Seumpeuna III

SEUMPEUNA III

Oleh  :  T.A.  Sakti

Hikayat Nabi Yusuf ini dicetak  kareuna ulon cok lhee( 3 ) macam seumpeuna, yaitu :

(1) Memperingati seperempat abad/25 tahun ulon dipokle muto. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Sabtu,  tanggal 25 Ramadhan 1405 H/15 Juni 1985 M di kawasan Kalasan  sejauh  8 km sebelah timur  kota Yogyakarta.

Saat itu saya dalam perjalanan pulang ke Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM ) dalam konvoi bersama dari tugas akhir Kuliah Kerja Nyata (KKN-UGM ) di kabupatenBoyolali, Jawa Tengah. Saya sendiri T.Abdullah Sulaiman dan beberapateman ditempatkan di desa Guli,  kecamatan Nogosari, Boyolali, Jateng. Begitulah,…sekejab setelah melewati Candi Prambanan…sekitar pukul 13.11 Wib, dalam suasana “ puasa tua”;  Honda saya yang dikemudikan Joko Supriyanto ditabrak Colt barang/tivi. Sebelas bulan saya berobat di dua rumah sakit di Yogya-Solo dan empat tabib patah di Jawa. Sekeluar dari dua rumah sakit, yang salah satunya rumah sakit Khusus Patah, dan pulang ke kamar kost; saya menulis ‘surat pembaca’ dengan judul ‘Kemana Saya Berobat Lagi?‘ yang dimuat di sepuluh koran dan satu majalah yang terbit di Denpasar, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Medan; mendapat tanggapan dari pembaca di dalam dan luar negeri  sebanyak 273 surat/telegram yang sempat terkumpul, dan mendapat  informasi 83 tabib patah/dokter di Jawa dan 1 tabib patah di Sumatera .Selanjutnya, saya  berobat setahun penuh(April 1986 s/d April 1987 di Rumoh Teungoh, Ujong Blang, kecamatan  Beutong, (Meulaboh);yang ketika itu untuk ke sana harus melintasi 6 rakit penyeberangan sejak dari Banda Aceh sampai ke Mukim Bungong Taloe.  Kemudian,  barulah saya balik ke Yogyakarta, dan menyelesaikan/sidang  Skripsi di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UGM pada  5  November 1987. Alhamdulillah,… …kini …peristiwa itu 25 tahun sudah berlalu!!!. Dengan berkat Kisah/Hikayat Nabi Yusuf, mudah-mudahan segala duka-derita  itu dilenyapkan oleh Alllah SWT,  serta mengampuni dosa-dosa saya, Insya Allah, Aminn!!!.

(2) Mengenang 27 tahun jalinan silaturrahmI melalui surat antara saya dengan  UU.Hamidy.  Beliau adalah pakar Hikayat Aceh, yang pernah melakukan penelitian  terhadapnya tahun 1974 atas sponsor Pusat Latihan Ilmu-Ilmu Sosial Cabang Banda Aceh  yang dikelola LIPI-Jakarta. Surat per tama beliau bertanggal Pekanbaru, 4 Ramadhan 1403/16 Juni 1983 dengan penutup surat :”Selamat berpuasa”, sedang surat terakhir, Pekanbaru, 8 Syakban 1429 Hijrah/10 Agustus 2008 Masehi; dengan cuplikan isi surat yang amat menyentuh batin saya berbunyi :”Bung T.A. Sakti, hari sudah rembang petang. Bila saya mendapat panggilan menghadap-Nya, barangkali tidak akan ada surat atau berita kepada Bung. Sebab itu, marilah kita sama-sama berharap dan berdoa kepada Allah, agar pergaulan dan persaudaraan kita selama ini diridhai Allah,….”.  Surat terakhir ini saya anggap sebagai ‘Surat Wasiat Hikayat Aceh”, karena mengandung pesan-pesan penuh makna bagi hidup,bangkit,dan berkembangnya Sastra Aceh; yang ditujukan kepada

