ACEH BUKAN TANAH SUBUR BAGI SENIMAN?

Aceh Bukan Tanah Subur Bagi Seniman?

Membaca berita dan opini tentang gagalnya para seniman Aceh berangkat ke Solo memenuhi undangan, bagi saya tidaklah mengejutkan! Walaupun saya sendiri sangat “berminat” dibidang kesenian itu. Bagi saya, kurangnya perhatian untuk “mengorbitkan Aceh” dalam bidang kebudayaan ke arena nasional, bukanlah suatu kejanggalan atau kemunduran.

Keadaan ini harus diyakini sebagai kondisi yang patut, pantas dan biasa bagi daerah Aceh. Kesimpulan ini saya ambil berdasarkan pengamatan terhadap perkembangan berbagai kegaitan kesenian di Aceh, mulai pertengahan tahun 70-an. Namun, batin saya selalu bertanya-tanya tentang benar-tidaknya sebuah ungkapan, bahwa  Aceh memang bukan bumi/tanah yang subur bagi para seniman???.

T. A. Sakti

Banda Aceh

(Serambi, Jum’at,26 Mei 1995 hlm 4)

Iklan

2 pemikiran pada “ACEH BUKAN TANAH SUBUR BAGI SENIMAN?

  1. Salam,
    Seniman Allahyarham P. Ramlee sendiri berasal dari Aceh..rupanya bari saya tau lagu Ulee-lee adalah sebuah nama tempat tidak jauh dari Bandar Aceh..
    Sungguh cantik pemandangan Ulee-ulee kan..Saya pernah datang 1st time Jun 2009. Tahun ni saja sudah 2 kali ke Aceh..

    Kirimkan hadiah Al-Fatihah kpd Nenda2 almarhum di sana yea..terutama Syiekh Maulana Abdul Aziz (di Perlak) , Sultan Malikus Saleh, Sultan Iskandar Muda..juga Laksaman wanita pertama Aceh Laksamana Keumala Hayati..

    Rindu dengan Aceh..bila lagi mau ke sana yea..

    • Senimannya memang hebat; berkaliber dunia. Tapi “pupuk” bagi seniman yang kurang, sehingga para seniman merana!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s