Muatan Lokal di Aceh Macet?

Komentar Pembaca:

MUATAN LOKAL DI ACEH MACET???

Kini, sekali lagi terbukti apa yang tersurat dan tersirat dari ucapan Gubernur Aceh A. Hasjmy hampir 40 tahun lalu. Pada pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh I tahun 1958, A. Hasjmy mengatakan: “Saya telah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia dimana saya lihat suku-suku bangsa itu tidak menyia-nyiakan kebudayaannya selain suku kitalah telah menyia-nyiakan kebudayaannya, padahal di masa yang lampau, Aceh cukup mempunyai kebudayaan yang tinggi” (disesuaikan dengan ejaan yang disempurnakan (EYD) oleh penulis; baca buku” Gadjah Putih” karangan M. Junus Djamil halaman 21).

Macetnya pendidikan muatan lokal di Aceh, (Serambi 1 november 1996 halaman 1) termasuk salah satu contoh dari sikap dan perilaku masyarakat Aceh yang menyia-nyiakan kebudayaannya. Bagi siapa pun yang berpendapat seirama dengan pengamatan Gubernur Aceh sekitar 40 tahun lalu itu, tentu tidak merasa kaget dengan kemacetan pendidikan muatan lokal di Aceh. Walaupun demikian, kita patut berterimakasih dan bersyukur kepada organisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh yang mengadakan lokakarya muatan lokal SD (baca: GP-Ansor Aceh laksanakan lokakarya muatan lokal SD, Harian Serambi Indonesia, 2 Desember 1996 halaman 2).

Peribahasa menyebutkan, kalau ada kemauan tentu ada jalan. Kebenaran pepatah itu jarang terbantahkan. Harian Kompas pernah memuat berita berjudul “Orangtua murid SD di Jabar harus menyumbang untuk pembuatan film. Alasan sumbangan, konon, karena film tersebut dibuat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Sunda, pelajaran muatan lokal di seluruh SD di Jabar (Kompa, Kamis, 21 Desember 1995 halaman 9). Sejauh manakah kesungguhan instansi  pendidikan di Aceh dalam mewujudkan muatan lokal?.Sebagai orang  awam, kita pun mengetahui bahwa memang ada dana dari APBN dan APBD untuk bidang pendidikan. Tentu juga buat muatan lokal pula???. Kalau mengingat hasil pengamatan A. Hasjmy, memang tidak boleh disalahkan siapa-siapa dalam hal kemacetan pelaksanaan muatan lokal di Aceh. Sungguhh… tapi.. entahlah!!!.

T.A. Sakti

Banda Aceh, 4 Desember 1996.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s