Rakyat dan Pemerintah Aceh. Surat saya yang pertama dipicu niat saya mencari informasi sejarah Riau

yang menjadi topik skripsi saya. Dalam tindakan menutup/mengakhiri aktivitas penulisan yang telah menghasilkan 50 judul lebih buku;  terutama mengenai “Budaya Melayu Riau”; UU.Hamidy masih khusus menulis 8 (delapan) artikel tentang Hikayat Aceh. Kesemua tulisan itu masih ditulis dengan ’Mesin Tik” biasa.  Satu -persatu tulisan itu dikirim beliau ke alamat rumah saya di Banda Aceh. Barulah kemudian, setiap artikel tersebut saya antar ke alamat kantor majalah/Koran di Banda Aceh dengan menumpang ojek/RBT. Sengaja tidak saya “poskan”; karena ada kekhawatiran artikel-artikel itu bakal hilang dalam pengirimannya. Dari ke 8 karya tulis itu; artikel per tama saya antar ke majalah “Aceh Magazine”, tulisan kedua ke “Harian Aceh”, sedang  tulisan ke 3 sampai ke 8 saya antar ke kantor “Harian Serambi Indonesia” di Jalan Lambaro Raya km 4,5, Pagar Ayer, Aceh Besar.Selama 27 tahun itu, saya  hanya sempat bertemu dua kali dengan  ilmuwan yang telah menulis dan menerbitkan lebih 50 buah buku itu. Pertama, ketika saya diundang Panitia Seminar Sejarah Nasional Tengku Sulung (23 Juli 1999) untuk menyampaikan makalah tentang tokoh itu  yang menjadi hero Skripsi saya. Dengan ditemani Muslem saya singgah sekitar satu jam ke rumah UU.Hamidy di Pekanbaru; sebelum ke Tembilahan tempat acara. Kedua, ketika UU.Hamidy diundang Panitia Pekan Kebudayaan Aceh Lima (PKA V)  tgl. 2 s/d 11 Agustus 2009.  Sebagai salah seorang pemakalah utama UU.Hamidy-serta Ibu Aswarni ditempatkan di Hermes Hotel Palace, Banda Aceh. Sebelum menyampaikan makalah di Gedung Dayan Dawood Kampus Darussalam hari Senin tgl. 10 Agustus 2009; UU.Hamidy-Ibu Aswarni  saya antar dengan armada RBT-TUHA ke Kampus Darussalam. Sasaran per tama adalah memenuhi undangan Rektor Unsyiah serta mengunjungi teman lama di sektor timur, namun kedua tujuan ini gagal. Selanjutnya,  menjenguk asrama tempat tinggal kedua beliau 35 tahun lalu dekat Pantekulu,  singgah  hampir satu jam ke rumah saya, diantar dengan mobil teman saya menyaksikan Kapal Apung Tsunami. Sebelum dan selama UU.Hamidy-Ibu Aswarni di Banda Aceh; saya selalu ber-sms dengan putri beliauPurnimasari yang wartawan/ti Koran Riau Pos di Pekanbaru mengabarkan perihal kedua beliau. UU.Hamidy-Ibu Aswarni tiba di Banda Aceh, Sabtu, 8 Agustus 2009 dan pulang ke Pekanbaru,Riau hari Rabu, 12 Agustus 2009 melalui bandara Sultan Iskandar Muda-Banda Aceh-Jakarta dan Simpang Tiga,  Pekanbaru.

(3) Sempena Anugerah Budaya “TAJUL ALAM” dalam rangka Pekan Kebudayaan Aceh  Ke 5 (PKA V)  dari Pemerintah Aceh yang diserahkan kepada saya oleh Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam;  Muhammad Nazar, S.Ag di Anjong Mon Mata, Banda Aceh pada malam Selasa tgl. 10 Agustus 2009.

Banda Aceh, Selasa,   25  Puwasa 1430

25   Ramadhan 1430 H

15   September 2009

Dto

T.A. Sakti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s