Kalender Aceh Perlu Dicetak!

Komentar Pembaca:

Kalender Aceh Perlu Dicetak

Sehubungan kehadiran tahun baru hijriyah 1417 pada tgl 19 Mei 1996, kita teringat kembali kepada kalender Aceh atau almanak Aceh yang nyaris terlupakan.

Dalam kehidupan masyarakat Aceh masa lalu, pengetahuan almanak Aceh ini amatlah penting. Sebab, segala mata-rantai kehidupan sehari-hari hampir-hampir tidak terlepas dari perhitungan yang cermat terhadap peredaran tanggal kalender Aceh. Memang sebagian besar para sesepuh desa zaman dulu, tidak peduli atau tidak mengetahui tahun keberapa dari tahun hijriyah yang sedang mereka jalani; namun mereka  amatlah pakar tentang seluk beluk tanggal, hari dan bulan dari perhitungan hijriyah itu.

Kini keadaan demikian sudah langka. Para sesepuh yang ahli mengenai kalender Aceh sudah erosi jumlahnya. Regenerasi ilmu itu kepada generasi muda juga tidak berlangsung baik. dan saya berkesimpulan, pengetahuan tersebut akan punah dari wawasan benak orang Aceh pada waktu yang tidak terlalu lama lagi.

Dalam rangka melestarikan kebudayaan Aceh sebagai bagian dari kebudayaan nasional Indonesia, nasib buruk kalender Aceh perlulah mendapat perhatian pihak-pihak terkait.  Pihak berwenang dalam bidang ini misalnya, Pemda Aceh, LAKA Aceh, Dinas P dan K Aceh, Kanwil P dan K Aceh, Dinas Parawisata Aceh dan lain-lain.

Sehubungan akan berlangsungnya Festival Baiturrahman ke III pada bulan oktober 1996 mendatang, alangkah baiknya jika Panitia Festival Baiturrahman berupaya mencetak kalender Aceh. Sewaktu acara festival berlangsung nanti, almanak Aceh yang telah tercetak ini bisa jadi salah satu komoditi pameran. Serta bagi pengunjung yang berminat, boleh pula dijual dengan harga yang patut. Penjualan ini, merupakan salah satu upaya pelestarian almanak Aceh itu.

Mewujudkan sebuah kalender Aceh up to date bukanlah mudah, namun, jika ditangani dengan penuh kesadaran dan kesabaran pasti akan membuahkan hasil. Keberhasilan ini telah ditunjukkan Abah Ali yang telah sukses menyusun kalender Sunda. Untuk bisa mengumpulkan data yang lengkap tentang kalender Sunda, ia telah melakukan penelitian ke berbagai tempat di seluruh pelosok Jawa Barat.  Proses pencarian data berlangsung selama sembilan tahun (Kompas, Sabtu, 12  Juni 1993).

Sekedar mengetahui nekad kesungguhannya, baiklah saya kutip sekelumit hasil wawancara wartawan Harian Kompas dengannya, yang berjudul : “Abah Ali, menggali kembali kalender Sunda”, sebagai berikut: “Kerja itu memang bukan  merupakan kerja setengah-setengah. Jika hanya merupakan hobi yang tanpa didukung dedikasi terhadap etniknya, sangatlah boleh jadi usaha tersebut sudah kandas di tengah jalan. Apalagi berbagai kesulitan segera menghadang, karena terbatasnya bahan atau literatur tentang kalender Sunda. Untunglah, dengan dukungan banyak pihak, bahan demi bahan akhirnya berhasil dikumpulkan”.

Sekiranya almanak Aceh benar-benar terwujud, perlulah juga dicantumkan jadwal-jadwal atraksi atau kegiatan budaya dari semua kabupaten di Aceh. misalnya, kapan acara pacuan kuda di kota Takengon, Aceh Tengah, kapan pula upacara Seumeuleueng di Lamno, Aceh barat dan sebagainya. Salam tahun baru hijriyah 1417 dan ‘saleuem almanak Aceh’ saya ucapkan kepada seluruh pembaca Harian Serambi Indonesia tercinta!!!!!!!!.

TA Sakti

Banda Aceh, 12 Mei 1996.

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “Kalender Aceh Perlu Dicetak!

  1. kira-kira pajan teuma na lom roh pak kalender nyan, hawa sang takalon lom jinoe…

  2. prehh dicetakk hana meujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s