RIWAYAT KEGIATAN SASTRA ACEH

Riwayat Kegiatan Sastra Aceh yang Saya lakukan:

  1. A. Karya Sendiri
  2. Nazam dan Syair Aceh di media-massa
    1. Taga Pekan Kebudayaan Aceh 3 (Majalah Puan, No 17, Juni 1988)
    2. Pariwisata Aceh Peutimang Beugot (Haba Bak Rangkang, Hr. Serambi Indonesia, Rabu, 9 Desember 1992 hlm.7)
    3. Tuntut Eleumee Akhirat-Donya (Haba Bak Rangkang, Hr. Serambi Indonesia, Rabu, 21 Juli 1993 hlm7)
    4. Cinta Keu Nanggroe Termasuk Iman (Majalah Puan, No. 40, November 1994/Ranub Sigapu)
    5. Cinta Keu Nanggroe Termasuk Iman (Majalah Puan, No. 41, Maret 1995/Ranub Sigapu)
    6. Lingkongan Udep Wajeb Tajaga (Majalah Puan, No.48/Oktober 1997/Ranub Sigapu)
    7. Lingkongan Udep Wajeb Tajaga (Majalah Puan, No.49/Maret 1998/Ranub Sigapu)
    8. Disiplin Nasional (Majalah SANTUNAN, No. 229, April 1997, Tahun XXII)
    9. Seumangat Indonesia (Majalah SANTUNAN, No. 232, Oktober 1997, Tahun XXII)

10.  Musem Khueng (Majalah SANTUNAN, No. 232, Mei 1998, Tahun XXII)

11.  Hansep Beulanja (Majalah SANTUNAN, No. 240, Juli 1998, Tahun XXII)

12.  Teungku Seumeubeuet “Gaji” Beutabri (Majalah SANTUNAN, No. 221, November 1995-Maret 1996, Tahun XX)

13.  Syako-Syako (Gema Ar-Raniry No. 60, Juli-Agustus 1985)

  • Syair ini saya bacakan sewaktu menyambut tour mahasiswa IAIN Ar-Raniry ke Yogyakarta, 26 Januari 1985, di Bale Gadeng.

14.  Kru Seumangat … (Buletin “Peunawa”, edisi 4-5, 1980,   diterbitkan Senat Mahasiswa Fekon Unsyiah).

  • Syair ini menyambut kehadiran Fakultas Kedokteran, Unsyiah tahun 1980.
  1. Buku Hikayat Yang Telah Diterbitkan
    1. Hikayat Lingkongan Udep Wajeb Tajaga, 21 halaman tahun 1999
    2. Hikayat Wajeb Tasayang Binatang Langka, 36 halaman tahun 2001
    3. Hikayat Binatang Ubit Kadit Lam Donya, 23 halaman tahun 2001
  1. B. Karya Saduran
  2. Menyadur beberapa cerita dari Hikayat Kisason  Hiyawan/Hikayat Nasruwan Ade menjadi cerita anak-anak bahasa Indonesia, yang kemudian dimuat dalam Suratkabar. Cerita dimaksud adalah:

1)      Hakim  Gadungan (Hr. Waspada, Sabtu, 21 Februari 1981).

2)      Jampok dan Sekawan Kera (Hr. Serambi Indonesia, Minggu, 7 Maret 1993 halaman 7)

3)      Burung Dendang Curi Selendang (Hr. Serambi Indonesia, Minggu, 19 Juni 1994 halaman 7)

4)      Pawang Rusa (Hr. Serambi Indonesia, Minggu, 19 November 1995)

5)      Furuwan, Si Kancil Diplomat (Hr. Serambi Indonesia, Minggu, 29 Oktober 1995 halaman 6)

6)      Raja Katak dan Ular Tapa (Hr. Serambi Indonesia, 1995)

7)      Pahlawan Cilik dari Tangse, dimuat dalam Hr. Waspada, Medan. Tahun 1981  (arsip hilang)

8)      Niat Hati Memeluk Gunung, dimuat dalam Hr. Waspad, 1981 (arsip hilang)

9)      Menepuk Air Didulang, dimuat dalam Hr. Waspada. 1981(arsip hilang)

  1. Beberapa Sub Judul dalam buku; “Sastra Untuk Madrasah Dasar” Proyek Pengembangan MPD, belum diterbitkan, 2002.(anggota Tim).
  1. C. Karya Terjemahan
  2. Tahun 1999, atas bantuan dana dari World Bank Perwakilan Jakarta, menterjemahkan beberapa hikayat ke dalam bahasa Indonesia, yang semula berbahasa Aceh. Hikayat-hikayat yang diterjemahkan itu ialah:

1)      Hikayat Aulia Tujoh

2)      Hikayat Nabi Yusuf

3)      Hikayat Akhbarul Karim

4)      Hikayat Meudeuhak

  1. Pernah menjadi Ketua/Anggota Tim pengkajian naskah kuno yang didanai Depdikbud Jakarta dan Balai kajian Sejarah dan Nilai Tradisional (BKSNT), Banda Aceh. Naskah-naskah yang telah dikaji ialah:

1)      Hikayat Nasruwan Ade (anggota, telah diterbitkan oleh Depdikbud, Jakarta tahun 1996/1997)

2)      Nadlam Akhbarul Hakim (Ketua, telah diterbitkan oleh BKSNT, Banda Aceh, 1997)

3)      Hikayat Muda Balia (Ketua, 1997, belum diterbitkan oleh BKSNT, Banda Aceh). Noot: telah diterbitkan tahun 2006.

