya!

Komentar pembaca:

SERAMBI, PERLU  MEMPELOPORINYA

Membaca Opini (Serambi, Selasa, 17 Januari 1995 halaman 4); yang berjudul “Jiwa Bisnis Orang  Jepang dan Pidie” menggugah saya mengirimkan surat ini. Saya sependapat dengan penulis artikel itu, Hafasnudin, MBA yang menyarankan agar dilakukan pengkajian/penelitian terhadap rahasia atau kunci-kunci kesuksesan para usahawan Aceh. Sebab, keberhasilan itu mungkin banyak dilandasi “Muatan Lokal” daerah ini, yang sepatutnya perlu diajarkan di sekolah-sekolah daerah Aceh.

Sekiranya pengkajian itu benar-benar dapat terlaksana, kita harapkan hasilnya betul-betul disebarkan kepada masyarakat,  terutama buat generasi muda dan murid sekolah. Karena itu hasil kajian perlu dicetak menjadi buku-buku ukuran saku. Buku seukuran demikian bisa mendorong orang memilikinya,  karena harganya terjangkau dan mudah dibawa ke mana-mana.

Memang aneh, bila kita hanya “mengunyah” kiat-kiat bisnis yang diimpor dari luar seperti USA, Jepang, atau Cina. Padahal kita sedikit pun tidak peduli akan “Muatan Lokal Aceh” yang menyangkut bidang bisnis (jiwa bisnis). Mungkin kita asyik membaca buku-buku sejenis “dibalik sukses bisnis orang-orang Cina” karya Frena Bloomfield, terbitan Sangsaka Gotra, Jakarta ataupun buku karya Gao Yuan “Memancing Harimau Turun Gunung” – 36 strategi perang Cina kuno, Penerbit Grafiti, Jakarta; yang kedua buku itu berkaitan masalah dagang/bisnis; padahal kita tidak pernah mau melirik kepada “kiat bisnis” dalam sebuah pepatah Aceh (hadih maja) yang berbunyi : “tukok jok tukok u, nabuet nabu! (arti harfiahnya: pelepah enau pelepah kelapa, baru dapat makan jika sudah kerja!). Kiranya, Harian Serambi Indonesia mau  terus melakukan pengkajian awal tentang kesuksesan para usahawan Aceh dengan mewawancarai mereka, seperti yang pernah dimuat dalam “Serambi” selang setahun lalu. semoga!!!.

Wassalam: T. A. Sakti

Banda Aceh,

18 Januari 1995

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s