MIR’ATUT TULLAB, KARYA TERBESAR SYIAH KUALA

Mir’atut Tullab, Karya Terbesar Syiah Kuala

Oleh : T.A. Sakti

Syekh Abdurrauf alias Teungku Syiah Kuala adalah Qadli Malikul Adil Kerajaan Aceh Darussalam pada masa berkuasanya empat orang Sultan perempuan di Aceh. Yakni, (1) Sulthanah Tajul ‘Alam Shafiatuddin Syah(1050-1086 H/1641-1675 M), dan kitab Mir’Atut Tullab ditulis Teungku Syiah Kuala atas anjuran dan sponsor Ratu Aceh ini; (2)  Nurul Alam Naqiatuddin Syah(1086-1088 H/1675-1678 M); (3)  Zaqiatuddin Inayat Syah (1088-1098 H/1678-1688 M); dan (4) Sulthanah Kamalat Syah (1098-1109 H/1688-1699 M). Raja perempuan Aceh yang terakhir ini turun dari singgasana, karena pemberontakan yang meletus beberapa tahun setelah Syiah Kuala wafat .

Karya tulis Syekh Abdurrauf cukup banyak. Diantaranya yang paling terkenal adalah Mir’atut Tullab. Kitab ini khusus ditulis bagi rujukan utama para Kadli (hakim) di seluruh Aceh.  Judul lengkapnya  ialah:”Mir’atut Tullab fi Tashil Ma’rifat Ahkam assyar’iyah lil Malikul Wahhab”(artinya: Cermin Bagi Mereka yang Menuntut Ilmu Fiqih pada Memudahkan Mengenal Segala Hukum Syarak Allah). Karena penting dan dianggap hebat itulah, maka Mir’atut Tullab –lah yang pertamakali diperkenalkan kembali kepada masyarakat oleh pimpinan Universitas Syiah Kuala 37 tahun lalu(1971).

Mengawali  kata pengantarnya; Rektor Universitas Syiah Kuala saat itu, Prof.A.Madjid Ibrahim menyebutkan ( perubahan ke  EYD oleh penulis):”Dalam rangka perayaan Dies Natalis X Univesitas Syiah Kuala, kami menganggap perlu untuk memulai memperkenalkan kepada masyarakat dan kepada lingkungan sendiri; hasil-hasil karya Ulama Besar Syekh Abdurrauf, atau yang lebih terkenal dengan nama Teungku Syiah Kuala, yang namanya telah dipakai oleh Universitas kami, untuk memperoleh sempena dari kebesarannya”. Pada bagian lanjutannya, Prof.A.Madjid Ibrahim mengatakan, bahwa mengingat sudah langkanya karya-karya Syekh Abdurrauf itu; maka:”Universitas Syiah Kuala secara berangsur-angsur berusaha mengreprodusir hasil-hasil karya beliau untuk disebarluaskan kepada masyarakat”.

Selanjutnya, sang Rektor  juga berujar:”Usaha ini akan dilanjutkan sedikit demi sedikit dengan hasil-hasil karya penulis lainnya, yang dapat dikumpulkan dari kalangan masyarakat, dayah-dayah dan sumber-sumber lainnya, dalam rangka pembinaan sebuah perpustakaan tentang Sejarah Aceh pada Universitas Syiah Kuala, dan akan disebarluaskan juga kepada pusat-pusat pengkajian sejarah dalam lingkungan pelbagai Universitas, dan para peminat sejarah lainnya”. Sayangnya, gagasan Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof.A.Madjid Ibrahim itu  “disepelekan” oleh Rektor-Rektor Universitas Syiah Kuala sesudahnya. Bahkan, kitab Mir’Atut Tullab yang telah direprodusirnya terus terbengkalai; tak ada yang peduli lagi.

Sebagai warga kampus Universitas Syiah Kuala yang berminat tentang manuskrip Aceh, saya pernah berupaya meneruskan gagasan Prof.A.Madjid Ibrahim; walaupun dalam skala amat kecil. Tanpa ada yang menyuruh dan pendorong; saya coba menyalin naskah Mir’Atut Tullab dari huruf aslinya Arab Jawoe ke aksara Latin. Diperkirakan naskah setebal 649 halaman – saya kira  lebih 1000 halaman dalam huruf Latin — itu bisa selesai menjelang Ultah Universitas Syiah Kuala ke 50 tahun(Setengah Abad Universitas Syiah Kuala – 2 September 2011 M -). Begitulah; berbekal komputer tua hadiah seorang teman dosen Universitas Syiah Kuala;  pada awal April 2008 saya mulailah kerja transliterasi(alih aksara). Kegiatan itu saya lakukan tanpa terjadwal dan amat santai. Namun, pada awal Juni 2008 naskah Mir’Atut Tullab itu  telah selesai saya salin sampai halaman 49, sedang  hasilnya dalam huruf Latin sudah 80  halaman lebih . Tetapi apa hendak dikata; pada pertengahan Juni 2008, harddisk dan ram dari komputer saya rusak. Tukang service  komputer mengatakan, bahwa semua rekaman  tertulis saya dalam komputer  hilang- terhapus.  Sejak naas itu; berhentilah angan-angan  saya menyalin hingga  tuntas  ke huruf Latin kitab Mir’Atut Tullab; karya terbesar dari Syekh Abdurrauf- Syiah Kuala.(T.A.Sakti).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s