Sebagian Tulisan Saya di Media-massa

Lampiran

SEBAGIAN TULISAN SAYA YANG PERNAH DIMUAT DALAM MEDIA-MASSA

Penjelasan:

  1. Nama-nama samaran  yang pernah saya pakai sejak mulai menulis di media massa, yaitu: – El Kandy Bucue. –  Nuga Lantui.–  Awak Tunong,- T. A. Soelaihu Bucue.
  2. – T. Abdullah Soelaihu Bucue. – T. A. Sakti Bucue., dan – T. A. Sakti.
  1. Media-massa yang pernah memuat “karangan” saya, yaitu: Hr. Waspada (Wsp), Medan,  – Hr. Merdeka (Mdk) – Jakarta, – Hr. Kedaulatan Rakyat (KR) – Yogyakarta, Sk. Peristiwa (PR), – Banda Aceh, majalah Santunan Kanwil Depag Aceh, Gema Ar-Raniry IAIN Banda Aceh, Bulletin PEUNAWA,  Fekon Unsyiah, KERN,  FT Unsyiah.
  1. Materi/isi tulisan-tulisan saya antara lain mengenai:( 1)  Kebudayaan Aceh,(  2) Dongeng Aceh Atau “Cerita Rakyat Aceh”.

Uraian:

  1. Tulisan yang berkaitan dengan “Kebudayaan Aceh” antara lain berjudul:
    1. Fungsi Ranub Dalam Tradisi Dan Adat-Istiadat Aceh … (Wsp).
    2. Di Bulan Ramadhan:

Wot ie Bu, Suatu Tradisi di Aceh… (Wsp).

  1. Seudati, Lambang Keperkasaan Orang Aceh … (Mdk)
  2. Tari Ranub Lampuan, Lambang Keramahan Wanita… (Mdk)
  3. Khanduri Bulukat.                 (dalam tradisi Aceh)   … (Mdk)
  4. Membaca Dalail Khairat, Suatu Tradisi di Aceh… Dalail Khairat = Dala-E. (Mdk).
  5. Uroe Makmeugang, Suatu Tradisi di Aceh… (Mdk).
  6. Jak Bak Tuwan, Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh…  (Mdk).
  7. Bila Khatam al-Quran di Bulan Ramadhan:

Khanduri Tamad Daroih, Mentradisi di Aceh…. (Mdk).

10.  Mengapa Aceh Disebut Daerah Istimewa?. (Bagi pengetahuan kafilah MTQN) ke 12 di Banda Aceh) … (Wsp).

11.  Bagi pengetahuan kafilah MTQN ke-12 asal luar daerah:

Sedikit Tentang “Museum” Aceh. … (Wsp).

12.  Sepucuk Surat dari Syiah Kuala. … (membahas tentang suatu aliran “sesat” yang dianut masyarakat Aceh sebelum Syekh Abdurrauf berada di Aceh. … (Santunan). Kisah ini dimuat dalam “Kitab Jawoe” tulisan tangan yang masih utuh tersimpan di rumah saya. Kapan ditulis (?).

13.  Ikrar Baiturrahman. (Kebulatan tekad masyarakat Aceh untuk mempertahankan gelar “Serambi Mekkah” bagi daerahnya). Diucapkan dihadapan Ketua Majelis ulama Indonesia –HAMKA, bertempat di Mesjid Raya Baiturrahman- Banda Aceh, pada tanggal 12 Maret 1980. … (Gema ar-Raniry).

14.  Mengapa Wasiat Haji Agussalim Dilupakan?. (Tentang kepunahan pemakaian huruf Jawoe/Jawi/Arab Melayu) … (Santunan).

15.  Mencari Jejak Langkah Haji Agussalim. (sama dengan di atas/sda).

16.  Bila bulan Rajab tiba:

Khanduri Apam, Masih Mentradisi di Aceh. … (Wsp).

Karangan yang mengisahkan dongeng Aceh atau Cerita Rakyat Aceh(hampir semua bersumber Hikayat Aceh Kisason Hiyawan) antara lain berjudul:

