“UNIVERSITAS MUJARABAT” DI INDONESIA: Lingkungan Hidup

Dari Pembaca:

“Universitas Mujarabat”

Di Indonesia

Alam Indonesia amat kaya dengan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Penggunaan flora sebagai bahan obat telah dipraktekkan rakyat Indonesia selama berabad-abad. Bahkan sampai sekarang pun – di tempat-tempat amat terpencil – pemakaian  flora atau fauna untuk pengobatan masih terus dilakukan.

Perlu diingatkan kembali, bahwa masyarakat tempo dulu tidak memandang rendah terhadap obat-obat yang bersumber tanaman atau binatang. Sikap demikian berlangsung terus sepanjang sejarah bumi Indonesia.

Barulah puluhan tahun belakangan, ke Indonesia diperkenalkan obat-obat hasil produksi pabrik farmasi yang “tanpa pamit” memperkenalkan dirinya sebagai “obat modern”. Secara angkuh pula, sang aggressor “obat modern” ini menamakan atau mencap obat-obat rakyat pribumi Indonesia sebagai “obat tradisonal”. Cap tradisional; terkenal jorok, kolot, dan tak memberi kepastian sembuh.

Alhamdulillah, kini gengsi obat tradisional mulai menanjak naik. Pemerintah Indonesia dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memberi dukungan penuh terhadap sistem pengobatan tradisional. Buktinya, di beberapa perguruan tinggi seperti  UI Jakarta, ITB, Unair Surabaya dan UGM Yogyakarta telah dibuka Pusat Penelitian Obat Tradisional (baca: Harian Kompas, 27 September 1993 hlm. 17).

Sikap positif pemerintah terhadap obat tradisional amatlah bijaksana. Sebelum terlambat, kiranya perlu diperbanyak himbauan kepada masyarakat agar melestarikan tanaman-tanaman obat yang berada di tempat mereka masing-masing. Begitu pula, patut diajak masyarakat di berbagai daerah untuk menyelamatkan naskah-naskah Kitab atau buku tentang pengobatan tradisional.

Di daerah Aceh, kitab obat tradisional bernama “Tajul Muluk” (Lidah orang Aceh mengucapkannya Tajon Mulok). Kitab ini ada yang ditulis tangan dalam bahasa Melayu berhuruf Arab Jawi. Terdapat pula yang sudah dicetak di Qahirah (Cairo – Mesir) pada tahun 1938. Kitab Tajul Muluk disusun oleh Haji Ismail Aceh pada tahun 1226 H atas anjuran Sultan Aceh yang berkuasa saat itu.

Dalam rangka mempercepat proses penelitian secara medis atau ujian klinis terhadap obat-obat tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia, alangkah baiknya jika di Indonesia juga dibangun sebuah Universitas obat tradisional (yang buat sementara saya namakan Universitas Mujarabat). Universitas ini secara khusus mengelola pola ilmiah pokok tentang pengobatan tradisional. Selanjutnya, penelitian obat tradisional yang terdapat di berbagai Fakultas Kedokteran di Indonesia terus dikembangkan. Mudah-mudahan “Universitas Obat Tradisional” benar-benar terwujud di Indonesia. Semoga !.

dto

(T. A. Sakti)

25 Mei 1996 –  Saya kirim ke Majalah GATRA, Jakarta. TA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s