Perlu Ejaan Baku Bahasa Aceh

Perlu Ejaan Resmi Bahasa Aceh

Amat menarik membaca opini saudara Rusdi MG yang berjudul ‘Realisasi Sastra dan Bahasa Aceh di Sekolah-sekolah” (Serambi Minggu, 30 Maret 1997 rubrik “Budaya”). Pada dasarnya, saya sependapat dengan semua gagasan yang terungkap dalam artikel itu. Tinggal lagi, siapakah yang  seharusnya memikul tanggungjawab mengwujudkan ke alam nyata semua gagasan itu.

Kurikulum 1994 telah memberi porsi 20% dari keseluruhan kurikulum pendidikan di negara kita untuk Muatan Lokal (Mulok). Cakupan muatan lokal ini memang luas, salah satunya adalah masalah pengajaran bahasa dan sastra Aceh di sekolah-sekolah. Hambatan-hambatan untuk mengsukseskan pengajaran bahasa dan sastra Aceh juga cukup banyak, seperti ketiadaan dana penerbitan buku, ketiadaan guru berprofesi bahasa Aceh, dan belum adanya ejaan resmi buat menulis dan membaca bahasa Aceh.

Sebenarnya, bagi daerah Aceh yang memiliki tiga keistimewaan yaitu agama,  pendidikan dan adat-istiadatnya; semestinya hambatan-hambatan tersebut di atas sudah selesai teratasi. Mudah-mudahan kendala ini tidak berlanjut terus-menerus. Dalam hal ini, kita mengharapkan Pemda Aceh mau menetapkan pedoman resmi ejaan bahasa Aceh. Apakah hendak meneruskan ejaan bahasa Aceh versi Snouck Hurgronye yang disetai beraneka ragam tanda baca, atau versi “Serambi Indonesia” yang praktis dan necis!!. Terseraaahhh…….!!!

T.A. Sakti

Banda Aceh, Rabu, 24 Beurapet 1417

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s