Dimana Lam ‘Alam???

Komentar Pembaca:

 

Dimana Lam ‘Alam???

Dalam rangkaian alih aksara naskah-naskah berhuruf Jawoe (Arab Melayu/Jawi), saya menjumpai kesulitan dalam menentukan nama pengarang kitab Qawa’dul Islam atau pada masa lalu lebih dikenal dengan nama “Kitab Bakeumeunan”, karena banyak perkataan ‘bakeumenan’ pada awalpasal-pasalnya. Kitab milik sendiri yang lebih ringkas dan padat serta terkesan lebih ‘muda’/modern; sama sekali tidak menyebutkan nama pengarangnya. Tetapi pada naskah pinjaman asal  Gampong Tijue, Pidie;  ternyata menyebutkan nama pengarangnya.

Menurut pembacaan saya, nama yang disebut diakhir naskah (di akhir naskah ) berbunyi Teungku Di Lam ‘Alam atau Teungku Dalam ‘Alam. Dalam di sini berarti keraton atau istana, yaitu Kuta Alam yang di Banda Aceh sekarang. Sumber keraguan adalah karena setelah tertulis Teungku hanya huruf “Dal” dan “Lam” yang ada, sehingga kalau dibaca menurut saya yang awam bahasa akan berbunyi Teungku Dal ‘Alam atau Teungu Dil ‘Alam. Maka sebagai jalan pintas sementara; saya tulislah Teungku Di Lam ‘Alam dengan anggapan huruf “Mim” sudah terhapus atau lupa di salin. Saya baca Teungku Dalam ‘Alam; mengingat di sekitar Kuta Alam, Banda Aceh pada zaman dulu pernah berdiri sebuah kerajaan, sehingga patut ada pengarang yang menggelar nama samarannya Teungku Dalam ‘Alam alias ulama Istana ‘Alam.

Beberapa keistimewaan kitab Qawaidul Islam ini, antara lain karena ia ditulis bercampur dalam tiga bahasa, yaitu Melayu, Aceh dan Arab (Banyak istilah Arab, selain berupa ayat Al-Quran dan Hadits). Keutamaan kedua adalah karena kitab ini ditulis dalam bentuk prosa (nasar), yang menurut Prof. Ali Hasjmy teramat langka. Karena pada umumnya karangan dalam bahasa Aceh dalam bentuk puisi/syair (Baca buku kebudayaan Aceh dalam Sejarah, penerbit Beuna-Jakarta, 1983 halaman 256).

Mengingat pentingnya “Qawa’idul Islam” ini bagi Sejarah Sastra Aceh, maka saya menghimbau para pembaca Hr.Serambi Indonesia untuk memberitahukan saya dimana gampong Lam ’Alam itu?. Atau pernahkah anda mendengar/membaca nama ulama Teungku Di Lam ‘Alam?. Kini dengan bantuan ahli bahasa Arab kitab “Qawa’idul Islam” telah selesai kami huruf LATIN-kan.

 

T. A. Sakti

 

 

Banda Aceh,

7 Zulqaidah 1419/18 Februari 1999.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s