Surat UU.Hamidy ( 4 ) – Penulis 57 buku tentang Kebudayaan Melayu Riau

Bung  T.A. Sakti, yang punya denyut hidup.

Saya gembira sekali setelah menerima surat Bung, yang memberitahukan bahwa Anda

dewasa ini telah bermukim di Aceh. Betapa tidak demikian, sebab dalam diri Bung saya melihat bayangan, betapa suatu semangat yang Islamik bersinar terus dalam dada anda. Sinar itu merupakan berbagai pancaran semangat, yang satu di antaranya adalah suatu kerinduan terhadap beberapa  yang  bernas dalam masa silam – suatu rekaan budaya para perancang masa silam yang punya kehalusan pandangan batin.  Anda seakan pernah mendengar ucapan Amir Hamzah – budak Melayu dari tanah Langkat itu – dalam beberapa hal yang lama tetap berharga.

Kehadiran Anda Bung Sakti, semoga menjadi sesuatu penampilan gerak hidup. Sebab kata Moh   Iqbal  ” hidup berarti menampakkan diri, hidup  ialah kemauan untuk membuktikan diri ada”  Dan satu diantara bukti diri itu  ada  ialah ujudnya karya seseorang.  Karya itulah bukti kehadiran orang di muka bumi ini. Sebab itu Islam hampir tak mungkin menerima seorang muslim tanpa karya.

Saya seakan melihat  semangat saya juga mengalir dalam diri Anda, bagaikan Nasser melihat semangat jiwanya dalam tubuh Moamar Khaddapi. Betapa tidak, Anda dan saya sama-sama punya kerinduan kepada tradisi Islamik yang pernah dilarutkan oleh para ulama, pengarang dan pemikir Islam masa silam. Saya rasanya telah mencoba membuat beberapa tempat bertumpu bagi kelanjutan kajian Islam dan budaya dalam masyarakat Aceh, yang hasil-hasilnya bisa menjadi kilat cermin bagi kehidupan hari ini, terutama rakyat Aceh khasnya, dan kaum muslimin umumnya. Untuk mendorong kajian Islamik bagi masyarakat Aceh saya telah menulis:

  1. Anzib Lamnyong : Gudang Sastra Aceh, diterbitkan oleh Pusat Latihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial,  Aceh, Darussalam 1974.
  2. Peranan Cerita Rakyat dalam Masyarakat Aceh, dimuat dalam kitab Segi Segi Sosial Masyarakat Aceh, Alfian ( ed ) LP3ES, Jakarta 1977.
  3. Islamisasi dalam Hikayat Aceh, kertas saya untuk Seminar Aceh, dalam Seminar+Kongres HIPIS  I, Oktober 1975 di Bukit tinggi.
  4. Kebijaksanaan Mempergunakan  Hikayat dalam Masuknya Islam di Aceh, makalah untuk Seminar Masuknya Islam di Aceh dan Nusantara, di Perlak Aceh Timur ( Pebruari ? ) 1982, yang kemudian dibukukan dengan judul  Masuknya  Islam di Aceh dan Nusantara, dengan A.Hasjmy (ed) terbitan AL Maarif, Bandung 1985.

Saya ingin sekali tumbuh suatu semangat dalam kalangan putra-putra Aceh yang  telah berpendidikan tinggi, agar menjadikan kajian Aceh dan Agama Islam, sebagai suatu strategi dari pada da’wah Islam. Sebab strategi ini pulalah yang pada hakekatnya saya lakukan di Riau.  Dalam hal ini, Bung T.A.Sakti, niscaya akan menjadi seorang yang potensial.

Saya dalam batas-batas tertentu – kelemahan dan kekurangan saya – – insya Allah akan Anda lihat sebagai orang yang menyokong kajian itu , sebab kajian Aceh dalam pandangan saya adalah kajian yang Islamik, sehingga akan selalu condong kepada kebenaran yang lurus itu.

Tahun 1987 yang lalu, saya diundang oleh  Fak.Sastra USU untuk membawakan seminar tentang sastra Melayu. Dari kertas yang saya hidangkan, mulai timbul kembali semangat beberapa budak Melayu di Sumut untuk melakukan kajian sastra  budaya dan masyarakat Melayu di sana. Tapi, bisa saja semangat itu sepi kembali,  jika tidak ada keberanian untuk berbuat.

Saya menambah semangat Anda TA Sakti dari belahan Riau.

Cobalah tampil menampakkan diri, agar kita punya keberadaan.

Wassalam

dto

UU. Hamidy

23 – 3 – 1989

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s