Surat UU.Hamidy (3) – Pengarang 57 Buku Budaya Melayu Riau

Bung T.A. Sakti yang disegani, surat Anda bertanggal 12 – 6 – 1408 telah saya terima pada tanggal 17 –  6 – 1408. Mungkin saja surat Bung tidak hilang, tapi memang sampailah kepada saya. Oleh beberapa urusan kehidupan, saya mungkin lupa membalas surat itu atau lalai. Tetapi dalam ingatan yang kurang jelas, rasanya kalau saya membalas surat Bung, selalu saya sertakan karangan saya yang terbaru, atau ada sesuatu yang memang perlu saya lihat saya memberikan keterangan kepada anda. Rasanya dalam surat saya yang terakhir juga demikian, dan sekali lagi rasanya saya alamatkan kepada Fak. Sastra UGM, sebagai  alamat fakultas Anda.

Kalau Bung senang memperhatikan bagaimana  tatacara orang Melayu memelihara dan mengerjakan hutan tanah secara tradisional, maka hal itu dapat di jawab oleh kitab saya yang telah diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta, pada bulan Desember 1987, mungkin dengan mengirimkan uang 3500 rupiah kepada Balai pustaka, Jl  DR Wahidin nomor 1 Jakarta Pusat, Anda sudah dapat memperoleh kitab Rimba Kepungan Si alang, satu buah.

Supaya Bung tidak begitu  berlebihan melihat diri saya, maka dengan ini saya beritahukan kepada Bung paling kurang ada 5 lagi yang benar-benar dapat dipandang sebagai ahli dunia Melayu di daerah Riau. Saya sendiri sebenarnya hanyalah seorang pengamat pinggiran; tapi secara kebetulan Bung  kenal, sehingga Anda melihat saya begitu baik. Oleh karena itu saya berikan kepada Anda secara berurutan 5 orang ahli tersebut:

1. Prof.Dr. Muchtar Lutfi ( sekarang Rektor Universitas Riau, Jl Pattimura 5 Pekanbaru) seorang pengamat sejarah dan budaya Melayu. Beliau telah menurunkan karyanya Sejarah Riau 1000 halaman lebih, mengulas (meniliti Rusyidiah Klab (Kaum Cendikiawan Melayu) secara sistematik.

2. Prof. Suwardi MS, ahli sejarah Riau, telah membukukan berbagai karyanya tentang keturunan Bugis dalam kerajaan Melayu, serta telah berhasil menokohkan Raja Haji Fisabilillah sebagai Pahlawan Nasional. Alamat beliau, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat, Universitas Riau, Jl Pattimura 5 Pekanbaru.

3.Drs. Muhammad Daud Kadir, Lektor Kepala Universitas Lancang Kuning. Ketua Proyek Melayunologi. Beliau adalah ahli seni budaya Melayu, dan telah membukukan pula berbagai seni budaya Melayu dalam berbagai seri Melayunologi. Amat khas beliau ini dalam musik Melayu. Alamatnya, Universitas Lancang Kuning, Km 18 Rumbai, Pekanbaru.

4. Drs. Said Mahmud Umar,Lektor Kepala Universitas Riau, pengamat khusus Sastra Melayu, Dan     telah menulis sejumlah kitab tentang hal itu. Malah pernah meneliti suku Sakai di Riau tahun 1984 dengan hasil yang amat menakjubkan. Alamatnya, Universitas Riau Jl Pattimura 5 Pekanbaru.

5.Tenas Effendi, seorang pengamat sejarah dan budaya Melayu yang amat tekun. Sejumlah ukiran bangunan ( arsitektur Melayu) dialah yang merancangnya. Berbagai pahlawan Melayu telah ditulisnya dengan amat mencengangkan ramai. Alamat beliau ialah Rumah Adat Riau, jalan Dipenogoro 105 Pekanbaru.

Saya yakin kelima ahli tersebut akan sangat besar artinya bagi Bung, sehingga kehausan anda terhadap dunia Melayu akan terjawab dengan seksama. Mereka itu benar-benar dapat menjadi guru ( bahkan guru besar ) bagi Anda. Saya yakin pula mereka akan memberikan perhatian kepada Bung.

Dengan demikian Bung akan memperoleh sejumlah kitab-kitab penting dari mereka, jika Bung berhasil mendekati mereka. Kirimkanlah surat kepada mereka dengan segera. Dan tidak ada salahnya jika kopi surat tersebut Bung berikan juga kepada saya, sekadar saya tahu langkah-langkah yang telah Bung lakukan.

Sekedar untuk menghibur Anda, dengan ini saya kirimkan satu kitab kecil yang kurang begitu baik dicetak oleh Bumi Pustaka. Agaknya sebagai satu butir debu budaya Melayu ada artinya kepada Bung. (kemudian saya beri tahukan kepada Bung, bahwa di Malaysia telah terbit kitab TRADISI JOHOR RIAU oleh Dewan Bahasa danPustaka. Dalam kitab itu ada tulisan saya, diantara 18 tulisan. Jika kebetulan ada hubunganpesanlah. Saya sendiri tidak memiliki kitab itu, hanya menerima honor dari DBP.). selanjutnya di Pekanbaru akan terbit insya Allah 2 kitab saya :

-Sikap dan Pandangan Hidup Ulama di Riau, oleh UIR Press

-Sastra Islam di Rantau Kuantan, Riau, Oleh Patung Sekaki.

