Renungan Tengah Malam

Komentar Pembaca:

Renungan Tengah Malam

Pembinaan generasi muda mencakup ruang lingkup yang sangat luas. Salah satunya adalah pembinaan bakat di bidag karang mengarang. Upaya disekitar ini belum mendapat perhatian yang memadai di Aceh. Kenyataan demikian, telah merugikan generasi muda yang memiliki tunas-tunas/bakat dalam arena tulis menulis. Ini merupakan pemborosan salah satu unsur sumber daya manusia yang cukup bernilai harganya. Akibat tidak memperoleh; pembinaan, simpati, sugesti, dan pengkaderan; maka kebanyakan tunas muda itu ‘mati’ di tengah jalan, alias layu sebelum berkembang. Hanya satu-dua/segelintir dari tunas-tunas itu yang ‘kebetulan’ lolos dari rintangan-cobaan, kekejaman alam atau tantangan kehidupan. Mereka yang segelintir itu adalah pribadi-pribadi kreatif masalah daerah Aceh yang telah menulis berbagai buku pengetahuan yang  tentu  berguna bagi masyarakat kita dan umat manusia.

Sungguh amat disayangkan. Hanya segelintir dari ribuan calon penulis yang sempat muncul kepermukaan. Semoga di masa mendatang berbagai bakat generasi muda kita tidak lagi ‘mati’ berceceran. Sentuhan ‘tangan’ pihak-pihak “berkemampuan” sangatlah kita harapkan. ‘

Jam 1.30 malam, 5-9-1992

T. A. Sakti

di Banda Aceh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s