MESJID RAYA BAITURRAHMAN

MESJID RAYA BAITURRAHMAN

Oleh : T.A. Sakti

Mesjid Raya Baiturrahman telah dibangun sejak masa pemerintahan Sulthan Mahmud Syah tahun 665 H(1292 M). Fisik bangunan pada masa itu juga telah mengenal semen ala kuno. Semen dibikin dari campuran tanah liat warna merah dengan telur ayam. Daya tahannya juga dapat menjangkau ratusan tahun. Semen jenis ini masih kita jumpai pada mesjid-mesjid tua yang ada di Aceh. Begitulah dengan Mesjid Raya Baiturrahman, ia juga dibangun dari bahan semen jenis tersebut. Semen itu hana hanya untuk lantainya saja, sedangkan tiang-tiang dan dindingnya terdiri dari kayu pilihan. Pada pemerintahan Sulthan Iskandar Muda  (1607-1637),mesjid ini diperluas lagi hingga merupakan mesjid terindah di Asia tenggara saat itu. Dimasa itu disamping Mesjid Raya Baiturrahman sebagai mesjid kerajaan, masih ada sebuah mesjid lagi di dalam pagar Istana Daruddunnya. Mesjid istana ini bernama mesjid Baiturrahim. Nama dari mesjid Baiturrahim ini sekarang telah di jadikan Nama dari mesjid Baiturrahim di Istana Merdeka Jakarta. Pemberian nama mesjid Istana Negara dengan nama Mesjid Baiturrahim di Banda Aceh adalah sebagai tempat mengenang kembali salah satu dari kerajaan-kerajaan besar di negara ini yang telah sanggup mengatasi pergolakan-pergolakan internasional di masa itu. Usul ini di ajukan oleh bapak A. Hasmy selaku Gubernur Aceh kepada presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno.

Usul tersebut diterima oleh presiden Soekarno, maka kekallah Mesjid Baiturrahim sebagai Mesjid istana Negara hingga dewasa ini, demikian antara lain isi ceramah Maghrib dari seorang ulama Aceh; Said Sulaiman di Mesjid Raya Banda Aceh hari jum’at tanggal 22 mei 1981.

Mesjid Baiturrahman adalah mesjid jami’, di mana pada saat-saat tertentu Sultan Aceh bersembahyang kesana. Dalam sebuah Naskah tua yang kini disimpan dalam manuscript India office Labrary pada verhandelingen vanhet koninklyk dan telah diperbanyak oleh pusat Latihan penelitian ilmu-ilmu sosial,Aceh 1976 ada menjelaskan tentang adat istiadat ketika Sultan Iskandar Muda menunaikan shalat Idul Adha dan Shalat Jum’at. Naskah yang transkripsinya  dibuat oleh Teungku Anzib Lamnyong( Sejarawan Aceh), selanjutnya menjelaskan “ALQISSAH maka tersebutlah perkataan adat majlis hadlarat  Syah ‘alam berangkat sembahyang Hari Raya Haji ke mesjid Baiturrahman. Maka adalah tatkala pada 10 hari bulan Zulhijjah pada waktu shubuh datanglah penghulu payung Amat di Raja. Maka didirikanlah orang payung yang keemasan kiri – kanan jalan, pada pintu cermin jum’at sampai ke balai pedang payung yang keemasan dan berkemucak air emas. Kemudian dari Balai Raksa sampai ke Balai geundrang payung yang berkemucak suasa dari Balai Geundrang sampai kehadapan beberapa payung pelangi berkemucak pearak, dari pada pendahapan Biram itu sampai ke mesjid baiturrahman payung putih berkemucak air emas. Maka adalah kiri-kanan pintu cermin jum’at payung ubur-ubur 7 lapis dan kiri-kanan pintu Balai pedang payung 5 lapis dan kiri-kanan Geundrang payung 3 lapis dan kiri-kanan pintu Balai Bentara Blang payung 2 lapis dan kiri-kanan pintu mesjid Baiturrahman payung 7 tingkat. Maka adalah kiri-kanan Astana Payung ubur-ubur 7 lapis.

Maka adalah dari payung-payung yang tersebut ini berselang-selang payung unggul-unggul seperti jenis Ini juga.  Setelah segenap tempatnya berpercik emas dan unggul-unggul punjuga, syahdan maka adalah tatkala hadlarat Syah Alam dari dalam kota Daruddunia masuk kedalam mesjid Baiturrahman, adalah sebagai raja Iskandar Zulkarnain pergi mendatangi segala negeri dari Masyrik ke Maghribi. Demikianlah disifatnya dengan tentara berpasukan datang bersaf-saf dan segala….( artikel ini belum tuntas. Akibat takut dimakan virus, maka diposting segera! – T.A. Sakti).

Iklan

Satu pemikiran pada “MESJID RAYA BAITURRAHMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s