  1. Pungguk Yang Malang. (mengisahkan tentang pungguk (Jampok) yang usil. mengejek kebodohan  kera.
  2. Pahlawan Cilik dari Tangse. (Tentang kemujuran nasib dua anak kecil kakak-kakak-beradik, yang ditinggalkan kedua orang tuanya di gubuk Rangkang/Jambo pade. Sementara ibu-bapa mereka pergi ke ladang. Seekor harimau besar datang, mengintip kedua anak itu di bawah Rangkang Tanpa bermaksud membunuh harimau, anak yang lebih tua menuangkan labu rebus (boh labu tanoh seu uem teureuboih) ke dalam mulut harimau yang menganga sambil mendongak ke atas hendak menerkam kedua anak tersebut. Akhirnya, harimau besar itu pun mampus. … (Wsp).
  1. Hakim Gandungan. (Mengisahkan pertengkaran antara burung/ticem Tit Lantahit dengan Ticempala Ekbam yang memperebutkan sarang. Mereka minta diadili/dihakimkan (diri) pada seekor kucing petapa (Teungku Syiah). Akibatnya, penggugat dan tergugat sama-sama menjadi santapan empuk “Teungku Syiah” cerdik itu.
  2. Niat Haji Memeluk  Gunung. (Kisah Sitty Rakus yang berperangai rakus (jumoh, raya napsu) dan ia berasal dari tikus. Bermula dari seorang ‘alim: Teungku Syiah yang sangat mendambakan hadirnya seorang anak. Atas kemujaraban do’a beliau, maka seekor anak tikus dapat menjelma jadi seorang bayi yang cantik-mungil. Sesudah besar anak tersebut, yaitu Sitty Rakus berangan-angan kawin dengan makhluk Tuhan yang paling berkuasa/kuat di dunia. Capek Teungku Syiah Kuala mendatangkan bulan, matahari, awan, angin, gunung; dan ternyata yang paling kuat hanyalah tikus. Akhirnya, Sitty Rakus dimohonkan pada Tuhan oleh Teungku Syiah Kuala menjadi TIKUS kembali. … (Wsp).
  3. Menepuk Air di Dulang. (mengisahkan kesetiaan yang konyol antara seekor lembu dengan seekor keledai milik Teungku Malem). Keledai yang goblok mengajar lembu tentang suatu muslihat, supaya si lembu tidak dipakai membajak di sawah setiap hari oleh jongos/khadam Teungku Malem. Akibatnya, akal licik itu menjera sang KELEDAI sendiri. .. (wsp).
  4. Putera Mahkota. (Kisah seorang raja yang mempunyai anak 3 orang laki-laki dan seorang wanita. Sang putri bernama putroe Laila Kandy. Mereka memilih pekerjaan sesuai bakat masing-masing. Anak tertua menjadi prajurit sejati dari suatu kerajaan Antah Berantah. Anak yang tengah menjadi  pegawai/birokrat terpandang di sebuah negeri, sedangkan yang bungsu berprofesi petani cengkeh  yang kaya raya. Ketika mendengar berita bahwa ayahanda mereka Sultan Khalifatul Adil sedang sakit berat, ketiga anak bertuah itu berlomba-lomba pulang dengan berbekal: durian ajaib, kuda sang kilat, dan cermin tembus pandang. Satu orang memiliki hanya satu keajaiban tersebut di atas.  Dalam perjalanan pulang, ketiga calon raja itu bertemu di suatu pertigaan jalan. Kisah berakhir dengan teka-teki siapakah yang berhak menjadi Putera Mahkota pengganti raja yang sudah pikun itu (?). … (Wsp).
  5. Nasib Desa Terpencil. (Kisah rekaan mengenai keadaan desa saya sendiri) … (Wsp).

Karangan khusus dan cerpen “edukatif” sehubungan meninggalnya Gubernur Aceh.

  1. Almarhum Prof. A. Madjid Ibrahim Keturunan Ulama. (Laporan hasil liputan saya yang dimuat Harian Waspada 3 hari berturut-turut).
  2. Cerpen yang judulnya  MA. (Introspeksi diri/renungan seorang mahasiswa abadi di hari ketibaan jenazah alm. Prof. A. Madjid Ibrahim di Banda Aceh dari Jakarta. Bertitik-tolak/bersempena hari penguburan almarhum yang semasa hidup beliau banyak berjasa pada Unsyiah; maka sang mahasiswa abadi itu mulai menyusun tekad untuk “mempersetankan” gelar mahasiswa abadi yang menjeratnya selama ini. Ia bertekad belajar giat, supaya cepat mendapat gelar yang baru, yaitu SARJANA. … (Peunawa).

Mungkin masih ada beberapa judul lagi, naskah karangan  saya yang ada sangkut pautnya dengan ACEH serta kebudayaan masyarakatnya. Namun sayang, judul atau materi bahasannya tidak saya ingat lagi. Maklum saja, mungkin tulisan itu sudah terangkai pada tahun 1979 atau 1981 dan seterusnya; sedangkan hampir kesemua arsipnya tidak terbawa ke Yogyakarta, tapi  tertinggal di Aceh. Hanya arsip tunggal yang turut terlampir menyertai senarai ini yang ikut terbawa ke kota pendidikan dan budaya; Yogyakarta yang tercinta.

Yogyakarta, 13 Rabiul Akhir 1408 H

5 Desember 1987 M

Yang membuat catatan karang-mengarang:

T. A. Sakti

Alias Drs. T. Abdullah Sulaiman BcHk.

Jln. Sunaryo No. 2, Kotabaru, Yogyakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s