4)      Tambeh Tujoh (Mandiri,. 1998, belum diterbitkan oleh BKSNT, Banda Aceh).Noot: telah diterbitkan tahun 2007.

5)      Sebagai pemakalah pada Seminar  Sehari di Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional (BKSNT), Banda Aceh tanggal 20 Juni 1996 dengan judul makalah “Beberapa Nilai Tradisional dalam Hikayat (Suatu Tinjauan terhadap Isi  Hikyat Nasruwan Ade), sebagai Ketua Tim

  1. D. Karya Alih Aksara
  2. Transliterasi dari huruf Arab Melayu/Jawi/Jawoe  ke aksara Latin.

1)      Hikayat Meudeuhak                                 = 434 halaman, tahun 1992

2)      Hikayat Banta Keumari                            = 650 halaman, tahun 1993

3)      Hikayat Tajussalatin                                  = 420 halaman, tahun 1994

4)      Hikayat Aulia Tujoh                                 = 54 halaman, tahun 1993

5)      Hikayat Kisason hiyawan/

Hikayat Nasruwan Ade                            = 176 halaman, tahun 1993

6)      Hikayat Gomtala Syah                              = 548 halaman, tahun 1995

7)      Hikayat Keumala Indra                            = 593 halaman, tahun 1995

8)      Hikayat Nabi Yusuf                                  = 281 halaman, tahun

9)      Hikayat Abu Nawah                                 = 301 halaman, tahun 1993

10)  Hikayat Zulkarnaini                                  = 226 halaman, tahun 1993

11)  Hikayat Akhbarul Karim                          = 139 halaman, tahun 1992

12)  Hikayat Akhbarul Hakim                          = 81 halaman, tahun 1994

13)  Tambeh Tujoh                                           = 155 halaman, tahun

14)  Tambeh 95                                                = 623 halaman, tahun 2002

15)  Nazam Ruba’i                                           = 31 halaman, tahun 1996

16)  Nazam Nasihat                                          = 34 halaman, tahun 1996

17)  Hikayat Nabi Meucuko                             = 20 halaman, tahun 1996

18)  Hikayat Qaulur Ridwan                            = 18 halaman, tahun 1996

19)  Tambeh Tuhfatul Ikhwan                         = 204 halaman, tahun 1998

20)  Tambeh Tujoh Blah                                   = 236 halaman, tahun 2001

21)  Hikyat Banta Amat                                   = 318 halaman, tahun 2000

22)  Mikrajus Shalat                                         = 41 halaman, tahun 1999

23)  Cuplikan: Hikayat Indra Bangsawan        = 79 halaman, tahun 1994

24)  Tambeh Gohna Nan                                  = 175 halaman, tahun 2002

25)  Adat Aceh                                                            = 161 halaman, tahun 2002

26)  Tazkirah Thabaqat                         = 101 halaman, tahun 2003

Catatan: – Pentingnya alih aksara ini bagi generasi muda Aceh, karena mayoritas mereka tidak bisa lagi membaca dalam huruf Arab Melayu/aksara Jawi.

–     Sebagian kecil dari naskah di atas telah diterbitkan.

  1. Antara tahun 1992 s/d 1994 beberapa judul hikayat secara bersambung dimuat dalam Harian Serambi Indonesia, Banda Aceh. Hikayat-hikayat tersebut ialah:

1)      Hikayat Meudeuhak

2)      Hikayat Banta Keumari

3)      Hikayat Tajussalatin

4)      Hikayat Aulia Tujoh

5)      Hikayat Nasruwan Ade/Kisason  Hiyawan

6)      Hikayat Abu Nawah

7)      Hikayat Zulkarnaini

Catatan: Tiap hari dimuat 5 halaman

  1. Mencetak beberapa naskah yang telah dialih aksara ke huruf Latin. Ongkos cetak dibayar secara  cicilan setiap bulan. Hasil cetakan dititip di toko-toko buku dengan harga sekedar mengembalikan modal. Tiap jilid tebalnya 60 halaman. Hikayat dan Nadham yang telah diterbitkan ialah:

