SYEH RIH KRUENGRAYA – Penyair Hikayat Aceh Paling Terkenal

Syekh Rih Krueng Raya

Membaca rubrik profil jurkam (serambi Indonesia, Jumat 2 Mei 1997 halaman 2), yang menyebutkan Ir. H. Abdullah Puteh anggota DPR RI  Pusat dan mantan Ketua Umum KNPI asal Aceh;  cukup piawai membaca hikayat dalam kampanye-kampanyenya (untuk Golkar) di Meulaboh, Aceh Barat, mengingatkan saya kepada “hubungan intim” antara Golkar dengan Syeh Rih Kruengraya – penyair hikayat – yang baru saja berpulang kerahmatullah (Serambi, 16 April 1997 halaman 3).

Secara pasti saya belum tahu sejak kapan Syeh Rih Kruengraya sehilir-mudik dengan Golkar. Namun, pada tahun 1982 di Asrama Mahasiswa Aceh “Meurapi Dua” Jalan Sunaryo No. 2 Yogyakarta saya jumpai (membaca) sebuah hikayat tipis karangan Syeh Rih Kruengraya yang berjudul “Golongan Karya”. Hikayat yang diterbitkan tahun 1977 itu, isinya menjelaskan tentang keberhasilan Pemerintah  dalam memajukan pembangunan di Aceh.

Saya memang tidak memiliki kesemua hikayat yang pernah dikarang Syeh Rih Kruengraya, mulai yang perdana sampai yang terakhir. Judul-judul hikayat yang sempat saya koleksi hanyalah : “Kisah Nasib Aneuk Meuntui (1970)”, “Ranub Sigapu”, Aceh Seuramoe Mekkah”, “Tijoh Ie Mata (1986)”, ”Darohaka bak Poma”, “Fitnah bak Matuan (1993)”, “Tapeugot Nanggroe (Aceh Rayek)”. “Beusapeue Pakat (1996)” dan “Ie Mata dalam Gurita (Banda Aceh, 21 Juni 1996)”. Biarpun hanya sedikit dari puluhan hikayat karya Syeh Rih Kruengraya yang saya miliki, namun isi hikayat-hikayat itu jelas tercermin bahwa Syeh Rih Kruengraya (almarhum) adalah penyokong teguh dan  pendukung kuat Golkar.

Silahkan saja membaca beberapa halaman dari hikayat “Tapeugot Nanggroe (Aceh Rayek)” dan hikayat “Beusapeu Pakat”, misalnya. Pasti yang anda temukan dari bait-bait syair Aceh yang indah padanan bunyinya itu, bahwa beliau adalah pencinta kemajuan rakyat Aceh.

Demi memperlancar kemajuan Aceh, Syeh Rih Kruengraya melalui nasihat, imbauan, bahkan gurauan dalam hikayat-hikayat yang ditulis sendiri –bahkan seringkali dilantunkan oleh beliau sendiri pula- terus menerus mengajak masyarakat Aceh agar tetap bersatu, rajin bekerja, tekun belajar, hemat-cermat, dan selalu hidup rukun damai sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

Dalam memberi sokongan kepada Golkar, Syeh Rih Kruengraya adakalanya menyebutnya secara berterus-terang, dan tidak jarang pula secara kiasan atau tersirat. Pada halaman 26 hikayat “Tapeugot Naggroe (Aceh Rayek)”, Syeh Rih Kruengraya bertamsil begini:

Sikureung tujoh katroh bak janji/

Akan bupati peue na ta euntat/

Buka hai rakan hidang kanduri/

Akan bupati jak jok meuseukat/

Berdasarkan sebagian kecil bukti yang telah saya beberkan, menjadi amat jelaslah bahwa Syeh Rih Kruengraya adalah pendukung teguh  dan  penyokong setia Golkar.

Sekarang timbul pertanyaan, apakah balasan Golkar terhadap jasa-jasanya itu? Kini Syeh Rih Kruengraya telah pulang ke alam baka (kekal). Beliau sendiri memang tak menagih balas jasa. Namun, perlu diingat, bahwa Syeh Rih Kruengraya almarhum ada meninggalkan keluarga, baik istri dan dua orang anak yang belum dewasa.

Dalam hal ini, saya menyarankan dua cara yang patut dilaksanakan pihak Golkar Aceh, yaitu: 1. Sumbangan kepada keluarga yang ditinggalkan Syeh Rih Kruengraya, agar disampaikan ke rumah kontrak mereka di Dusun Sa’adah No. 111, Desa Lubuk Batee, Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar.

2. Pihak Golkar, agar sudi kiranya membeli semua hikayat  karya Syeh Rih Kruengraya yang belum terjual/bersisa di toko buku seluruh daerah Aceh. Kumpulan hikayat itu nanti disumbangkan ke berbagai perpustakaan/taman bacaan yang ada di Aceh. Tujuan sumbangan itu adalah untuk melestarikan karya hikayat Syeh Rih Kruengraya. Sementara harga  dari pembeliannya, mungkin agak membantu keluarga yang ditinggalkan almarhum Syeh Rih Kruengraya. Semoga!.

dto

T. A. Sakti

( Catatan: Baca rubrik surat pembaca Harian SERAMBI INDONESIA, Banda Aceh, Senin, 19 Mei 1997 halaman 4- T.A. Sakti,4 – 4 – 2010).

Iklan

Satu pemikiran pada “SYEH RIH KRUENGRAYA – Penyair Hikayat Aceh Paling Terkenal

  1. Alangkah bagusnya jika saya fasih berbahasa Aceh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s