Mengenai surat kabar WARTA KARYA, Bung bisa berkirim surat kepada Penanggung jawab surat kabar itu yaitu Drs. RUSKIN HAR, pegawai Walikota Kotamadya Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru.Dia juga seorang budayawan yang handal, sehingga Bung juga akan banyak memperoleh bahan dari dia.

Bung TA Sakti, begitulah sejumlah keterangan dan bahan yang dapat saya berikan. Dengan saya berikan 5 nama para ahli itu, Bung akan dapat lebih dalam memperoleh uap dan air budaya Melayu, sehingga ketergantungan Bung kepada saya akan bisa dikurangi begitu rupa. Selamat berhubungan dengan mereka, semoga sukses.

Wassalam

UU.Hamidy

NB: Saya terima di Yogyakarta hari Selasa +- jam 11.00 wib,  20-6-1408/ 9-2-1988

(Catatan:  Ke 6 ahli dunia Melayu tersebut di atas tidak seorang pun sempat saya hubungi. Karena sekitar 32 bulan  sebelum surat itu saya terima, keadaan saya sudah menjadi sebagai orang sakit-sakitan akibat kecelakaan jalanraya tanggal 25 Ramadhan 1405/ 15 Juni 1985 sepulang dari tugas Kuliah Kerja Nyata(KKN) di sebuah desa di pedalaman Jawa Tengah. Hanya saja perihal saya tidak diketahui Bapak UU.Hamidy, sehingga beliau tetap

“memompa” semangat/pikiran  saya dengan menambah 6 orang pakar dunia Melayu lagi. Surat pemberitahuan musibah itu memang pernah saya kirimkan sekeluar saya dari Rumah Sakit, tetapi hilang dalam pengirimannya. Ini mungkin akibat Bapak UU.Hamidy pernah pindah alamat. Kecelakaan lalulintas itu nyaris menyebabkan skripsi saya tentang tokoh Riau “Tengku Sulung” tidak selesai, sebab setiap berpikir dan mengetik kaki kanan saya yang patah menjadi bengkak. Kalau dulu, sebuah artikel 6 halaman dapat selesai dalam sekali ‘duduk’, setelah musibah setiap selesai satu halaman, saya harus istirahat dulu – dan harus mengosongkan pikiran/melupakan kegiatan itu – barulah kemudian bisa menulis lagi. Namun  Alhamdulillah; skripsi itu selesai juga akhirnya, sehingga saya menjadi seorang peserta yang diundang ke Seminar Nasional Tengku Sulung di Tembilahan, Riau pada 23 s/d 25 Juli 1999. Baru ketika itulah Bapak UU.Hamidy mengetahui perihal saya terkena musibah, karena sebelum ke Tembilahan terlebih dulu saya berkunjung ke rumah  beliau di Pekanbaru. Pada acara seminar “Tengku Sulung’ itulah saya bertemu dengan  Prof. Drs. Suwardi,MS, seorang ahli dunia Melayu seperti yang disarankan/tersebut  dalam surat di atas. Beliau adalah Ketua Panitia Seminar Nasional Panglima Besar Tengku Sulung, sehingga saya sering menjumpai beliau untuk berbagai keperluan.Hubungan baik saya dengan Prof. Drs. Suwardi, MS masih terjalin hingga hari ini. Sepulang dari Tembilahan, Riau; saya segera menyurati Bapak UU.Hamidy kembali, menghimbau beliau agar tidak mengurangi mutu surat beliau lantaran saya sudah menjadi orang sakit-sakitan. Ternyata beliau tanggap dengan permohonan saya. Surat-surat Bapak UU.Hamidy tetap penuh makna bagi saya. Setelah menetap di Aceh,disamping mengajar, menulis artikel budaya kecil-kecilan,fokus kegiatan sampingan saya adalah melakukan transliterasi/alih aksara naskah lama sastra Aceh dari huruf Jawi/Arab Melayu ke aksara Latin. Sampai saat ini sudah 32 judul atau 6700 halaman lebih aksara Latin selesai saya kerjakan. Namun amat sedikit yang sudah dicetak/diterbitkan. Kegiatan alih aksara,  hampir sama sekali tidak membutuhkan pikiran, dan itulah jalur “pelarian”  yang  saya tempuh  hingga  sekarang!.  Dalam kegiatan ini, surat-surat Bapak UU.Hamidy terus ‘berkibar-kibar’ di batin saya!. Banda Aceh, Senin,  7 Syakban 1431 H/ 19 Juli 2010 M, PUKUL 8.14 pagi Wib.,  T.A. Sakti).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s