1)      Hikayat Akhbarul Karim, jilid 1 dan 2, tahun 1997

2)      Hikayat Aulia Tujoh, tahun 1997

3)      Nadham Akhbarul Hakim, tahun 1997

4)      Hikayat Meucuko Nabi Muhammad Saw, tahun 1997

5)      Hikayat Abu Nawah, jilid 1, tahun 1998

6)      Hikayat Abu Nawah, jilid 2, tahun 2000

7)      Hikayat Kisason Hiyawan, jilid 1 & 2, thun 2001

8)      Hikayat Banta Amat, jilid 1& 2, tahun 2002

9)      Hikayat Gomtala Syah, jilid 1 & 2, tahun 2002

10)  Hikayat Abu Nawah, jilid 3, 4dan 5, tahun 2003

11)  Hikayat Indra Bangsawan, jilid 1, tahun 2003

12)  Hikayat Meudeuhak, jilid 1, tahun 2003

13)  Nazam Mikrajus Shalat, tahun 2003

Catatan: – Nomor 1 s.d 5 tiap jilid dicetak 1000 ex (seribu eksamplar), sedangkan nomor 6 s/d 16 pejilid dicetak 500 eks (lima ratus eksamplar).

–     Setiap kali selesai cetak, ± 50 eksamplar/buah dari setiap jilid, saya hadiahkan kepada teman-teman/lembaga

  1. E. Dan lain-Lain
  2. Tahun 1999, menjadi anggota Dewan Juri Lomba Membaca Hikayat Aceh, yang diadakan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional (BKSNT) Banda Aceh, dalam rangka “Gebyar Budaya Aceh ke II”.
  3. Tanggal 22 Oktober 2002, menjadi anggota Dewan Juri Lomba Mencipta/Mengarang Hikayat Aceh, yang diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,.
  4. Tahun 2001, menjadi nominasi 15 besar dari 345 usulan, dalam Lomba Lingkungan Hidup, yang diputuskan Dewan Juri KEHATI Award 2001. Dari lima macam “Kategori”,  saya terpilih sebagai “Unggulan Peraih KEHATI Award 2001”, Kategori “Citra Lestari Kehati”. Yayasan KEHATI diketuai Prof. Dr. Emil Salim, berkantor di Jakarta.

Bahan lomba yang saya kirimkan ialah: 1. Hikayat Lingkongan Udep Wajeb Tajaga, 2. Hikayat Banta Amat, 3. Hikayat Gomtala Syah, dan 4. Hikayat Kisason Hiyawan/Nasruwa Ade(Kecuali no. 1, masing-masing 5 lember sebagai contoh).

  1. Dalam upaya menggairahkan kebudayaan Aceh, kadangkala saya menulis “Surat Pembaca”, berupa tanggapan, komentar, atau himbauan/saran; yang kebanyakan dimuat dalam Harian Serambi Indonesia, Banda Aceh.2
  2. Aksara Jawi, Adakah Berperan dalam Kebudayaan Nasional?

(Hr. “Waspada”, Jum’at, 24 ktober 1980, halaman “Agama”/VI)

  1. Mengapa Wasiat Haji Agussalim Dilupakan? (Juga tentang huruf Arab Melayu/harah Jawoe; Majalah SANTUNAN, No. 50, Desember 1980).
  2. Mencari Jejak Langkah H. Agussalim;  Juga tentang huruf Arab Jawi/ Jawoe; Gema Ar-Raniry, No. 40 Tahun ke XIII/Desember,  1980).
  3. Peranan Aksara Jawi dalam Mencerdaskan Bangsa (Juga tentang harah Arab Melayu/ Jawoe; Hr. Serambi Indonesia, Jum’at, 9 Oktober 1992 halaman 4/Opini.

10.  Menggairahkan Kembali Sastra Aceh (Hr. Serambi Indonesia, Selasa, 12 Mei 1997, halaman 4/Opini).

11.  Dari Moskow Sampai ke Captown-Afrika Selatan: Mencari Akar Sastra Aceh dalam Masyarakatnya Dewasa Ini (Majalah SANTUNAN, No. 231, Agustus 1997, TahunXXII)

12.  Syeh Rih Krueng Raya dan Sastra Aceh (Majalah SANTUNAN, No. 241, Agustus 1998, Tahun XXI).

13.  Sastra Aceh, Mungkinkah Bangkit Kembali??? (Majalah SANTUNAN, No. 237, April 1998, Tahun XXII).

Catatan: Tulisan ini oleh Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) dimuat kembali dalam buku “Takdir-Takdir Fansury”, di halaman 87, Agustus 2002.

14.  Hikayat Akhbarul Karim (Alih Aksara dan Terjemah)

Diterbitkan Dinas Kebudayaan Provinsi NAD, tahun 2002 (Ketua).

Banda Aceh, 17 Agustus 2004

Pegiat Sastra Aceh,

T. A. Sakti

(Drs. Teuku Abdullah, SmHk)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s